Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Ken mau jadi dokter


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Kehamilan Anita sudah mendekati HPL nya,dan Baby Ken kini terlihat semakin tampan di usianya yang sudah 13 bulan,Ken juga sudah bisa berjalan walaupun belum begitu lancar dan juga sudah pandai berbicara.


"Mama" Panggil Ken. Sore itu Ken sedang bermain diruang tengah di temani babysitter dan Anita.


"Ya,sayang" Sahut Anita,sambil mengelus kepala Ken.


"Ma,dede Ayi tapan kelual ?" Tanya Ken,sambil menatap perut besar Anita.


"Sebentar lagi ya sayang,mungkin 2 minggu lagi" Jawab Anita lembut.


"Oh" Ken menganggukan kepalanya berulang kali. "Tapi,dede ayi ada di dalam sini,anti dede ayi kelual nya dari pelut mama bagaimana ?" Tanya Ken dengan polosnya,sambil mengelus perut Anita.


Babby sitternya yang mendengar pertanyaan Ken hanya tersenyum karena merasa lucu dengan kepolosan Kenzie.


Anita tersenyum mendengar pertanyaan polos putranya.


"Nanti ada dokter yang bantuin,Mama buat keluarin Dede Bayi" Jelas Anita.


"Tapi doktelnya tidak jahat kan Ma?" Tanya Ken lagi,dengan raut wajah yang sangat menggemaskan.


"Tidak sayang,Dokter itu orangnya sangat baik karena mau nolong mama dan dede bayi" Jawab Anita lagi.


"Tapi kata Opa,doktel itu jahat suka nyuntikin olang,kemalin Ken juga di suntik sama doktel disini" Ucap Ken,sambil menunjuk pundaknya.


"Itu tidak jahat sayang,Dokter sedang melakukan tugasnya yaitu memberikan Ken Vaksin biar Ken terhindar dari segala jenis penyakit dan biar selalu sehat dan kuat. Di suntiknya juga tidak sakit kan ?"

__ADS_1


"Lasanya sepelti di gigit cemut" Jawab Ken tersenyum lebar,memperlihat kan deretan gigi susunya yang rapi dan putih.


"Nanti Ken sudah besal mau jadi doktel aja ya,Ma. Bial bisa menyehatkan olang dan menguatkan olang banyak" Ucap Ken sambil merentangkan kedua tangannya.


"Aminnn. Maka dari itu Ken harus pintar dan rajin belajar biar jadi Dokter sukses nanti" Ucap Anita,meng amin kan Doa putranya.


"Ote Mama" Ken memberikan kedua jempol nya untuk Anita.


Deru suara mobil memasuki halaman rumah keluarga Sanjaya.


"Siapa ya Mbak yang datang sore begini ?" tanya Anita.


"Saya lihat dulu,Nyonya" Ucap Babysitter itu,dan diangguki Anita.


"Wah,Tuan Bram dan Non Encus" Sapa Babysitter itu,saat melihat pasangan beda usia itu di depan pintu dan bersiap untuk mengetuk pintu.


"Ih,kalian datang kok enggak kasih kabar ?" Tanya Anita.


"Sudah disana saja" Ucap Bram,saat melihat Anita ingin beranjak dari tempat duduknya.


"Mampir aja mbak,tadi kami baru membeli perlengkapan bayi" Jawab Encus,yang sudah mendudukan dirinya di samping Anita.


"Ken,salim dulu sama Om dan tante" Ucap Anita dan Ken pun menurut.


"Ante dede ayi na cewek ya ?" Tanya Ken,sambil mengelus perut Encus yang besar karena kehamilan Encus sudah memasuki bulan ke delapan.


Encus dan Bram saling pandang kemudian mengangguk.

__ADS_1


Kenzie tersenyum lalu berkata,


"Nanti talau udah besal dede ayinya jadi istli Ken aja ya,Oleh kan Ante ?" tanya Ken dengan polos,tanpa tahu apa yang di ucapkannya.


"Boleh dong sayang" Jawab Encus.


"Ken,tahu dari mana kata-kata itu ?" Tanya Bram,tersenyum.


"Dali Opa Feldi,kata Opa talau Ken sudah besal harus unya istli cantik," Jawab Ken polos dan masih mengelus perut Encus dengan lembut.


"Papa," Gumam Anita kesal.


Sedangkan Bram dan Encus tertawa ketika melihat Wajah Anita yang kesal.


Pembicaraan mereka terhenti saat Pelayan menyajikan beberapa makanan ringan dan minuman diatas meja.


"Aldo kemana ?" Tanya Bram ,kepada Anita.


"Biasa di ruang kerja ngecek kerjaan," Jawab Anita.


Karena kehamilannya sudah mendekati HPL,Aldo memutuskan untuk bekerja di rumah.


Bram kemudian menyusul Aldo di ruang kerja,sedangkan Anita dan Encus melanjukan obrolannya seputar kehamilan.


Sementara itu Ken sudah kembali bermain dengan babysitternya.


Jangan lupa hadiah dan likenya 😘😘

__ADS_1


__ADS_2