
Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.
Follow IG me @Thalindalena
SELAMAT MEMBACA
Kamu memang luar biasa
Tak sama dengan lainnya
Aku selalu tertawa
Hingga lupa rasanya
Pahit getir kecewa
Ternyata aku tak bisa
Sembunyikan bahagia
Dan bila ada orang bertanya-tanya
Siapakah dia yang membuatku bahagia?
Kamulah orangnya.
❤❤
Anita mengelus perut ratanya dengan tangan kanannya dan di tangan kirinya ada sebuah foto pernikahannya dengan Aldo saat dirumah sakit itu. Air mata terus membasahi pipinya,mengingat sampai saat ini Aldo belum memberikan kabar apapun. Apalagi ia sudah mengetahui jika di perut ratanya telah hadir malaikat kecil yang telah mereka nantikan. Hatinya gundah harus bahagia atau bersedih.
Ceklek
Seorang pelayan membuka pintu dari luar sebelumnya sudah berulang kali sudah mengetuk pintu.
"Selamat pagi Nona,ini saya membawakan bubur dan susu untuk Nona muda" Ucap Pelayan yang bernama Mei itu dengan sopan.
"Aku tidak lapar mbak" Jawab Anita lesu bahkan matanya terus menatap foto pernikahanya.
Mei menghela nafas panjang lalu meletakkan semangkuk bubur dan susu itu di meja nakas.
"Nona,jika anda tidak mau makan bubur tapi setidak-"
"Sudah aku bilang aku tidak lapar!!!. Pergi dari sini!!" Bentak Anita membuat Mei terkejut.
"Maaf" Ucap Anita saat tersadar ia membentak. " Aku ingin sendiri".
__ADS_1
"Saya yang seharusnya meminta maaf Nona. Saya permisi" Ucap Mei dengan sopan lalu menunduk hormat kemudian berlalu dari kamar Nona mudanya.
"Bagaimana Mei?" Tanya Rosma saat melihat Mei berada didapur.
"Nona bilang tidak lapar Nyonya" Ucap Mei menunduk. Rosma mendesah frustasi kemudian ia berjalan menuju kamar menantunya.
"Sayang" Panggil Rosma sambil mengelus pucuk kepala menantunya.
"Mah. Mas Aldo" Mata Anita berkaca-kaca. menunjukan bahwa ia sangat rapuh saat ini.
"Tenang Nak. dan jangan banyak pikiran ingat didalam sini ada anak kalian" Ucap Rosma mengelus perut Anita lembut. "Yakin lah Aldo tidak Apa-apa dan mungkin dia sedang sangat sibuk" Ucap Rosma menenangkan. Walau pun hatinya sendiri sangat cemas tapi Rosma tak ingin menunjukannya pada Anita.
"Sekarang ayo makan. Mama suapi kasian cucu mama pasti saat ini sudah sangat kelaparan karena sejak kemarin mamanya tidak mau makan" Rosma mengambil Mangkok yang berisi bubur itu.
"Ayo aaa" Rosma menyendokan bubur itu kepada Anita. Anita menatap ibu mertuanya dengan haru yang begitu sangat menyayanginya. kemudian ia menerima suapan itu.
"Udah Mah. Anita kenyang" Padahal baru suapan ke lima. Tak mau memaksa Rosma mengalah dari pada makanan yang sudah masuk kedalam perut menantunya keluar lagi dengan percuma.
"Sekarang minum susunya dan vitaminnya" Rosma menyodorkan Susu untuk ibu hamil dan juga vitamin. Anita menerimanya dan segera meminumnya walau ia harus menahan rasa mual karena ia tak ingin membuat Ibu mertuanya itu kecewa.
"Mama keluar dulu mau menemui papa diruang kerja,jika butuh apa-apa panggil Mei atau mama ya" Ucap Rosma lembut kemudian diangguki Anita.
Sebelum beranjak Rosma menyelimuti menantunya itu tak lupa mengecup kening Anita.
"Maafin mama sayang sempat mengabaikan kamu. dan doakan papa agar selalu dilindungi oleh allah" Lirih Anita mengusap perutnya pelan.
"Fer,aku butuh bantuan mu sekarang"Ucap Sanjaya pada Ferdy ayah Citra.
"Bantuan apa? Lalu Sanjaya menjelaskan semua masalah yang dialaminya.
"Oke,aku kan kerahkan semua anak buahku dan juga hacker untuk melacak keberadaan Aldo" Ucap Ferdy disebrang sana.
"Thanks Fer" Ucap sanjaya lalu menutup telponnya.
"Apa yang terjadi pada Aldo pah?" Tanya Rosma yang berada dibelakang suaminya. Tubuh Sanjaya menegang saat mendapat pertanyaan istrinya.
"Tidak apa-apa Mah"Jawab Sanjaya gugup.
"Jujur aja pah. Aku tahu kalau kamu sedang bohong" Cecar Rosma ia sangat hapal betul jika suaminya tengah berbohong.
Mau tak mau Sanjaya menceritakan semua kepada Rosma dan membuat istrinya itu syok dan menangis.
"Papa mohon jangan beritahu Anita dulu. kasian dia sedang mengandung dan papa tidak ingin dia banyak pikiran" Mohon Sanjaya.
"Tapi Anita berhak tahu pah. Apalagi papa lihat sendiri betapa terpukulnya dia saat Aldo sampai sekarang tak ada kabar,Kita tidak boleh egois pah" Ucapan Istrinya ada benarnya tapi ia terlalu takut jika menantunya itu semakin terluka dan berpengaruh pada janin yang dikandungnya.
__ADS_1
"Apa yang harus Anita tahu Mah Pah?
Deg
Jantung keduanya itu berdetak sangat cepat saat mendengar suara lembut itu.
" A anita" Ucap Rosma terbata. Bingung harus bagaimana.
"Apa yang papa dan mama sembunyikan dari ku?"
"Anita sini nak" Panggil Sanjaya dan mengarahkan Anita untuk duduk didekatnya. Anita menurut dan menatap kedua wajah mertuanya yang terlihat sangat cemas.
" Apa ini tentang mas Aldo?" Tanya Anita lagi.
Rosma mengangguk pelan sedangkan sanjaya memijat pelipisnya.
"Apa yang terjadi?" Lalu Sanjaya menjelaskan semuanya apa yang terjadi.
Tubuh Anita melemas seketika. ia berpikir siapa yang tega menculik suaminya padahal suaminya begitu baik terhadap semua orang bahkan yang ia tahu suaminya itu tidak pernah memiliki musuh.
Tapi pikirannnya tertuju ke salah satu orang yang mungkin menjadi tersangkanya. Tapi ia harus mencari tahu dulu.
"Pah Mah ayo kita cari mas Aldo. kita tidak bisa diam begini saja" Ucap Anita
"Papah udah menyuruh anak buah papa dan minta bantuan sama ferdi" Ucap Sanjaya.
"Tapi pah kita tidak bisa diam saja" Anita ngotot.
"Papa tahu Nak. Tapi masalahnya kita tidak tahu Aldo sekarang dimana maka dàri itu papa minta bantuan Ferdi dan hackernya untuk melacak keberadan Aldo" Jelas Sanjaya membuat Anita semakin lemas.
"By"Lirih Anita menangis. Sanjaya dan Rosma pun ikut sedih. Apa lagi Rosma sebagai seorang ibu jauh lebih terpukul,tapi ia mencoba tetap tenang,dan tak ingin membuat menantunya semakin sedih.
Anita beranjak dari duduknya dan menghapus air matanya kemudian ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan menghubungi seseorang.
"Hallo mas, udah kembali ke Surabaya kan?" Tanya Anita pada seseorang disebrang sana.
"Iya dek ,kenapa?"
"Aku butuh bantuan,mas nanti datang ke alamat yang aku kirim lewat sms"
"Iya terimakasih" Tut panggilan terputus. Anita tak bisa berdiam diri seperti ini apa lagi nyawa suaminya dalam bahaya.
"Semoga dia bisa membantu" batin Anita berharap jika sahabatnya itu bisa membantunya. Apalagi sahabatnya itu adalah anggota TNI dan tergabung pada pasukan SETAN yang tak diragukan lagi kemampuan nya dalam taktik dan teknik pertempuran juga dapat mengendus musuh dengan baik dan juga handal dalam menembak merunduk atau Sniper.
Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.
__ADS_1
Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.