Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Semakin Ah


__ADS_3

"Kita pulang aja,aku takut" Ucap Anita menarik Aldo keluar dari toko tersebut.


"Tapi,kita belum selesai belanja,Yank" Ucap Aldo.


"Nanti saja,By. Sumpah perasaanku gak enak banget" Ucap Anita,kembali menarik tangan Aldo. Sebelum beranjak ,Aldo memberi kode untuk salah bodyguardnya,dan Bodyguard itu pun mengerti dan menganggukan kepalanya.


Saat sudah sampai mobil Anita bernafas lega kemudian "Brutttttt" Suara Gas yang di keluarkan Anita membuat Aldo terkejut.


"Astaga,Yank" Keluh Aldo mengibaskan tangan di depan hidungnya karena bau gas tersebut sangat mematikan bagi siapa saja yang menghirupnya.


"He he he,maaf gak tahan" Anita hanya menyengir memperlihatkan deretan giginya yang putih.


"Utung istri" Gumam Aldo seraya menggelengkan kepalanya,kemudian menurunkan kaca mobil dan menyemprotkan pengharum agar bau gas itu cepat hilang.


"Jadi ini yang membuat perasaanmu gak enak?"


"He he he,iya. Maaf,abis kamu tahu sendiri kan kalau bau gas ku sangatlah beracun jadi sebisa mungkin aku menghindar" Jelas Anita,masih mempertahankan senyumannya.


"Kau,membuat ku sangat cemas ,Yank" Gerutu Aldo.


"Huhh,untung sayang" Gumam Aldo lagi,tapi kali ini sang istri mendengarnya.


"Jadi kalau gak sayang,kamu mau menendang ku begitu?" Ucap Anita,menatap sengit suaminya.


"Ah tidak dong. Mana mungkin aku berbuat sekejam itu pada istri cantikku yang menggemaskan dan montok ini"


"Oh jadi maksud kamu,aku gendut gitu ?" Menatap sinis suaminya.


"Siapa yang bilang gendut ? Kan kamu sendiri yang ngomong". Ucap Aldo membela diri.


"Tuh,barusan kamu bilang gendut . Aku gendut juga karena kamu yang selalu menabur benih setiap malam. Aku ini lagi hamil anak kamu loh. Tega kamu ya !" Ucap Anita panjang lebar dan tak mau disalahkan.


Ah,sial Aldo terjebak dengan ucapannya sendiri.


Ibu hamil memang selalu benar !


"Baik,baik aku minta maaf" Akhirnya Aldo mengaĺah.


"Hemmp" Anita mendengus kesal seraya membuang mukanya kekiri.


"Huhh,sabar tiga bulan lagi". Batin Aldo.


Kemudian Aldo melajukan kendaraannya menuju rumah utama. Tak membutuhkan waktu lama Akhirnya mereka sampai.


Brak


Anita menutup mobil kuat,membuat Aldo terkejut.


Aldo hanya menggelengkan kepalanya,menghadapi mood ibu hamil benar-benar menguras emosi dan harus Extra sabar.


Saat sampai di dalam rumah,Anita sangat terkejut karena banyak sekali barang-barang khusus bayi ada diruang tamu,mulai dari pakaian bayi,tempat tidur bayi dan masih banyak lagi.


Ia yakin jika semua ini adalah ulah Aldo, karena barang-barang tersebut yang ia lihat di butik tadi.

__ADS_1


"Sayang" Panggil Anita,saat melihat Aldo sudah memasuki ruang tamu,kemudian menghambur ke pelukan Aldo.


"Terimakasih,kamu memang papa yang terbaik".


"Dan itu lah aku hehee,Tak perlu berterimakasih sayang. Ayo kita keatas melihat kamar babby kita" Aldo menarik tangan Anita.


"Kamar ? Apa kau berniat memisahkan tidurnya dengan kita ?.


"Iya,apa salah ?"


"Kenapa kamu tidak berunding dulu? Aku tidak setuju kalau anak kita nanti tidur terpisah" Kesal Anita.


"Kan,nanti baby kita di temani babysiter ,Yank".


"Aku ingin mengurus anakku sendiri,No babysitter !"Tegas Anita.


Ya,Anita sudah memikirnya sejak dulu,jika ia mempunyai anak nanti ia ingin mengasuh anak sendiri tanpa campur tangan orang lain.


"Tapi yank,aku tidak ingin kamu kelelahan".


"Alasan ! Bilang aja kalau kamu takut jika perhatian ku untuk mu terbagi" Sindir Anita.


"Hei,mana mungkin aku cemburu dengan anakku sendiri" Elak Aldo.


Anita dapat membaca apa yang di pikiran Aldo. Luar biasa !.


"Cih,kita lihat saja nanti" dumel Anita. Melanjutkan langkah kakinya menuju kamar yang terletak bersebelahan dengan kamarnya.


Entah sejak kapan suaminya itu mempersiapkan semuanya.


"Kamu suka?" Tanya Aldo,memeluk istrinya dari belakang dan meletakan dagunya di bahu sang istri.


"Banget,tapi sejak kapan kamu mempersiapkan semuanya?" Tanya Anita seraya mengelus tangan sang suami yang melingkar di pinggang nya.


"Sudah lama dan baru di kerjakan tadi saat kita pergi".


"Secepat itu ?" Aldo mengangguk pelan.


"Semua ini untukmu dan calon baby kita,Bahkan aku harus membayar para pekerja tiga kali lipat" Ucap Aldo.


"Wah,sungguh pemborosan"


"Hei,aku ini kaya dan uangku tidak akan habis hanya untuk membayar mereka" Ucap Aldo sombong,membuat Anita jengah.


"Jadi apa bayaran untukku?"


"Kamu meminta bayaran dari ku?" Aldo mengangguk.


"Kamu pikir semua ini gratis ? Tidak sayang."


"Aku tidak mempunyai uang jika harus membayarmu tiga kali lipat".


"Aku tidak membutuhkan uang. Aku ingin kamu membayar dengan permainan panas mu diatas ranjang" Bisik Aldo ditelinga Anita.

__ADS_1


"Dasar mesum !" Pekik Anita,saat tangan Aldo sudah meraba bagian intinya.


" Tadi pagi sudah,apa kamu tidak lelah?" Ucap Anita.


"Tidak ada kata lelah untuk hal itu justru aku semakin bersemangat" Bisik Aldo seraya menggigit kecil telinga istrinya,membuat bulu kuduk anita meremang.


"Euhhh" Anita menggigit bibirnya saat tangan besar itu mengobrak-abrik bagian intinya.


"Sayang jangan disini" Ucap Anita terbata,merasakan sensasi yang sangat luar biasa saat jari tangan itu masuk kedalam.


"Sesuai keinginan mu sayang" Ucap Aldo serak,lalu menggendong Anita menuju kamarnya sendiri.


"Aku ingin kamu yang memimpin" Bisik Aldo.


Anita menggigit bibirnya,membuat Aldo tak tahan kemudian ******* bibir sang istri yang selalu membuatnya candu.


"Ahhh" Desah Anita,suaminya sangat pandai membuat nya terbang melayang.


"Aku menginginkan mu sekarang" Ucap Aldo serak ketika ia melepaskan pagutannya.


Srekkkkk


Tak sabaran,Aldo merobek dress yang di kenakan Anita dengan sekali tarikan.


"Bersabarlah,aku akan memuaskanmu" Bisik Anita sensual, seraya melepaskan celana yang di kenakan Aldo.


Dan sedetik kemudian keduanya sudah polos tanpa sehelai benang.


"Jangan disitu yank" Cegah Aldo saat Anita akan mengulum senjatanya.


Terlambat !! Anita sudah memasukannya senjata dan mempermainkan dengan lidahnya.


Terasa hangat,nikmat dan geli. Aldo mengeram tak karuan yang tadinya menolak kini malah sangat menikmatinya.


Matanya merem melek menikmati permainan istrinya di bawah sana.


"Cukup,Yank. Aku tak ingin meledakannya di dalam mulutmu" Ucap Aldo dan Anita pun menyudahinya. Kemudian ibu hamil itu mendorong Aldo hingga terlentang diatas tempat tidur dan ia mulai merangkak naik diatas suaminya.


Dengan perlahan Anita memasukan ular sawah kedalam sarangnya,sangat besar, perkasa dan juga kuat.


"Ahhhh" desah Anita saat ular sawah berhasil masuk hingga kebagian yang terdalam.


"Kamu,luar biasa dan sungguh sangat lezat" Racau Aldo,saat Anita bergoyang diatasnya.


Istrinya semakin hari semakin mahir dalam urusan ranjang,membuat Aldo semakin tergila-gila.


Pagi hari disuguhin adegan uh ah,maafin author yang solehah ini yak🤭🤭🤭


Jangan lupa kasih dukungannya,agar author semangat berkarya.


Mampir juga ke lapak Doni dan Citra


__ADS_1


__ADS_2