Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Terciduk


__ADS_3

Selamat siang di jum'at yang penuh berkah😊😊


Jangan lupa kasih like untuk author yang manis imut kayak marmut biar makin semangat🀭🀭


Follow IG me @Thalindalena


Happy Reading


Setelah selesai pembahasan pekerjaan di Kafe Aldo dan Anita mampir kerumah Diana untuk singgah sebentar. Tidak lupa Aldo membawakan buah tangan untuk mertuanya.


"Eh kok ada mobil di depan rumah,punya siapa ya?" Tanya Anita saat sampai di rumah ibunya ada mobil parkir di depan rumah Diana.


"Entah,punya teman ibu kali" jawab Aldo sekenanya.


"Itu mobil mewah lho By,kayak nya gak mungkin deh kalau temen ibu" Ucap Anita. Karena teman ibunya itu semua dari kalangan menengah kebawah.


"Dari pada penasaran mending kita turun dan lihat siapa yang bertamu" ucap Aldo diangguki Anita. Kemudian mereka turun dari mobil dan memasuki rumah tersebut.


Beberapa kali mengucapkan salam tapi tidak ada jawaban bahkan pintu rumah terbuka,membuat Anita berfikiran negatif.


"Astagfirullah,jangan-jangan ibu disekap!"


"Ngaco ah kamu,mikirnya terlalu jauh" Ucap Aldo lalu menggandeng tangan Anita masuk kedalam rumah.


"Kalau benar gimana?".


"Kamu kebanyakan nonton sinetron".


"Astagfirullah" Aldo dan Anita istigfar bersamaan Saat melihat Diana duduk beralaskan tikar piknik dan memangku kepala seorang pria di Taman belakang rumah.


"Anita Aldo" Ucap Diana sangat terkejut saat terciduk oleh anak dan menantunya.


Dan saking terkejutnya Diana langsung berdiri tanpa menyingkirkan kepala Ferdi yang ada di pangkuannya membuat Kepala Ferdi terhempas kebawah.


"Jadi kalian-".


"Ibu bisa jelasin sayang" Ucap Diana sangat gugup. Sedangkan Ferdi tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


🌷🌷🌷🌷


"Sekarang jelaskan!" Hardik Anita dengan melipat kedua tangannya dan menatap tajam Diana dan Ferdi yang duduk di depannya. Sedangkan Aldo mengelus punggung Anita untuk menenangkan.


"Sayang,ingat dede bayi. Jangan emosi, Inhale Exhale" Intruksi Aldo kemudian Anita mengikutinya hingga emosinya mereda.


"Udah tenang?" Tanya Aldo kemudian Anita mengangguk. "Ya udah kita pulang" Ucap nya lagi langsung mendapat pelototan tajam dari sang istri.


"Oke-oke peace,becanda he he he".


Bisa-bisanya dia ngajak bercanda ibu hamil yang udah keluar tanduk dan taringnya.


Diana dan Ferdi sudah seperti terdakwa yang akan di eksekusi. Jantung keduanya berdetak dengan sangat cepat karena terciduk oleh Pasangan suami istri itu.


"Em begini nak Anita dan Aldo,sebenarnya kami... kami .. kami" Ferdi gugup,dirinya merasa uji nyali saat berhadapan dengan Anita yang terlihat garang.


Ferdi yang biasa berwibawa disegani para karyawan dan para klien, kini ia bagai kerupuk yang disiram air.

__ADS_1


Mlempem !.


"Kami apa !. Ibu ?" Tatapan tajam nya kini mengarah pada ibunya.


"Sayang,sebenarnya Ferdi mau-"


"Saya ingin melamar Diana menjadi Istriku" Sela Ferdi begitu lancar sambil memejamkan kedua matanya.


"APA ???" Teriak Anita dan Aldo bersamaan.


"By,cubit tangan ku, awwww sakit" pekik Anita saat tangannya di cubit Aldo.


"Berarti bukan mimpi" ucap Anita.


"Memang bukan sayang,ini nyata" Ucap Aldo.


"Aku rasa ibu udah menerima lamaran Om Ferdi kan?" Sindir Anita dan diangguki Diana.


"Ibu !!!!"


"Maaf,jika kamu tidak setuju Ibu akan membatalkannya" Ucap Diana pasrah.


"Ibu keterlaluan !! Hal sebesar ini kenapa tidak pernah mengatakannya? Ibu anggap aku ini apa? Jika tadi kalian tidak terciduk mungkin kalian akan menikah diam-diam kan ?" Hardik Anita,ia sangat kecewa dengan ibunya.


"Tidak bukan begitu Nak,maafkan ibu. kami hanya memerlukan waktu untuk mengatakan semua sama kamu. Ibu hanya takut kamu tidak merestui" Jelas Diana terlihat sedih membuat Anita merasa bersalah.


"Bu maaf Anita terlalu terkejut tadi. Jika ibu udah yakin dengan keputusan Ibu,Anita hanya mendukung" Ucap Anita bijak.


"Benarkah?" tanya Diana dan Ferdi kompak lalu Anita mengangguk seraya tersenyum.


"Tapi aku mau kalian menikah besok !" Ucap Anita tegas.


"APA ???" kini gantian yang terkejut pasangan paruh baya itu. Aldo yang mendengarnya tergelak.


"Kenapa?" Tanya anita.


"Bukankah itu terlalu cepat?" Ucap Ferdi terkejut dengan keputusan Anita.


"Bukan kah niat baik harus di segerakan?"Ucap Anita.


"Aku tidak ingin Adikku hadir sebelum kalian menikah" Ucap Anita terdengar sangat konyol,bahkan semua orang disitu melongo dengan penjelasan terakhir Anita.


"Heii,Ibu gak sejauh itu Anita !! ". seru Diana tak terima dengan ucapan putrinya.


"Aku percaya sama ibu tapi Anita tidak percaya sama Om Ferdi" Jawab Anita santai,sedangkan Ferdi hanya melotot mendengarnya.


Sabar sabar untung calon Anak. Batin Ferdi sedikit kesal.


"Sabar ya Om" ejek Aldo seolah mengerti apa yang dirasakan Ferdi.


"Pokoknya Kalian menikah besok,ijab kabul aja dulu yang penting sah secara hukum dan agama" Ucap Anita dan mau tak mau Diana dan Ferdi mengangguk.


"Eh tunggu" Ucap Anita lagi membuat jantung keduanya itu deg deg ser takut jika Anita berubah pikiran, biasa kan mood ibu hamil kan suka naik turun.


"Kalian sudah membicarakan ini dengan Citra?"

__ADS_1


Fyuhhhh Kedua pasangan lanjut usia itu bernafas lega.


"Belum,tapi Om yakin pasti dia setuju" Ucap Ferdi yakin karena Citra sudah lama membutuhkan sosok ibu dan Citra juga sudah menyukai Diana sejak awal bertemu.


"Syukurlah jika begitu" Ucap Anita.


🌷🌷🌷🌷


Saat ini Anita berada dikamar bersama dengan Aldo.


"Ini kamar kamu?" Tanya Aldo yang baru pertama kali memasuk kamar Istrinya itu. Walau ukurannya kecil tidak seperti kamar dirumahnya tapi kamar itu sangat nyaman.


"Sempit ya,By? kita pulang aja kalau kamu merasa gk nyaman" Ucap Anita merasa tidak enak pada suaminya itu. Karena hari semakin larut Aldo memutuskan untuk menginap dirumah ibu mertuanya.


"Enggak, aku suka kok" Ucap Aldo.


"Benar?" Tanya Anita tidak yakin.


"Iya sayang"


"Tapi ranjangnya sempit lho" .


"Tapi masih sempitan kamu" Bisik Aldo tepat di telinga Anita,membuat bulu kuduk nya meremang.


"Apaan sih?" wajah Anita sudah merona.


"Gak percaya?" Anita menggeleng. "Yuk Cobain,aku juga pengen tau seberapa kuat ranjang ini saat terkena gempa lokal" Ucap Aldo tersenyum. Beberapa saat kemudian terjadilah Gempa lokal yang memporapandakan ranjang tersebut.


Di skip soalnya masih siang😜


Setelah selesai dengan ritualnya mereka masih sama-sama polos. Aldo menyeka keringat yang ada di kening Anita kemudian mengecupnya dengan lembut tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada istrinya yang sudah memberikan servis terbaik.


"By,apa keputusanku sudah tepat?"


"Keputusanmu sudah sangat tepat sayang"


"Benarkah?"


"Iya,ibu masih muda tidak ada salahnya bukan jika menikah lagi? Apa lagi pasti ibu sangat kesepian setelah kamu menikah dan aku bawa pergi. Dan ibu menerima Om Ferdi pasti sudah dengan pemikiran yang matang" Ucap Aldo. "Sudah jangan dipikirkan,kita sebagai anak hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka,lagi pula Om ferdi orang yang baik" lanjutnya.


"Iya tapi tangannya di kondisikan" Kesal Anita menyingkirkan tangan Aldo yang memainkan buah cerinya.


" Lagi yuk !!! "


Author jadi mesam mesem sendiri gara-gara lihat tingkah Aldo🀭🀭🀭.


Aldo: " Apa sih thor?


Author: "Katanya mau nahan eh malah kebablasan"


Aldo: " Abis enak sih "😜😜


Author:πŸ™„πŸ™„πŸ™„


Jangan lupa kasih like dan hadiannya buat Dobel A ya 😘😘

__ADS_1


__ADS_2