
Dirumah sakit
EHEMMM
Doni berdeham di belakang seseorang yang ia yakini mengikuti aldo tadi. Orang tersebut terkejut mendengar deheman dari belakang nya lalu ia menoleh makin membola saja matanya.
"Ngapain loe disini"
"Ngikutin Aldo?" Cecar doni melipat tangannya di dada
"Eh e engak kog kak" ucap nya gugup
"Cuma tadi abis jenguk teman ah iya teman"
"Alasan ,Ayo ikut gw" Ucap Doni menarik tangan orang tersebut
"Eh lepasin gw kak"
Doni menarik tangan orang tersebut sampai di ruang perawatan anita,ia membuka pintu dan menarik orang tersebut dengan paksa.
Mendengar keributan Aldo yang sedang menyuapi anita makan pun menoleh begitu pula dengan ibunya yang di suapi suster.
"Ada apa ini don?"Tanya anita saat Doni masuk menggandeng seorang gadis cantik
"Citra ngapain loe disini?" Ucap Aldo
"Kamu kenal Al sama dia?" Ucap Anita menunjuk gadis disamping doni.
"Kenal bahkan sangat kenal" bukan aldo atau doni yang berbicara melainkan citra membuat Anita mengerutkan kening nya dan memandang Aldo penuh tanya.
Citra memandang wanita di depannya ini penuh selidik memang cantik walaupun wajahnya sedikit pucat tapi tetap cantik.
"Ah bukan maksudku iya kenal" ucap Aldo gelagapan
si*lan citra awas saja kau.Aldo
"Benarkah itu Al? apakah dia kekasih doni?" tanya ibu yang sudah selesai makan pun ikut bicara.
"Ah iya,mungkin" ucap aldo pelan dan mendapat pelototan dari Doni
"Egak kok tan" ucap doni.
awas saja kau al.doni
"Sebenarnya saya adalah wanita yang dijodoh kan dengan aldo,saya kesini karena mengikuti aldo" Ucap citra membuat semua orang terbengong
Benarkah?ternyata dia sama saja.batin anita kecewa
"Sayang,kamu percaya sama aku perjodohan itu sudah batal"ucap aldo memberi penjelasan kepada anita yang terlihat kecewa.
"Ternyata kamu sama aja Al,aku kecewa sama kamu"ucap Anita sampai menitikan air mata
"Nak Aldo jika sudah dijodohkan kenapa berjanji akan menikahi anita,apa maksud semua ini?" Ucap ibu anita ikut kesal apa lagi melihat anak nya menangis lagi karena seorang pria.
"Ibu percaya sama aldo,perjodohan itu sudah batal,dan aldo serius dengan anita,kalo ibu tidak percaya aldo akan menikahi anita besok" Ucap aldo meyakinkan ibu anita.
Doni merasa bersalah karena membawa citra,ia mengusap wajahnya kasar.
Haiss,kenapa jadi rumit?.Doni
"Sayang,percaya sama aku. Aku beneran cinta sama kamu,please percaya sama aku" Ucap Aldo meraih tangan anita tapi segera ditepis dna membuat Aldo menjadi sedih.
__ADS_1
"Citra loe harus jelasin sama calon istri dan calon mertua gw" Ucap Aldo menatap tajam Citra tapi yang di tatap hanya diam dan kembali menatap Aldo lekat. Semua itu di perhatikan Anita dan membuat luka di hatinya kembali menganga.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
Citra masih bungkam dan melihat wajah Aldo terlihat sendu mata memerah menahan tangis,dan detik berikut nya
"ha...ha...ha...haaa" Citra tertawa keras sambil bertepuk tangan bahkan ia sampai mengeluarkan air mata.
"Loe gila ya?" tanya Doni heran melihat citra yang disebelahnya tiba-tiba tertawa.
"Lihat mukanya lucu banget ha...ha...haaaa" Ucap citra menunjuk muka Aldo
Membuat Aldo mengerutkan kening nya menatap citra aneh.
"Maksud loe apa hah? kalau loe mau kesini cuma buat ngehancurin cinta gw mendingan loe cabut deh dari sini" Ucap Aldo kesal dengan citra
"Tenang bro tenang" Ucap doni mengelus pundak aldo
"Ini sebenarnya kenapa? mending kalian keluar deh selesaikan urusan kalian dulu" ucap anita ketus dan di angguki ibunya.
Citra melihat Anita kesal begitu pun semua orang yang ada diruangan itu.juga kesal kepadanya. Ia pun berjalan menghampiri Anita dan menggenggam tangan Anita yang tidak di pasang infus.
"Mbak,maaf aku cuma mengerjai Aldo tadi dan memang benar kami dijodohkan akan tetapi perjodohan itu sudah batal. Aku cuma kesal sama dia kenapa dia gak pernah ngomong kalo udah pacar secantik mbk ini" Ucap Citra tulus dari hatinya yang terdalam,Saat ia melihat Aldo begitu frustasi melihat anita kecewa,ia sadar cinta aldo ke anita begitu besar maka dari itu ia legowo menerima semua ini,toh kehidupannya masih panjang walaupun sedikit menyesakkan didada di akan belajar ikhlas.
Anita menatap lekat wanita didepannya ini,Ia menatap mata citra dan tak ada kebohongan yang ada hanya ketulusan. Anita mengangguk dan tersenyum lalu ia mengelus punggung tangan citra yang menggenggam tangannya.
"Boleh gak peluk?" tanya citra
"Gak boleh" bukan anita yang menjawab melainkan aldo
"ALDO" anita memanggil aldo dengan penuh penekanan dan memelototi aldo,membuat aldo langsung menciut dan itu membuat doni mempoutkan bibirnya menahan tawa, jika doni tertawa maka Aldo pasti akan mengamuk kepadanya karena doni melihat suasana hati Aldo sedang tidak baik maka dari itu doni tak ingin membangunkan macan yang sedang tidur.
"Sini cit" Ucap anita merentangkan tangannya untung posisi anita saat duduk, setelah obat bius sisa operasi habis ia belajar duduk dan Citra langsung memeluk Anita. Anita memeluk citra begitupun citra,citra merasakan pelukan ini sangat lah nyaman sudah lama ia tak merasakan pelukan semenjak ibu nya meninggal beberapa tahun yang lalu,sedangkan Ayah nya tak pernah memperdulikan dirinya. Dari dulu ia ingin sekali mempunyai seorang kakak oh mungkin inikah jawaban dari tuhan,mempertemukannya dengan anita?.Walaupun baru pertama kali betemu anita tapi ia merasa sangat nyaman karena ia yakin anita adalah wanita yang baik.
"Sayang jangan seperti itu lihat itu infusnya ketarik nanti tangan mu berdarah" ucap Aldo khawatir
"Sudah jangan lama-lama meluknya" Ucap aldo jiwa posesifnya keluar
" Hais,kau ini pelit sekali" Gerutu Citra lalu melepaskan pelukannya
"Mbak aku pulang dulu ya,dan cepet sembuh ya buat ibu juga cepet sembuh" ucap citra lalu memeluk anita dan ibu bergantian. Saat ia memeluk ibu anita hati nya trenyuh saat ibu anita mengusap lembut punggungnya dan mencium pucuk kepalanya,semua perlakuan ibu anita mengingatkan akan ibunya yang sudah lama pergi untuk selamanya. Citra melepaskan pelukan nya dan ia tersenyum lalu ia bergegas pergi meninggal kan kamar rawat anita sebelum pergi saat ia balik badan menuju pintu wajahnya berubah sendu dan saat itu Doni tanpa sengaja melihatnya.
"Aku juga harus pergi" Ucap doni pamit kepada semua orang yang berada disitu.
"Oke hati-hati bro ,thanks tadi udah bantuin jaga anita dan ibu" Ucap aldo mengerti karena hari juga sore.
" Santai aja bro" balas doni
*******
"Gw udah benarkan?" Tanyanya pada diri sendiri
" Loe udah benar banget" Ucap seseorang yang berdiri disamping nya,membuat citra segera menghapus air matanya karena ia tak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain.
"Gw boleh duduk disini" Tanya doni dan di angguki citra. Saat ini citra duduk di salah satu bangku di taman di rumah sakit tersebut.Dan Doni memang sengaja tadi mengikuti citra.
__ADS_1
Doni melihat citra yang seperti nya habis menangis dan berwajah sendu dan ia pun tau alasannya
"Menangis lah jika ingin menanangis Jangan di tahan ntar muka loe jadi keriput" Ucap Doni dan di balas kekehan citra
"Kak gw boleh pinjem bahu loe?" tanya citra,Saat ini ia memang sangat butuh bahu untuk bersandar
"Kemarilah" Ucap Doni bukannya memberikan bahunya tapi ia malah memberikan dada nya untuk bersandar,Melihat Citra masih terdiam Doni menarik citra kepelukan nya dan seketika itu tangis Citra pecah.
Doni memang pria brengsek tapi ia paling tidak suka jika melihat wanita menangis.
"Hiks...hiks..hiksss" Citra menumpahkan tangisnya di dada doni. ia merem*s ujung kemeja Doni,Sebenarnya hati nya sakit Saat melepaskan cintanya tapi apa boleh buat ia juga tak bisa memaksa.
Doni mendekap erat tubuh ramping itu ,ia juga ikut merasakan sakit melihat citra seperti ini.
Doni tak memperdulikan orang disekitarnya yang menatap dirinya dan citra penuh makna.
Tuhan masih adakah yang seperti dirinya
Yang bisa kembali temukan diriku
Akankah aku harus mengejar bayangan dirinya
Yang selalu menyiksa dikesendirianku
Akan kah kubiarkan diriku hanyut dalam ,ketidak mampuanku?
Salahkah aku bila mencintainya
Bila menyayanginya
Bila aku merindukannya
Bila aku ingin dia disamping ku
Salahkah aku?....salahkah aku?
Tapi nyatanya Cinta Tak Harus Memiliki!!
Dalam rapuhnya hatiku,mungkin aku dapat melewati ini semua.
Sedangkan hatiku larut dalam kebisuan
Dari rasa terasing dan cinta yang tak pernah punya arti!
Akan tetapi aku ikut bahagia jika melihatnya bahagia.
*Citra \_ferdian*
Sedih banget part nya citraðŸ˜ðŸ˜
karena author juga pernah ngerasain
cinta tak harus memiliki
-----------------
Jangan lupa like,vote dan komentarnya
makasih🥰🥰
love you all😘😘
__ADS_1