
Jangan lupa kasih like untuk author yang manis imut kayak marmut biar makin semangatðŸ¤ðŸ¤
Follow IG me @Thalindalena
Happy Reading
Anita memejamkan matanya saat tangan kanan kekar itu mengelus perut Anita yang sudah membesar.
Kemudian Anita menepis tangan itu lalu menatap tajam pria yang ada di hadapannya.
"Maaf kan aku " Ucapnya,kemudian membalas tatapan tajam itu dengan lembut.
Air mata Anita semakin deras mengalir,perasaanya campur aduk saat ini. Ia bahagia karena orang yang diharapkannya ada dihadapannya tapi ia juga merasa benci karena rasa sakit yang ditorehkan di hatinya masih begitu terasa.
"Hiks hiks hiks,Aku membencimu,sangat sangat membencimu" Anita terus memukuli dada bidang Aldo bertubi-tubi melampiaskaan rasa sakit dan juga kekesalannya.
Aldo meringis sakit saat mendapat pukulan bertubi-tubi di dadanya,ia tidak menolak atau menghindar justru Aldo membiarkan Anita meluapkan emosinya. Dengan begitu Anita akan lebih tenang.
Dia memang pantas mendapatkan nya,bukan ?
Pukulan dari Anita tidak berarti untuknya dibanding rasa sakit yang telah ia berikan kepada Istrinya.
"Aku membencimu,hiks tapi aku juga merindukan mu" Lirih Anita lemah,Bahkan tangannya yang tadi memukuli Aldo kini melemah kemudian mencengkram ujung kaos yang dikenakan Aldo.
Anita tidak bisa menutupi rasa rindunya pada Aldo, pria yang sangat di cintainya.
Aldo menarik kedua tangan Anita kemudian mencium punggung tangan itu bergantian. Ia menatap Manik mata hitam itu dengan penuh kerinduan.
Kerinduan yang sangat menyiksa batin nya,kemudian tatapannya beralih ke perut Anita yang sudah membesar,ia tersenyum kecut karena tidak melihat perkembangan sang buah hatinya yang masih di dalam kandungan.
"Maafkan,aku telah menyakitimu. Maafkan pria yang bodoh ini. Kini aku sadar bahwa kau lah satu-satunya wanita yang sangat aku cintai, sampai nanti, seterusnya dan sampai maut memisahkan kita. Aku mohon Maafkan aku dan beri aku kesempatan lagi" Ucap Aldo begitu tulus.
"Bohong !!" Sentak Anita kemudian menarik kedua tangannya yang masih dalam genggaman Aldo.
"Aku sangat mencintai mu Sayang,dan percayalah hanya kamu yang ada dihatiku tidak ada yang lain nya. Hanya kamu seorang ". Anita memalingkan wajahnya.
Walau hatinya ada rasa bahagia, tapi ia tidak boleh senang dulu,siapa tahu pria dihadapannya ini hanya membual.
"Hei,lihat aku" Aldo menangkup wajah Anita dengan kedua tangan nya.
__ADS_1
"Tatap mata ku,apakah ada kebohongan disana".
Tanpa ragu Anita menatap kedua mata tajam itu dan menyelami lebih dalam apakah ada kebohongan disana tapi Anita tidak menemukannya,yang ada hanya lah kejujuran dan juga ketulusan.
Anita menggeleng,tapi ia tidak boleh percaya begitu saja apa yang ucapkan oleh Aldo.
Aldo tersenyum senang
"Apakah kamu percaya sekarang?"
"Tidak" Ucap Anita tegas,Aldo mengerutkan kening nya.
Sepertinya ia harus berusaha lebih keras lagi untuk meyakinkan Anita.
"Sayang,aku memang salah tapi aku mohon percayalah padaku".
"Bagaimana aku percaya kepada mu,jika ada wanita lain di hatimu".
"Bagaimana ada wanita lain sedangkan di hatiku sudah penuh dengan namamu"
"Dasar pembohong,pembual !!!" Seru Anita kesal. Kini emosinya mulai terpancing.
"Kau pikir aku percaya begitu? Dulu saja kau begitu,setiap hari mengucapkan kata cinta hingga membuatku melambung tinggi keatas langit tapi setelah nya kau menghempaskan ku kedasar lautan" Ucapan Anita mengutarakan semua kekesalan didalam hatinya yang selama ini,ia pendam.
"Sayang-"
"Stop !! Keluar dari sini ! Dari kamar ku " Ucap Anita tegas,menunjuk pintu kamarnya.
Tapi Aldo tidak beranjak malahan kini ia menarik Anita ke dalam pelukannya,dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Anita ,kemudian menghirup Aroma wangi dan segar yang memabukan dan yang sangat ia rindukan.
Anita memberontak berusaha lepas dari dekapan Aldo,tapi Aldo semakin mengeratkan pelukannya.
Kemudian Aldo merenggangkan pelukannya itu dan meletakkan dagunya di pundak Anita,seraya berucap
"Sayang,dengarkan aku dengan baik. Aku dan dia tidak memiliki hubungan apa pun itu hanya kisah masa lalu. Aku akui waktu itu salah karena membalas pelukannya, saat itu aku hanya ingin memastikan jika di hati ini sudah tidak ada namanya atau pun cinta untuknya dan ternyata benar cinta itu sudah hilang dan sudah tergantikan oleh cinta yang baru yaitu kamu, Anita maheswari hanya kamu yang sangat aku cintai. Aku sungguh kehilangan separuh hidup ku dan juga nafasku saat kau pergi dari hidupku. Sayang maafkan aku dan berikan aku kesempatan lagi untuk memperbaiki semua,beri aku kesempatan untuk menjadi suami dan ayah yang baik. Aku mohon " Aldo menjelaskan semua apa adanya dan tulus dari hatinya yang terdalam,bahkan pria itu kini menitikan Airmata.
Begitu juga Air mata Anita lolos begitu saja setelah mendengar penjelasan Aldo.
"Kau tau sayang,aku hampir gila karena kau meninggalkan aku,apalagi semua akses yang berhubungan dengan dirimu ditutup rapat oleh Papa Ferdi. Apa kamu tahu bagaimana stresnya aku ? Setiap waktu aku selalu memikirkanmu,apalagi kau pergi dengan keadaan mengandung dan saat itu keadaanmu sangat lemah,Aku sangat mengkhawatirkan mu dan aku tidak akan memafkan diriku sendiri jika sesuatu hal yang buruk terjadi padamu. Sayang,aku mohon maafkan aku" Ucap Aldo serak,pria itu benar-benar menangis. pikir Anita.
__ADS_1
Anita merasa tersentil hatinya karena ia pikir hanya dirinya lah yang menderita dan tersakiti tapi ternyata Aldo suaminya ternyata jauh lebih menderita. Itu semua karena ke egoiaannya.
"Hei,kau menangis ?" Tanya Anita mengelus punggung kokoh itu,Aldo menggeleng pelan sebagai jawaban.
"Lalu ini apa? Bajuku basah" Ucap Anita sedikit terkekeh.
"Maaf" Ucap Aldo seraya melepas pelukannya kemudian mengelap Baju Anita dengan telapak tangannya.
Anita menatap mata Aldo yang terlihat sembab,rasa bersalah menyeruak di hatinya.
Kemudian Anita berjinjit dan mengecup kedua mata Aldo yang sembab itu, membuat Aldo sedikit terkejut tapi juga senang. Apakah itu pertanda jika istrinya sudah memaafkannya ?.
"Maaf,Aku egois"Ucap Anita terisak kemudian memeluk erat Aldo.
"Tidak sayang,aku yang salah hingga membuatmu pergi".
"Maafkan aku"Ucap Anita sekali lagi,kali ini bukan isakan yang terdengar melainkan tangisan yang memilukan.
"Tebang lah" Aldo menenangkan mengelus kepala Anita dengan sayang.
Pefttttttttt
Anita membuang ingusnya menggunakan kaos yang dikenakan Aldo.
"Astaga,baju ku,Yank" Aldo tidak marah malah ia terkekeh dengan tingkah istrinya itu.
"Maaf" Anita menunduk malu setelah mengurai pelukannnya.
"Apa sekarang kamu sudah memaafkan ku" tanya Aldo,mendongakan dagu Anita dengan jarinya.
Anita mengangguk pelan,membuat Aldo tersenyum senang.
"Tapi ada syaratnya" Ucap Anita tersenyum Penuh Arti.
"Syarat ???"
Hayoo siapa yang kemarin nebak Bram yang datang ??😄😄😄
Huhhh, kira-kira Anita memberi syarat apa ya kepada Aldo ?.🤔🤔🤔
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote ya.