Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Lagi-lagi obat Luknut


__ADS_3

Jangan lupa kasih like untuk author yang manis imut kayak marmut biar makin semangat🤭🤭


Follow IG me @Thalindalena


Happy Reading


"Boleh kok,boleh" Ucap Anita tersenyum mengerikan.


"Awwww" Pekik Aldo saat jari lentik itu mencubit perutnya .


"Ishh,sakit banget Yank,udah kayak kepiting aja cubitan mu itu" Dumel Aldo sambil mengelus perutnya yang terasa panas.


"Tuh,kan merah" Keluh Aldo saat menyibakkan bajunya keatas memperlihatkan otot perutnya yang Sixpack dan di perut bagian kiri terdapat ruam merah akibat cubitan Anita.


Bukannya merasa bersalah Anita malah tertawa terbahak.


"Rasakan,abisnya mesum terus " Bahkan Ibu hamil itu menjulurkan lidahnya kemudian berdiri dan pergi menuju kamarnya.


"Ish,dasar ini nama nya KDRT" Gerutu Aldo. Kemudian menyusul Anita.


"Tuan" panggil Luna saat melihat Aldo akan menaiki tangga.


"Ya ?" Aldo menghentikan langkahnya.


"Em,ini saya membuat kopi untuk Anda".


"Ck" Decak Aldo. "Apakah aku memintanya?" Luna menggeleng.


"Lalu ?" Aldo berpura-pura bodoh,padahal Aldo tahu jenis wanita apa Luna itu.


"Saya,hanya berinisiatif saja,Tuan"


"Oh,ya ?" Luna mengangguk.


"Apakah tidak ada maksud lain?" Aldo kini memberi tatapan yang sangat tajam dan mengerikan.


Luna menelan Salivanya kasar. Apakah rencana sudah tercium oleh Aldo.


"Tentu saja tidak,Tuan" Ucap Luna berusaha tenang.


"Baik,lah" Aldo mengambil secangkir kopi yang ada di tangan Luna.


Wanita itu tersenyum senang,ia berpikir Aldo menerima Kopi buatannya tapi ternyata dugaanya salah.


Aldo menghirup Aroma kopi tersebut,tidak ada yang aneh dari baunya seperti kopi pada umumnya.


"Aku ingin kau meninumnya terlebih dahulu" Aldo menyodorkan kopi tersebut kepada Luna. Membuat Wanita itu mengerutkan alisnya,bingung.


"Begini, rasa kopi itu akan jauh lebih manis jika kau meminumnya terlebih dulu" Bohong Aldo sambil tersenyum manis,bahkan Aldo ingin muntah saat mengucapkan kalimat itu.

__ADS_1


"Benarkah?" Aldo mengangguk sambil mengerlikan sebelah matanya dan itu membuat Luna tersipu.


"Baiklah" Luna mengambil Kopi tersebut lalu menyesap kopi tersebut.


Kita lihat sejauh mana kau bertindak. Batin Aldo.


"Sudah,Tuan" Luna menyerahkan kopi itu kepada Aldo.


"Em,sepertinya aku sudah tidak berselera lagi" Tolak Aldo sambil melihat wajah Luna mulai memerah.


Sial,aku terkena jebakanku sendiri,obatnya mulai bereaksi. Umpat Luna dalam hati.


"Hei,kau tidak apa-apa?" Tanya Aldo saat melihat Wajah Luna semakin merah dan bulir keringat di keningnya.


"Ti tidak Tuan"Jawab Luna terbata.


"Baiklah,kalau begitu aku menyusul istriku" Pamit Aldo,kemudian melanjutkan langkah kakinya menaiki tangga.


Aldo tersenyum puas saat melihat wajah Luna tadi,dugaanya tidak salah jika Luna adalah Wanita Ular.


"Senjata makan tuan" Batin Aldo.


"By" Panggil Anita saat melihat Aldo memasuki kamar.


"Sayang ?" Aldo menghampiri Anita yang tengah duduk di tepi tempat tidur.


"Sini lihat perutmu" Anita menyibakkan baju Aldo.


"Tapi-"


"Sttt,aku tidak apa-apa,hanya luka kecil" Ucap Aldo,saat melihat kecemasan di wajah sang istri.


"Hei,kau mau apa?" Pekik Anita saat Aldo merebahkannya di tempat tidur.


"Mau jadi bayi" Ucap Aldo menyibakkan Dress yang dikenakan Anita.


"Diam,sayang. atau aku akan melakukan hal yang lebih" Ancam Aldo dan berhasil membuat Anita berhenti memberontak.


🌷🌷🌷🌷🌷


Luna sangat kesal sekali karena rencananya gagal total. Itu karena dirinya sendiri yang bodoh karena termakan rayuan Aldo.


Sungguh tidak menyaka jika Aldo mengetahui rencana busuknya lebih dulu, ia harus memikirkan cara lain untuk mendapatkan Aldo.


Sial !!! Obat ini benar-benar membuat ku frustasi. Umpat Luna,berjalan tertatih menuju gudang belakang.


"Lun,kau tidak apa?" Seorang bodyguard berbadan tinggi dan berkulit hitam menepuk bahunya.


Luna menggeleng,ia merasakan sentuhan tangan dibahunya membuat darahnya berdesir hebat.

__ADS_1


Aishh,obat sialan. Mau tak mau Luna melampiaskannya kepada bodyguard jelek tersebut,menurut Luna.


Dari pada ia harus mati karena obat sialan itu.


Luna membalikkan badannya kemudian menerjang bodyguard tersebut dengan ganas.


Bagai kucing di kasih ikan asin,Bodyguard tersebut tak menyia-nyiakan kesempatan dan menggendong Luna menuju Gudang di belakang rumah besar tersebut.


Saat sudah sampai di gudang belakang Bodyguard itu yang sudah lama mendambakan tubuh Luna pun langsung melempar Luna di kasur lantai yang sudah terlihat lusuh. Dan permainan pun dimulai dimana Luna bermain Pro dan sangat memuaskan Bodyguard tersebut,pada akhirnya mereka melakukannya berkali-kali hingga sore hari.


Luna menerjabkan kedua matanya dan melihat di pinggangnya ada tangan besar dan hitam melingkar disana. Seketika ia langsung mendorong pria tersebut.


"Kau,sudah bangun?" tanya bodyguard tersebut.


"Jangan,dekat-dekat dasar buruk rupa" Umpat Luna. Saat Bodyguard tersebut akan mendekati Luna.


"Apa kau bilang? Buruk rupa? " Bodyguard tersebut menggertakan giginya,kesal sudah pasti karena mulut Luna selalu pedas dan selalu menghinanya.


Bodyguard tersebut menarik Luna dan menindih Luna,kemudian terjadilah adegan iya-iya yang membuat Luna terbuai akan sentuhan Bodyguard tersebut.


Awalnya Luna memberontak tapi lama kelamaan Luna pasrah bahkan membalas setiap pagutan dan gerakan yang dilakukan Bodyguard tersebut.


Sementara itu dikamar utama Aldo, masih asik dengan kegiatannya,membuat Anita sangat kesal karena buah cerinya sudah terasa sangat kebas.


"By,udah" seraya mendorong kepala Aldo.


"Belum kenyang" Ucapnya kemudian memasukan buah ceri itu kedalam mulutnya lagi.


"Gimana mau kenyang,jika yang kau hisap tidak keluar sarinya" gerutu Anita,memukul punggung Aldo.


Aldo mendongak saat mendengar sang istri menggerutu,kemudian ia menutup membenahi pakaian sang istri.


"Kau tahu aku saat ini sedang kesal" Aldo membenamkan wajahnya di dada Anita yang empuk.


"Hem ? " Anita menaikan sebelah Alisnya.


Kemudian Aldo menceritakan Luna yang akan menjebaknya dengan obat Lucknut.


Aishh,Anita sangat geram,lagi-lagi obat luknut itu. Beruntung Aldo tidak terjerat dalam jebakan Luna. Tidak seperti Bram yang bodoh !.


"Ini tidak bisa,dibiarkan" Ucap Anita kemudian mengambil ponselnya di nakas dan menghubungi seseorang.


Habis kau Luna !!


Jangan lupa like,komentar dan vote ya.


Sebentar lagi rilis Kisah Doni dan Citra ya Readers.


Dikisah Doni dan Citra ini Author akan megobrak-abrik hati kalian 🤭🤭

__ADS_1



__ADS_2