
Seorang pria sedang berpacu diatas tubuh wanitanya. Peluh membasahi tubuh keduanya dan ******* demi ******* terus menggema di kamar itu.
"Ah,By. Aku lelah".
"Aku belum,sebentar lagi Sayang" Ucap Aldo terus berpacu diatas tubuh istrinya.
Aldo membuktikan ucapannya jika dirinya akan meminta 2 ronde setiap malamnya,hingga membuat tubuh Anita terasa remuk.
"Ahhhhh" Aldo mengerang panjang dan menghentakan hingga mencapai titik yang paling dalam. Setelah tuntas,ia menggulingkan tubuhnya di samping istrinya.
"Terimakasih" Aldo mencium bibir dan kening Anita,lalu merengkuh tubuh polos istrinya.
"Tubuhku rasanya remuk !" Kesal Anita.
"Itu sudah resiko karena mempunyai suami Hiper Sx Seperti diriku" Ucap Aldo mengecup pipi istrinya mesra.
"Humm. Aku selalu siap melayanimu setiap saat,awas saja jika kau berani nyeleweng" Ancam Anita.
"Tidak akan pernah,Satu sudah cukup. Apa lagi kau selalu memuaskan ku" Ucap Aldo serius,sambil mengusap peluh yang ada di kening Anita.
"Tidurlah,sudah malam" Ucap Aldo mengusap lembut kepala Anita yang tidur berbantalkan lengannya. Dan benar saja baru beberapa menit istrinya sudah pulas.
"Aku sangat mencintaimu" Aldo mengecup bibir Anita sekilas. Lalu ikut menyelami mimpi bersama istrinya.
Pagi hari menyapa,seperti biasa sebelum berangkat sekolah,Encus memandikan baby Ken terlebih dulu.
"Nah dedek udah wangi. Humm harumnya" Encus menggendong Baby Ken yang baru berusia tiga bulan itu,sambil menguyel-uyel pipi embulnya.
"Nanti kalau kakak sekolah,dedek enggak boleh nakal ya sayang" Ucap Encus pada baby Ken. Baby Ken merespon dengan senyuman sambil mengempeng jempolnya.
"Encus,apa sudah siap? "Rosma mendekatinya dan menggendong Baby Ken.
"Iya Oma,sudah tinggal ganti seragam aja" Jawab Encus.
"Ya udah,sana" Ucap Rosma dan membawa baby Ken keluar kamar.
Setelah memakai seragam sekolahnya dan membawa tas ranselnya,Encus menuruni tangga dan menuju ruang makan.
"Encus,ingat omongan Mbak,kemarin" Anita mengingatkan,saat sudah selesai makan sarapannya.
"Iya Mbak" Jawab Encus.
"Emang omongan apa ?" Tanya Aldo penasaran.
Sedangkan Rosma mengingat kan Anita dengan bahasa isyarat menyuruhnya untuk diam,tapi Anita tidak mengerti dan tetap melanjutkan ucapannya.
"Itu lho mas,Bram kayaknya suka deh sama Encus dan aku cuma ngingetin agar Encus enggak dekat-dekat sama dia" Jelas Anita.
__ADS_1
Drakkkkk
Aldo berdiri dan menggeser kursinya dengan kasar dan menatap tajam Istrinya.
"Encus,jangan dengarkan Anita ! Jika kamu juga suka sama dia dekati dan pepet dia kalau perlu kalian bisa sampai menikah" Ucap Aldo menggebu.
"Mas,kok kamu git-".
"Apa !!! Kamu masih suka sama pria itu ? ".
"Sayang enggak gitu -".
"Oh pantas saja kamu ngelarang Encus buat ngejauhi Bram !" Seharusnya Anita sudah paham sifat suaminya yang pecemburu dan terlalu over.
"Sayang,dengerin aku dulu" Anita mengejar Aldo yang sudah berjalan keluar rumah.
"Sayang,please dengerin aku dulu" Anita memohon sambil mengetuk kaca mobil Aldo. Aldo tidak mendengarkan istrinya,ia melesatkan mobilnya begitu saja bahkan ia lupa berpamitan kepada anaknya.
Sedangkan Rosma mengusap keningnya,saat melihat anak dan menantunya berdebat.
"Oma,maafin Encus" gadis itu merasa tidak enak hati,karena dirinya lah majikannya bertengkar.
"Tidak apa-apa. Bukan salah kamu dan ini hanya kesalah pahaman saja antara Aldo dan Anita"Jelas Rosma.
"Sudah berangkat sana. Nanti kamu telat lagi".
"Mbak,maafin Encus" Ucap Encus saat akan keluar rumah bertepatan Anita juga akan memasuki rumah.
Anita mengulas senyum. "Bukan salah kamu,ini hanya kesalah pahaman. sudah sana sekolah" Ucap Anita sambil mengelus kepala Encus yang tertutup hijab.
π·π·π·π·π·
Encus berjalan menyusuri jalan karena semua angkot yang melintas selalu penuh.
"Ya allah,bagaimana ini ? Mana udah jam setangah tujuh lagi" keluh Encus.
Disisi lain Bram yang akan berangkat bekerja menaiki mobil mewahnya,saat melintasi pertigaan jalan di dekat lampu merah melihat seorang gadis memakai seragam putih abu-abu yang sangat di kenal nya,tanpa berpikir panjang ia menghampiri gadis itu.
Tot
Tot
Bram membunyikan klakson mobilnya dua kali,membuat gadis itu terperanjat kaget. Lalu Bram menurunkan kaca mobilnya yang ada disis kiri.
"Ayo naik" Ajak Bram.
"Tuan ?" Encus sempat terkejut jika mobil yang mendekatinya adalah milik Bram.
__ADS_1
"Ayo naik !".
"Tapi -"
"Nanti kamu telat. Ayo aku antarkan". Encus berpikir sejenak lalu ia mengiyakan ajakan Bram,dari pada nanti telat dan mendapat hukuman dari guru BP yang super kiler.
"Pegangan ya, Aku mau ngebut" Ucap Bram kepada Encus yang sudah duduk di samping kemudi.
"Ah,Iya ! tapi nanti mobil Tuan rontok mesinnya" Jawab Encus dengan polos.
"Em itu" Bram menggaruk pelipisnya. "Kemarin sudah di servis".
"Oh,gitu ya ?" Jawab Encus,percaya saja. Yang penting dirinya sampai di sekolah tepat waktu.
Bram mulai menginjak pedal gasnya dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.
"Tuan" Encus memejamkan matanya dan kedua tangannya meremat sabuk pengamannya karena ketakutan.
"Buka matamu kita sudah sampai" Ucap Bram.
Encus pun segera keluar dari mobil Bram itu dan bernafas lega.
"Makasih Tuan" Ucap Encus.
"Iya,Nanti pulang jam berapa ?".
"Hah ?" Encus seolah tidak dengar pertanyaan Bram.
"Tidak,pulangnya hati-hati" Jawab Bram tergugup dan merutuki kebodohannya.
"Ah,iya sekali lagi terimakasih" Ucap Encus sambil tersenyum manis.
Senyummu mengalihkan dunia ku. Batin Bram terpesona.
Encus segera pergi dari sana sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.
"Ya allah,jantungku kenapa ya? " Encus memegang dadanya.
Sedangkan Bram baru tersadar jika Encus sudah tidak ada disana pun segera mengendarai mobilnya menuju kantornya.
"Itu Tuan Brewok,kemarin nyetir mobilnya kayak keong tapi sekarang kayak pembalap profesional" Gumam Encus.
"Mungkin karena Tuan Brewok nyetir mobilnya ugal-ugalan jadinya jantungku deg-degan gini" Gumam Encus.
Hayoo ada yang lagi jatuh cinta nihπ€π€π€
Jangan lupa hadiah sama like nya yaπΉπΉππ
__ADS_1