Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Melewati masa Kritis


__ADS_3

1 minggu kemudian


Pagi itu kabar bahagia kembali hadir di keluarga Sanjaya dan juga keluarga Ferdian. Anita telah melahirkan bayi yang berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,6 kg,dengan jalan operasi Caesar.


"Wah,lihat putraku sangat tampan sekali," Ucap Aldo kepada Sanjaya dan Rosma. Mereka mengerubungi bayi mungil itu yang terletak di dalam box bayi dan baru lahir 2 jam yang lalu


"Iya dia tampan sekali,selamat ya Nak," Ucap Rosma dengan tulus.


"Makasih Mah," Ucap Aldo mengusap sudut matanya yang berair.


"Kau sekarang mempunyai 2 putra," Ucap Sanjaya menepuk bahu putranya. "Tanggung jawabmu semakin besar," Lanjutnya lagi.


"Iya ,Pah," Ucap Aldo. Kemudian Aldo mengecup pipi putra keduanya dengan sangat lembut.


Ponsel Rosma berdering menandakan ada panggilan masuk. Rosma dengan cepat mengangkat panggilan itu.


"Ya baik," Ucap Rosma dan segera mematikan ponselnya.


"Pa,kita harus pulang karena Ken tak berhenti menangis karena mencari Anita dan Aldo," Ucap Rosma pada Suaminya,dengan sangat cemas.


"Al,mama dan papa pulang dulu ya. Kamu jagain cucu dan menantu mama dan kedua mertuamu juga sedang menuju kemari," Ucap Rosma.


"Ya,Ma. Tentu saja Aldo akan jagain mereka" Ucap Aldo. "Hati-hati nyetirnya Pa dan Aldo titip jagain Ken," Lanjut Aldo lagi.


"Pasti," Ucap Sanjaya,kemudian segera berlalu bersama Rosma.


Setelah Kedua orang tuanya keluar dari ruangan itu. Aldo mendudukan dirinya di kursi yang di samping tempat tidur pasien.


"Sayang,terimakasih karena sudah memberikan dua putra yang sangat tampan untukku," Aldo berbicara kepada istrinya yang masih memejamkan mata sambil mengelus lembut pipi istrinya yang Cubby.


Tekanan darah Anita tiba-tiba tinggi setelah melakukan opersi Caesar. Maka dari itu Anita di berikan obat penenang oleh dokter agar bisa beristirahat total dan supaya tekanan darahnya cepat turun.


Aldo tersenyum kemudian mencium seluruh wajah istrinya dengan rasa yang sangat bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain Encus tengah merasakan sakit di perutnya,setelah ia buang air kecil. Saat ini ia duduk di tepi tempat tidur sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Ya allah,rasanya sakit sekali," Keluh Encus,sambil terus beristigfar di dalam hati. Keringat sebesar biji jagung terus keluar dan menghiasi wajahnya.


"Astagfirullah," Encus sudah tidak tahan kemudian ia berteriak meminta pertolongan,karena pagi itu suaminya sudah pergi bekerja.


"Bi !!! Bii !!" Teriak Encus. "Astagfirullah,sakit sekali. Mas,ibu,ayah ini rasanya sangat sakit," Encus meremat sprei yang menjuntai di tempat tidur itu sambil menggigit bibir bawahnya.


"Ya Nya," Bi Yam datang terpongoh-pongoh masuk kedalam kamar majikannya.

__ADS_1


"Ya Allah,Nyonya kecil apa yang terjadi ?" Pekik Bi Yam,ketika melihat kondisi Nyonya kecilnya.


"Bi,sakit," Encus berkata dengan terbata,air matanya sudah tidak terbendung lagi.


"Den ayu,mau keluar kayaknya Nya," Ucap Bi Yam,mengusap keringat Encus.


"Tapi belum waktunya," Ucap Encus.


"Saya hubungi Tuan dulu ya Nya," ucap Bi Yam.


"Iya,aku sudah tidak kuat. Panggilkan supir Bi dan bawa aku kerumah sakit," Ucap Encus,dan di angguki Bi Yam kemudian memanggil supir untuk membawa Encus kerumah sakit,tapi Bi Yammenyuruh pelayan lain untuk menghubungi Tuan nya.


Ketika Encus diangkat oleh supir,mata Bi Yam membelalak sempurna ketika melihat tepi tempat tidur yang bekas diduduki Encus ada noda darah yang lumayan banyak.


"Nyonya kecil pendarahan," pekik Bi Yam,kemudian Bi Yam segera menyuruh sang sopir untuk membawa Encus kerumah sakit terdekat. Tak lupa Bi Yam membawa baju ganti Encus dan pakaian bayi di dalam satu tas yang lumayan basar.


Sedangkan Bram yang tengah melakukan meeting di ruangan dengan beberapa Klien nya, berdecak kesal karena ponsel Roy Asistennya terus berbunyi.


"Roy ! Apa kau tidak lihat jika kita sedang meeting !" Sentak Bram.


"Maaf Tuan,tapi ini ada telpon dari rumah anda," Ucap Roy dengan hati-hati sambil memperlihatkan layar ponselnya.


"Kenapa tidak bilang dari tadi !" Bram merebut Ponsel Roy dengan kasar kemudian mengangkat panggilan itu.


"Ya?" Jawab Bram. Tapi Wajah Bram berubah panik dan membuat para Klien nya dan juga Roy ikut panik.


Sesampainya di rumah sakit,Bram segera berlari menuju ruangan dimana istrinya di tindak lanjuti dan di sana sudah ada Bi Yam bersama sopir nya dan ada seorang dokter pria yang berbicara dengan Bi Yam.


"Apa yang terjadi Bi ? Dan bagaimana dengan istriku ?" Tanya Bram dengan suara bergetar. Bi Yam tidak menjawab tapi ia malah terisak dan menutup mulutnya.


Bram Yakin jika Istrinya tidak baik-baik saja.


"Maaf,anda suaminya tuan ?" tanya Dokter itu.


"Iya Dokter," Jawab Bram.


"Begini Tuan,istri anda kehilangan banyak darah karena pendarahan yang di alaminya,kondisi ini sering terjadi pada kehamilan di usia dini," Jelas Dokter tersebut.


"Dan kondisi istri anda saat ini sangat kritis dan kecil kemungkinan untuk bertahan," Ucap Dokter itu. Membuat Jantung Bram berdetak sangat cepat,air matanya luruh tanpa di minta.


"Kami hanya bisa menyelamatkan salah satunya saja,Tuan." Ucap Dokter dengan berat hati,dan membuat Bram semakin bergetar.


"Selamatkan Anak dan Istri saya ! Kau Dokter bukan ?! Jadi saya mohon selamatkan Mereka," Bram menangis meraung dan bersujud di bawah kaki Dokter itu.


Bi Yam sampai tidak percaya jika Tuannya yang arogant itu merendahkan dirinya.

__ADS_1


"Tuan jangan seperti ini," Ucap Dokter itu,kemudian membawa Bram untuk bangkit berdiri.


"Anda harus kuat dan berdoa untuk istri dan anak Anda," Ucap Dokter itu memegang bahu Bram.


"Saya akan mengusahakannya," Ucap Dokter itu tersenyum. "Tapi sebelum itu,saya meminta persetujuan anda untuk melanjutkan tindakan operasi Caesar," Ucap Dokter itu sambil menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Bram.


"Lakukan yang terbaik dokter," Ucap Bram dengan nada memohon. Kemudian menandatangani kertas itu.


"Kami butuh bantuan Doa dari kalian," Ucap Dokter tersebut,menatap satu persatu orang yang ada di hadapannya.


"Tentu Dokter " Jawab Bi Yam dengan nada yang bergetar.


Kemudian Dokter tersebut masuk kedalam ruangan Encus di tindak lanjuti dan tak berselang lama Dokter itu bersama beberapa perawatnya membawa Encus menuju ruang operasi.


"Sayang,bertahanlah demi anak kita," Ucap Bram,memegang tangan Encus yang terasa sangat dingin.


"Saya mau ikut masuk dokter," Bram memaksa,ketika Encus di bawa masuk kedalam ruang operasi. Tapi salah satu perawat wanita menahan Bram untuk tetap menunggu diluar.


"Nyonya kecil adalah wanita yang sangat kuat Tuan," Ucap Bi Yam menenangkan.


"Ya,dia adalah wanita yang sangat kuat dan tangguh,"


"Kita berdoa bersama-sama Tuan," ucap Pak Supir.


"Iya pak," Ucap Bram.


Ya Tuhan,aku mohon kepadamu selamatkan istri dan anak ku. Doa Bram dalam hati.


Setelah menunggu selama satu jam lebih,terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan itu.


Bram menangis haru ketika mendengar suara tangisan yang menggetarkan hatinya.


Dan tak berselang lama seorang perawat membawa bayi mungil itu keluar dari ruangan operasi tersebut.


"Tuan,putri anda sangat cantik seperti ibunya dan sehat dan juga semuanya sempurna," Ucap perawat tersebut,sambil menyerahkan bayi itu ke tangan Bram.


Dengan bergetar Bram menggendong Bayinya yang sudah bersih dan terbungkus kain bedong itu.


"Terimakasih suster," Ucap Bram,kemudian mencium bayi tersebut dengan penuh kasih sayang.


"Lalu bagaimana keadaan istri saya Sus ?" Tanya Bram.


"Alhamdulillah,Istri Anda sudah melewati masa kritisnya Tuan," Ucap perawat tersebut.


"Alhamdulillah,Ya allah,"

__ADS_1


Dah puaskan Encus baik-baik saja😁


Maka dari itu kasih Vote dan hadiahnya dong.


__ADS_2