Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Pelayan dadakan.


__ADS_3

Happy Reading...


Di rumah, Cintya kembali bersitegang. lagi-lagi Elvira berhasil menyulut emosi Cintya yang mengakibatkan wanita itu harus merasakan panasnya tamparan Cintya.


"Kalo kamu mau tinggal di sini, bersikap manis lah dan jaga sikap mu."


Cintya mengacung kan jari di depan wajah Elvira pertanda ia tak main-main dengan ucapan nya.


Elvira memegang pipinya yang terasa memar. matanya memandang tajam pada Cintya yang masih di liputi kemarahan.


"Tak peduli atas ijin siapa kamu tinggal di sini, tapi satau hal yang harus kamu ingat. kamu cuma benalu dan harap di ingat sama otak kamu yang dangkal itu, kamu harus terima apapun yang di berikan dan tak perlu menuntut termasuk di mana kamu tidur."


Cintya sangat marah lantaran Elvira menolak kamar tamu yang ada di bawah. dan dengan santainya ia memindahkan barang-barangnya di kamar yang bersebelahan dengan pribadinya dengan Dewa.


"Setelah Dewa pulang, kita akan pendengar keputusan nya. apakah aku tetap tidur di sini atau di kamar atas. atau mungkin di kamar utama."


Pendengar kalimat terakhir Elvira, hati Cintya semakin meradang.ia hampir saja tak dapat mengontrol dirinya.


Enak saja mau tidur di kamar utama.


"Jika seperti itu maumu maka jalanmu kesana tak akan mudah nona," ancam Cintya dengan seringai menakutkan di bibirnya.


"Bibi, angkat barang-barang nya yang di kamar atas dan bawa kesini. cepat. dan jika ia menolak, kalian boleh menyeretnya."


Titah Cintya yang langsung pergi dari kamar itu. bibi dan Fira yang tak pernah melihat kemarahan nyonya muda nya itu hanya mampu melongo.


"Wih, nona Cinta keren kalo/lagi marah." bisik Fira di telinga wanita berusia empat puluh lima tahun itu. mereka berdua naik ke lantai atas untuk mengambil barang-barang milik Elvira.


"Aku belum lihat nona semarah ini, tapi aku gak heran mengingat bagaimana nyonya menyingkirkan Nona Isabel yang berusaha menggoda tuan." jawab bibi penuh kekaguman.


"Nona Isabel itu siapa Bi," tanya Fira yang memang belum pernah mendengar kisah Isabel.


"Nona Isabel itu puteri dari saudara jauh yonya Graciela, Mama Den Dewa. tapi dia tertarik sama Den Dewa dan naasnya malah terciduk non cinta."


"Sekarang dia di mana bi?"


"Siapa? nona Isabel? non Cinta menikahkannya dengan pria yang memiliki dendam masa lalu padanya." jawab bibi seadanya.


"Wah, jika sama irang dekat saja non Cinta berani apalagi dia yang cuma orang asing."

__ADS_1


"Iya benar, tapi sudahlah terserah non Cinta mau berbuat apa kita dukung saja."


"Iya Bi, kita tak akan membiarkan rumah tangga majikan kita yang begitu baik terganggu hanya karena orang-orang tak bermutu itu."


Obrolan yang bertajuk gosip itu pun mengalir begitu saja. mereka tak sadar jika Elvira yang menyusup mereka ke lantai atas, diam-diam mendengarkan.


"Siapa sebenarnya cinta ini?" isabel bertanya dalam bentuk gumaman.


*


*


*


Selang beberapa jam setelah pertengkaran kecil itu, Dewa pulang dari kantor. hari sudah beranjak petang saat pria itu sampai di rumah. dan seperti biasa ia akan mencari Cintya dari pertama ia menginjakkan kaki di dalam rumah.


"Cinta.. cinta.." teriak Dewa seperti anak kecil yang mencari ibunya.


"Kau mencariku?"


Dewa terkesiap dengan suara yang menyapa pendengarannya.


"Selamat malam Dewa, kau baru pulang?"


"Ya tadi aku masih harus meyelesaikan sedikit masalah bersama Asistenku." jawab Dewa tanpa melepaskan pandangannya dari Elvira.


Menerima tatapan seperti itu Elvira memasang senyum terbaiknya. ia menunduk malu-malu sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. seperti seorang remaja yang sedang bertemu pemuda impiannya.


"Apa aku menganggu acara kalian?" Cintya berhasil memutuskan momen yang sangat Elvira sukai itu.


"Sa_"


Dewa menghentikan ucapannya. ia sampai melongo melihat penampilan Cintya di hadapannya.


Permainan apa lagi ini Ya Tuhan.


"Saya hanya ingin bilang jika nyonya Adisti tidak pulang malam ini," ucapnya mendahului Dewa. "jadi malam ini saya yang akan menemani si kembar."


Dewa menaikkan sebelah alisnya. melihat penampilan Cintya yang memakai seragam suster yang sangat pendek. bahkan saking pendeknya, Dewa mungkin akan melihat area pribadi istrinya itu saat menungging.

__ADS_1


"Apa ini seragam baru?" tanya Dewa dengan pandangan penuh minat.


"Apa anda menyukainya?" timpal.Cintya dengan senyum genit.


"Yah, mungkin nanti aku akan melihat pantas tidaknya pakaian itu di tubuh mu." Dewa meremas nakal pantat Cintya di hadapan Elvira yang ternganga di tempatnya.


"Tentu saja aku akan sangat senang anda melakukannya." Cintya berlaku seperti pelayan yang menggoda majikannya.


Elvira mengeram tertahan di tempatnya. tangannya mengepal karena merasa kalah cepat menggoda Dewa. oadahal saat ini iapun berpakaian tak kalah seksi.


"Aku akan menunggumu di atas," Dewa mengering nakal yang di balas dengan senyum menggoda dari sang pelayan dadakan.


Dewa pergi setelah memberikan kecupan ringan di bibir mungil Cintya. pria dengan penampilan masih rapi itu naik ke lantai atas dimana kamarnya berada. tangannya yang bebas membuka simpul dasinya yang seharian belum ia lepaskan.


"Cinta,, cepatlah!" teriaknya lagi dari lantai atas.


"Sebentar tuan!" jawab Cintya khas seorang pelayan.


"Kau membuatku mengerti bahwa kau juga mengincar kedudukan di rumah ini," ejek Elvira dengan sinisnya.


"Seperti halnya dirimu yang begitu menginginkannya, seperti itu juga aku yang akan mempertahankannya." jawab Cintya tak kalah sinis.


"Kalau begitu kau akan lihat bagaimana Dewa yang tak akan melirik lagi padamu."


"Kau begitu percaya diri Elvira, kau tak tahu apapun tentang tuan di sini."


"Aku akan segera mengetahuinya."


"Kau akan membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan itu." Cintya melirik pada perut Elvira yang membuncit.


"Sialan!" umpat Elvira gusar.


"Dan sialnya lagi aku tak akan memberimu kesempatan!" cibir Cintya tepat di hadapan Elvira dengan senyum penuh kemenangan.


"Tuaaan, I'm cooomiiing!" Teriak Cintya riang menyusul Dewa ke kamarnya, tepatnya kamar mereka berdua.


***


Dahlah! terserah kalian...

__ADS_1


__ADS_2