Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Kejahilan Cintya.


__ADS_3

"Kalian berdua ngapain di sini?"


Dua manusia dalam mobil itu berjingkit mendengar sapaan dari luar mobil.


Seperti ada biji buah kedondong yang bersarang di tenggorokan nya, Dewa kesulitan menjawab. ia merasa nyawa nya di ujung tanduk.


"Itu bang, kita lagi cari_"


"Cari motor Alex yang hilang." Dewa mendahului cerita Alex sebelum manusia setengah nyawa itu kelepasan bicara.


"Beneran? kok bisa." Leo sedikit tak percaya apalagi gelagat yang mereka tampilkan. Dewa garuk-garuk sedangkan Alex hanya nyengir.


"I_iya bang," Jawab Alex meyakinkan setelah Dewa melemparnya dengan lirikan.


"Ya sudah, kita pergi bang," Pamit Dewa sebelum Leo bertanya macam-macam.


"Gak mau masuk dulu?"


Cepat cepat Dewa menghidupkan mobilnya sebelum ia tak mampu menolak tawaran Leo. bisa makin kacau masalahnya kalau ia tahu adiknya pergi dari rumah karena marah.


"Kapan-kapan deh, keburu jauh motornya Alex." tolak Dewa lagi. ia sudah merasa jika Leo pasti tak akan percaya dengan cerita karangannya.


Menangnya sejak kapan pencarian motor hilang di lakukan di jalanan perumahan. sungguh alasan yang tak masuk akal.


Dewa sudah bersiap memutar kemudinya, sebelum kemudian Leo menghentikannya.


"Gimana kabar Cintya dan anak-anak?"


"Me_mereka baik bang," Dewa memaksakan menarik ujung bibirnya. tersenyum kaku.


"Kakek kangen sama mereka, nanti sore bawa mereka kesini."


Mampus gue!


"I_iya bang, nanti gue antar mereka." jawab Dewa cepat. lebih tepatnya cepat-cepat ia menghindari banyak kata dengan Leo. saudara iparnya itu sangat pandai membaca situasi. apa lagi jika menyangkut masalah adiknya. ia seperti memiliki indra pengintai.


Dewa sudah menjalankan mobilnya sebelum Leo melemparnya dengan kata-kata yang apabila di dengar Dewa sudah tentu membuat pria itu berjingkrak.


"Motor ini kan yang kalian cari," ucapnya sambil menaiki motor yang ia ambil dari bandara satu jam yang lalu.


Cintya memang tak mengatakan apapun. ia hanya menceritakan kesal karena Dewa lebih mementingkan pekerjaannya dari pada dirinya dan anak-anak.

__ADS_1


***


Cintya benar-benar keluar dari Jakarta. saat ini dia udah turun dari pesawat. bukan di kota Lombok yang Alex cerita kan. melainkan ia berada di Bandara Juanda kota surabaya.


"Fir, kita cari hotel dulu ya, sambil nunggu jemputan." Cintya mendorong stroller yang berisi dua anaknya. sementara Fira membawa barang-barang nya.


"Berapa lama kita di sini Non,"


"Gak lama, mungkin dua bulan."


Fira terperangah dengan mata membulat. dua bulan yang katanya tidak lama.


"Non Cinta yakin meninggal kan bapak selama itu, bagaimana jika Elvira memanfaatkan keadaan." tutur Fira berusaha menasehati.


"Biar saja, kita lihat apa yang akan kakak lakukan jika aku meninggalkannya selama itu." seolah tanpa beban. meski sebenarnya ada kekhawatiran yang melintasi hati ibu muda itu.


"Tapi saya rasa waktu dua bulan itu terlalu lama, dan Elvira pasti akan berusaha menggoda Bapak." tutur Fira lagi, masih berusaha membuat Cintya merubah keputusannya.


"Jika Kakak memang mau meladeni Elvira ya biar saja, kita lihat saja apa yang akan terjadi pada nya." jawab Cintya sekolah memiliki sebuah rencana yang akan membuat Dewa menyesal.


"Kalau saya rasa, Bapak tak melakukan apapun di hotel seperti yang Nona lihat."


"Aku tahu, tapi masalahnya ia terlalu memberikan ruang untuk Elvira. dia tidak tahu saja jika Elvira sedang membodohi nya."


"Yang di kandungan Elvira itu bukan anak Antoni seperti yang selama ini kami pikir, ia hanya sedang memanfaatkan musibah yang Antoni alami." jelas Cintya panjang lebar. saat ini mereka sudah berada di depan hotel kecil di Surabaya.


Cintya sengaja memilih hotel kecil agar Dewa tak mudah melacaknya. dan ia juga sengaja meninggal kan ponselnya di rumah dan membeli ponsel baru untuk menghubungi Leo.


"Bagaimana Nona bisa tahu?"


"Aku bertemu dengan pria di rumah sakit. dan aku juga tak sengaja melihatnya bersama Elvira. di pertemuan kedua kami, ia menceritakan semuanya. tapi ia tak tahu jika aku juga terlibat di dalamnya."


"Tapi kenapa Nona malah pergi, bukannya memberi tahu Bapak."


"Biar saja, lagian siapa suruh sikapnya manis banget. lagian kakak gak akan tertarik pada wanita seperti Elvira. Isabel saja tak mampu membuatnya tertarik apalagi Elvira yang murahan itu."


Fira hanya mampu menurut. sepertinya dia juga akan mengalami kegalauan karena jauh dari Jojo. pria yang baru menikahinya satu bulan lalu.


***


Di rumah, Dewa benar-benar di buat takjub oleh kelakuan istrinya. bagaimana tidak. saat ia kembali ke rumah mereka, di lihat nya pakaiannya sudah tak bersisa kecuali pakaian yang sudah tak terpakai.

__ADS_1


Dewa berdecak. ia terpaksa memakai kembali pakaian yang baru saja ia pakai. niatnya ia hanya mampir lalu pergi lagi. tapi karena ia merasa gerah dan harus mandi, maka ia melakukannya.


"Cintaaaaa, niat banget sih mau bikin susah. awas saja nanti kalo ketemu." geram Dewa tertahan.


Dengan menahan segala kekesalan di hatinya, Dewa keluar dari rumah itu tanpa mempedulikan Elvira yang memanggilnya.


"Dewa, tunggu!" Elvira berlari kecil mengejar. "mau ke mana?"


"Ke rumah besar." jawabnya acuh sambil masuk ke dalam mobilnya.


Ia harus mengejar penerbangannya menuju Lombok seperti yang di katakan Alex. tapi Cintya sungguh membuatnya terhambat karena tingkahnya.


"Lalu aku bagaimana?" rajuk wanita itu berusaha menarik perhatian.


"Kamu yang mau tinggal di sini, jadi ya sudah kamu di sini saja."


"Apa kau tak akan menemaniku?"


Memang apa tanggung jawab Dewa padanya selain tanggung jawabnya pada bayi yang ada dalam kandungan wanita itu.


"Aku ada urusan penting."


Dewa sudah tak mempunyai keinginan untuk meladeni wanita itu. yang ada di pikirannya saat ini adalah mengejar Cintya ke Lombok. ia harus membawa keluarga kecilnya kembali sebelum Eyang Herlambang mengetahui masalah ini.


Mobil Dewa meluncur kencang membelah jalanan sore yang mulai ramai. ia benar-benar di buru waktu. belum lagi ia harus mampir ke apartemen yang lebih jauh untuk mengambil pakaiannya. jika harus ke rumah besar, sudah pasti ia akan bertemu dengan Eyang. dan itu terlalu beresiko.


Dan sesuatu yang tak di harapaknnya pun terjadi. bagus sekali karena ia terjebak dalam kemacetan. semakin kesal saja hatinya. waktu seolah-olah sedang mengejeknya.


Dewa telah sampai di Apartemen. hanya satu tujuannya saat ini yaitu lemari pakaian. dan_.


"Cintaaaaa!" suaranya menggema di lantai lima belas gedung Apartemen mewah itu.


Sedangkan Sang pembuat onar saat ini sedang terbahak-bahak di dalam kamar hotel setelah ia mendapat telpon dari bibi melalui Ponsel Fira.


"Sepertinya suamiku yang kaya raya itu mendadak miskin karena tak mendapatkan pakaian ganti di rumah maupun di apartemen."


***


Mampus Dewa gak punya pakaian ganti, ada yang mau sumbangan baju buat Dewa? eh hadiah maksudnya.


__ADS_1


Muka kusut Dewa, masih cakep.


__ADS_2