Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Dia lagi!


__ADS_3

"Gimana lex?"


"Tenang bos, sekarang Elvira sudah benar-benar di nyatakan gila dan sekarang sedang menjalani perawatan di rumah sakit jiwa." tutur Alex menejelaskan siapa dalang di balik kecelakan yang Dewa alami.


"Ya Tuhan Elvira," Dewa mendesah berat menyesali yang terjadi. " lalu bagaimana dengan bayinya."


"Alvaro sudah membawa bayi itu sejak elvira melahirkannya."


Dewa mengangguk lega, "Jadi itu benar anaknya?"


"Ya, dan elvira sudah mengakuinya sebelum bayi itu lahir. Elvira sengaja melakukan itu agar tak terbebani oleh bayinya dan_" Alex menggantung ucapannya membuat Dewa mengernyitkan dahi karena Alex tak segera meneruskan ucapannya.


"Apa lex?"


"Dia memang merencanakan ini. dia berniat menyingkirkan nyonya."


Dewa menggeleng menyesal. iya selalu saja tak percaya lebih tepatnya menolak percaya.


"Kurang ajar sekali dia, apa yang ada di otak wanita itu ."


"Harta dan tahta, Elvira sangat berambisi untuk menjadi kaya. dan itu sudah sangat menganggu pikirannya."

__ADS_1


"Bukankah dia juga berasal dari keluarga berada?"


"Itu semua bohong."


"Lalu wanita itu, yang menjadi ibunya?"


"Itu hanya settingan."


Dewa meringis tak mempercayai semua yang ia dengar. dia adalah pria pintar dan juga tenar. tapi justru di bodohi dua wanita gila. bukankah ini sangat menggelikan.


Alex melihat Dewa yang terdiam setelah ia menceritakan semuanya. lalu ia memberikan berkas dan juga foto-foto yang merupakan bukti bahwa Elvira adalah pelaku dari kecelakan yang mereka alami. bahkan kecelakan kerja yang mengakibatkan Antoni meninggal.


Dewa meremas jemarinya sendiri menahan gejolak hati yang sangat ingin marah.


"Kurang ajar sekali dia, pastikan jika ia menerima hukumannya."


Setelah itu,Dewa kembali ke meja kerjanya dan Alex pamit kembali ke ruangannya.


Beberapa jam berlalu, matahari menampakkan kecantikan berwarna jingga. pertanda hari telah menjelang sore.


Banyaknya pekerjaan membuat Dewa lupa waktu dan tiba-tiba saja ia merasa seperti terbangun dari tidur saat mengingat istri dan ketiga anaknya. Cintya pasti sedang menunggunya. ia berjanji tak akan lebih dari delapan jam kerja. dan sejarang ia bahkan lupa untuk menelpon.

__ADS_1


Dewa mengumpulkan semua pekerjaan yang masih berantakan di atas meja kerjanya. ia menyambar kunci mobil dan memakai jasnya. ia ingin segera pulang. selain memang harus ia juga sangat merindukan bayi kecilnya. bayi yang seharusnya terlahir kembar laki-laki, kini hanya tinggal satu. akibat kecelakaan itu.


Rama Satya Herlambang, nama putra ketiganya. yang memiliki delapan puluh persen kemiripan dengannya. Dewa sangat bahagia sekaligus bangga.


Matahari sore yang mulai tenggelaam menjadi pengiring saat roda mobil Dewa mengukir jejak di atas aspal. udara sore sudah mulai menurunkan suhu tak sepanas saat siang hari karena mendung juga Mai menghias cakrawala.


Dalam suasana seperti ini, Dewa mengingat kebersmaannya bersama Cintya sebum menikah. pertengkaran kecil selalu terjadi saat ia mengantar gadis pulang. betapa lucu dan menyenangkan saat itu, seorang pria dewasa yang harus bersanding dengan gadis yang kekanak-kanakan, selain keributan apa lagi yang akan terjadi


"Cinta.... Cinta"...


Dewa langsung meneriakkan nama itu saat ia mulai menapaki lantai dua rumahnya.


Di dalam kamar, Cintya mendengar tapi ia tak berniat untuk menjawab panggilan Dewa karena ia sedang berbicara dengan seorang wanita


"Sudah tua, gak usah teriak!"


Dewa menoleh tapi raut wajahnya tak menampakkan raut bahagia saat melihat seorang pria yang sangat ia kenal berada di rumahnya.


"Dia lagi!"


***

__ADS_1


__ADS_2