Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Tak pernah merasa seyakin ini.


__ADS_3

Jika sudah bosan dengan cerita ini cukup tinggalkan, jangan meminta saya untuk melakukan yang bukan keinginan saya.


*********


Happy Reading ..


Semakin sore, air pasang naik semakin tinggi. ia tak keberatan meski kakinya kini bersentuhan dengan air laut.


"Belum terlalu jauh, aku malah mau pergi ke China dengan berenang."


Sang pemilik suara tertawa tanpa suara.


"Sudah sore, pulang Yuk." ajaknya tanpa mendekat. ia masih bertahan beberapa langkah di belakang Cintya.


"Gak mau, aku mau menginap di sini." jawab Cintya ketus tanpa mengalihkan pandangan.


"Kalau begitu biar ku temani."


"Gak perlu, aku mau semedi sampai suamiku yang tampan itu datang." suara ketus itu masih terdengar lantang. namun itu terdengar sangat lucu di pendengaran pria yang sedang berjalan mendekat ke arah batu karang yang di duduki Cintya.


"Kalau dia tidak datang bagaimana?"


Bisik nya pelan di belakang telinga Cintya.


"Aku akan mencebur ke laut dan menjadi putri duyung di sana selamanya." Cintya masih tak peduli.dengan pria yang ada di belakangnya.


"Kalo kangen gimana?"


"Itu kan kata-kata aku," Cintya menoleh cepat hendak marah tapi urung karena melihat pria itu justru tersenyum padanya.


"Om!" Cintya melompat dari duduknya yang langsung di tangkap Dewa dalam pelukannya.


"Kapan datang?" Cintya memaksa bibirnya cemberut tapi nyatanya ia tak mampu. lengkungan di bibirnya membuktikan bahwa ia sangat bahagia.


"Tadi sewaktu kamu marah-marah sama Josh." Dewa mengelus pipi Cintya yang tampak memerah karena panas. "kenapa marah-marah? Josh kan baik." ujar Dewa dengan seulas senyum.


Cintya terdiam. ia tak tahu harus bercerita apa tidak tentang Josh malam itu. tapi jika Josh memang baik seperti apa yang di katakan Dewa, itu artinya suaminya itu telah salah menilai.


"Apa kakak yakin jika Kak Josh memang baik?"

__ADS_1


"Dia pria baik bukan cuma pada kita tapi juga pada Twins."


Cintya mengerutkan dahi tak mengerti. apa hubungannya si kembar dengan Josh.


"Kenapa kakak bilang begitu? dan kenapa kakak menyangkut pautkan anak-anak dengan Kak Josh?"


"Mau bicara di sini apa pulang?" tanya Dewa membalikkan tubuh Cintya. lalu kedua tangannya memeluk dari belakang sambil menatap ke arah laut yang semakin tinggi.


"Masih terang, aku mau di sini saja."


Cintya menyandarkan kepala, yang artinya ia ingin berlama-lama berada di sana bersama Dewa.


"Baiklah, akan kakak ceritakan semua."


Dewa terdiam untuk beberapa saat. ia menimbang-nimbang apakah akan menceritakan semua yang terjadi pada Josh, termasuk perasaan spesial pria itu atau hanya masalah kejutan Josh untuk si kembar.


Flash back on.


"Apa gue harus berterima kasih sama Lo?" Dewa berdiri bersisian dengan Josh menghadap laut.


Tak jauh dari tempat mereka berdiri, Leo menatap keduanya. bersiap jika dua sahabatnya itu akan berkelahi memperebutkan Cintya.


"Gue gak mengharapkan rasa terima kasih lo. gue tulus, dan gue senang lakuin itu." jawab Josh sangat tenang, berbanding terbalik dengan kicauan camar yang melayang di atas hamparan air laut.


"Lo punya hak buat marah sama gue, tapi lo gak berhak melarang hati gue buat mencintai." Josh membalas tatapan Dewa dengan mata berkaca-kaca. bukan karena ia akan menangis, tapi karena ia sedang menahan gemuruh hatinya agar tak terlihat lemah.


Dewa membuang pandangannya lurus ke depan. ia masih berdiri tegak dengan mengantongi sebelah tangannya yang terkepal.


"Ada banyak wanita di dunia ini, tapi kenapa harus dia?" tanya Dewa terdengar kecewa.


"Pertanyaan yang sama buat elo, ada banyak wanita yang lo kenal, kenapa harus dia yang lo pilih jadi istri lo." Alih-alih menjawab. Josh justru melontarkan pertanyaan yang jawabannya sudah tentu Josh ketahui.


"Gue gak mampu membohongi perasaan gue."


"Dan hati gue yang memilih untuk berlabuh padanya." Josh menyambar ucapan Dewa. sebelum Dewa menyelesaikan ucapannya.


Dewa hanya mengulas senyum tak percaya. lalu menggeleng. "apa lo sadar jika kita sedang di permainkan oleh takdir."


Josh menoleh namun tak menjawab.

__ADS_1


"Ada banyak wanita di dunia ini, tapi kita justru terperangkap oleh gadis kecil yang sama."


"Dan kita sangat menikmati permainan takdir."


Mereka berdua tergelak bersama. Dewa merasa ia tak berhak untuk melarang siapapun untuk mencintai. termasuk Josh yang menaruh perasaan sangat dalam pada Cintya. karena ia sadar siapapun tak akan bisa mencegah perasaan cinta yang tiba-tiba muncul dalam hati.


"Lalu masalah saham itu, lo yakin?"


Keberangkatan Dewa ke China memang untuk menghadiri peluncuran sebuah produk. tapi di sana ia di buat terperangah karena peluncuran itu di dedikasikan untuk si kembar. sebagai hadiah kelahiran putra dari wanita yang paling ia harapkan untuk menjadi ibu dari anak-anaknya. di sana pula Dewa mulai menyadari siapa wanita yang Josh simpan dalam hati. dan di saat itu pula Dewa langsung menyadari kenapa Josh sengaja menjauhkan dirinya dari Cintya. dan untuk masalah Desain yang di curi itu pun tak pernah terjadi. karena Alex sang Asisten durjana itu ada di balik hilangnya berkas penting itu.


"Gue gak pernah seyakin ini dalam hidup gue."


Tak tahu harus berkata apa, Dewa hanya merasa terharu atas perbuatan Josh. tak tanggung-tanggung Josh memberikan lima puluh persen saham miliknya pada Twins. dan untuk sementara ia lah yang mengambil alih tanggung jawab sampai Twins berumur dua puluh dua tahun. atau sampai mereka siap mengemban tugas.


"Ya sudah, lo cari istri lo. dia ngambek parah. gue sama Leo sampai gak tau harus ngadepin dia gimana." Josh meringis memaksakan senyum meski hatinya tersayat-sayat pedih.


"Josh, thank's." Josh berhenti saat mendengar ucapan terima kasih Dewa padanya.


"Jaga dia, jangan sampai gue dapat kesempatan rebut dia dari elo." Josh melanjutkan langkah setelah mengatakannya.


Dalam langkahnya, air mata Josh mengalir tanpa di minta. ia terus berjalan melewati villanya. ia mengambil arah berlawanan dengan kepergian Dewa yang mencari Cintya.


Flash back off.


Cintya tercengang mendengar cerita Dewa minus bagian Josh yang memiliki perasaan khusus padanya. ia sungguh tak percaya dengan apa yang Josh lakukan untuknya. dan tentang alasan pria itu melakukan semua itu.


"Jadi, kak Josh sengaja meminta pak Ken melakukan itu?" Dewa mengangguk dengan seulas senyum.


"Lagian kenapa juga harus lakuin itu, kita kan jadi rugi." Cintya mencebik.


"Ruginya di mana?" tanya Dewa bingung. menurutnya ia tak dirugikan apapun kecuali ia yang harus jauh dari Cintya selama satu minggu.


"Rugilah karena kita jadi berpisah. hampir saja aku bunuh diri karena kesal."


Dewa tergelak dengan ucapan absurd istrinya. "Sekarang gimana? masih mau bunuh diri?"


Cintya tersenyum nakal, "malam ini akan ada yang terbunuh di atas ranjang."


"Wow... menakutkan sekali." Dewa pasang muka takjub sekaligus takut di buat-buat secara bersamaan.

__ADS_1


***


Masih kesal sama Josh?


__ADS_2