Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Ada dendam yang harus di balas.


__ADS_3

Dewa telah sampai di toko perhiasan terbesar di Lombok. tapi sebelum ia membawa langkahnya masuk, ponselnya bergetar.


Alex menelponnya. dengan sedikit kesal ia menjawab. ada dendam yang harus di balaskan. begitulah kata hati Dewa.


"Kenapa Lex?"


"Gawat wa! gawat!" jawab Alex panik.


"Gawat kenapa?" tanya Dewa tak sabar.


"Gawat, pokoknya gawat!" hanya kata itu yang mampu Alex ucapkan. Membuat pria di seberang telpon itu harus rela menerima umpatan Dewa.


"Gawat kenape Lex, apa yang terjadi?" tanya Dewa mendadak cemas. ia takut jika ada kabar buruk dari Cintya atau si kembar.


"Papa Lo!"


"Papa, kenapa papa?" Suara Dewa meninggi. ia takut terjadi apa-apa pada papanya. meski ia tak pernah dekat, tetap saja Dewa khawatir.


"Papa lo ngamuk, beliau udah tau kalo bini lo kabur dari rumah." Alex tak kalah panik. lantaran ia juga tau tentang masalah itu. malah ia juga ikut-ikutan permainan Leo.


"Kok bisa, jangan-jangan lo yang bilang. iya kan?" tuduh Dewa dengan nada sengitnya.


"Enak aja lo main tuduh gue, justru tadi gue di interogasi. di tanya ini itu. gue kan juga takut."


Tanpa di lihat Dewa, Alex justru sedang memasang cengiran lebar. ia tidak benar-benar takut saat ini. karena. nyatanya papa Rendra hanya menanyainya tentang masalah rumah tangga Dewa dan Cintya.


Keringat dingin mengucur tanpa di minta. bagaimana pun Dewa tak akan pernah di anggap benar di hadapan dua pria penting itu. sihir Cintya telah berhasil membuat dua tetua di rumahnya bertekuk lutut pada sang menantu.


Cintya benar-benar berkiprah di dunia keluarga Herlambang.


"Papa tanya apa aja?" suara Dewa sedikit melirih. takut pun tak ada gunanya. ia hanya harus menyiapkan alasan saja. alasan yang bisa di terima maksudnya.


"Dia tanya tentang Elvira."


Dewa terperangah, bagaimana bisa pria itu mengetahui tentang Elvira.apa jangan-jangan Alex yang memberitahu.


"Kok papa jadi tahu masalah Elvira?" tanya Dewa dengan menuduh.


"Tau," Alex berkilah. tentu saja karena memang ia tak tahu masalah itu.


"Pasti elo yang ngadu sama papa, ngaku lo!" untuk kali ini tuduhan Dewa tak di tutup-tutupi lagi. percuma karena asistennya itu adalah tipe penghianat yang akan dengan senang hati membongkar aib Dewa jika di tanya oleh papa Rendra maupun Eyang Wisnu.


"Gak usah ngadi-ngadi lo, enak aja main tuduh!" Alex tak kalah sengit. untuk jadi ini dia memang tak bersalah.

__ADS_1


"Kalo gitu, dari mana papa tau Lex?" Dewa ketar-ketir. bagaimana jika yang mengadu adalah Cintya sendiri. jadi makin ruwet urusannya.


"Gue mana tau, mungkin bibi atau mamang yang bilang. tapi gue rasa mereka gak selancang itu telpon papa lo."


"Iya juga sih."


"Mending lo balik deh, gue serem ngadepin Om Rendra sendirian."


"Mana bisa Lex, gue belum ketemu sama Cinta."


"Sampe lebaran kucing juga gak akan ketemu kalo elo tetep di sana."


"Ya sudah gue balik habis ini deh,"


"Sekarang aja deh."


"Dah, gue mau cari sogokan dulu buat Cinta."


"Dih, main sogok sekarang lo!" Cibir Alex dari seberang. bisa di bayangkan betapa menyebalkannya wajah Alex saat ini.


Dewa ingin sekali mencakar muka asistennya itu andai mereka berhadapan sekarang.


"Buat mulusin jalan gue, apapun gue jabanin. dari pada puasa sebulan, lebih gak tahan gue. tapi awas aja kalo lo sampai ada campur tangan di balik tahu nya papa." ancam Dewa tak main-main.


Dewa harus menyelesaikan perburuan terakhirnya sebelum ia kembali ke tempat asalnya. yaitu mencari sesuatu yang semoga saja bisa melunakkan hati sang singa betina.


Sebuah toko perhiasan menjelang di hadapan Dewa. pria itu bergegas masuk rencana ia dingin membeli sebuah perhiasan atau apapun yang berhiaskan dengan Mutiara yang terkenal dengan keindahannya di kota lombok.


"Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?" rambut seirang pramuniaga.


"Bisa tunjukkan koleksi anda yang paling bagus." sengaja Dewa mengatakan seperti itu karena ia memang belum memiliki rencana apa yang akan ia beli.


"Mari silahkan," sang pramuniaga mengajak Dewa pada jajaran perhiasan, mulai gelang sampai bros. Dewa memindai semua barang-barang mewah itu satu persatuan. dan pilihannya jatuh pada sebuah gelang tangan yang bertahtakan intan dan satu ujungnya berhiasa mutiara hitam sangat cantik.


"Tolong yang itu," tunjuknyabpada benda yang di inginkan.


"Ini sepasang dengan cincin, apa bapak juga ingin mengambilnya?" tawar pramuniaga itu dengan sopan.


"Boleh," jawabnya dan langsung menggunakan buku cek.


"Terima kasih." Dewa melenggang pergi dengan menenteng paper bag yang cukup besar untuk ukuran sebuah kotak perhiasan.


"Kita kembali ke hotel pak." titahnya pada sang supir.

__ADS_1


***


Di lobi, Dewa di sambut oleh bisik-bisik dari dua orang wanita.pembicaraan yang sempat terjeda beberapa jam lalu kini kembali terdengar.


"Lo belym selesai cerita tadi." tanya Lucia pada rekannya.


"Oh iya, dia adalah pria yang aku lihat semalam di bandara." jawab wanita itu tanpa menghilang kan kekagumannya.


"Aku mau dapetin dia." ujarnya oenuh keyakinan.


"Silahkan saja jika kamu tak sayang nyawa." jawab Lucia dengan nada ketusnya.


"Lo kenapa jadi snewen sendiri?" tanya gadis itu lagi.


"Gue belum berhasil dapatin dia malah gue terdampar di sini."


"Maksud lo?"


"Gue kira dia gampang naik ke ranjangnya, ternyata gue salah. dia marah besar waktu gue coba godain dia dan berakhirlah gue di sini. untung gak di pecat."


Gadis di samping Lucia hanya mampu menelan ludah mendengar cerita teman seprofesinya itu.


"Dia setia banget ya?" Lucia mengangguk "Istrinya seperti apa?"


tanya-nya sedikit penasaran.


"Gak usah di tanya, karena dia spesial di hidup Pak Dewa."


Jawaban Lucia sudah mampu mewakili segala pertanyaan di benak gadis itu.


"Selagi ada kesempatan, gue akan manfaatin. gue mau ajuin mutasi ke Jakarta." tekadnya yang hanya mendapatkan reaksi gelengan kepala dari Lucia.


"Bego! cari mati!" umpat Lucia dalam hati.


***



Emak juga mau Wa gelang yang ono nohhh...


Lagi kehilangan mood saudara, maaf feelnya gak dapet. yang penting gak absen.


belike ya biar gak makin ancur moodnya.

__ADS_1


__ADS_2