Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Kau membuatku malu.


__ADS_3

Happy Reading...


Josh masih tampak tenang, membuat semua yang ada di sana menjadi bertanya-tanya.


"Karena tadi aku terbangun dengan tanpa busana di atas tempat tidurnya."


Eh,,, mereka saling lirik.


"Apa ada buaya di pulau ini?"


"Ada buaya cap cicak, dan sekarang punya teman buaya cap kadal."


Cintya memandang tajam penuh perhitungan.


Bugh!


Satu tinju dari tangan cantik mendarat dengan indah di rahang pria tampan itu.


"Kenapa kau sebrengsek ini kak?" Cintya kesal. ia tak pernah menyetujui cara-cara seperti itu. apalagi gadis hadapannya itu terlihat masih muda.


Tiga orang yag berada di sana hanya mampu menahan napas. ia sama sekali tak menyangka Cintya akan seberani itu.


Josh hanya tersenyum setelah pendapat tinju dari tangan wanita yang paling di pujanya itu. tak apa meski tak bisa menggenggam tangannya setidaknya ia masih memiliki kesempatan untuk merasakan tinjunya. begitulah kira-kira yang Josh rasakan. dalam hati ia tertawa. lebih tepatnya tertawa miris. sereceh itu memang hatinya.


"Kenapa kau justru tersenyum?" Cintya semakin kesal melihat reaksi josh seperti itu setelah ia meninjunya. seharusnya pria itu marah bukan, dan sekalian saja Cintya akan mengajaknya berduel.


"Karena aku tak melakukannya Adisty," bela Josh meski dua wanita di hadapannya itu terlihat tak percaya. tentu saja tak percaya karena Jacinta memang mendapati dirinya terbangun dengan tanpa sehelai benang pun. dan Cintya tak percaya karena ia adalah tipe wanita yang tak suka mendengar penjelasan.

__ADS_1


"Lalu kenapa ia mengatakan begitu? dan ini," Cintya menunjuk T-Shirt super besar yang sedang di kenakan oleh Jacinta.


"Itu hanya Kaos Adisty, tak ada yang aneh tentang itu."


Josh tak membantah memang ia memberikan pakaian itu tadi pagi. tapi mengenai tuduhan gadis itu padanya, tentu saja itu salah. hanya saja Josh tak memiliki bukti untuk itu.


"Apa pakaian bisa berjalan sendiri dan menempel di tubuhnya?"


Cintya masih keukeuh dengan tuduhannya. membuat ketiga orang yang sejak tadi terdiam itu ingin sekali menyumpal mulut ceriwis wanita hamil itu.


"Aku memang yang memberikan nya dan dia sendiri yang memakainya." Josh memberi isyarat agar Jacinta membenarkan ucapannya.


Cintya beralih menatap Jacinta yang mengangguk membenarkan.


Mendadak ia pening apa tadi ia telah salah menuduh. apalagi ia juga sampai memukul. haruskah ia malu sekarang. tidak! tentu saja tidak! ia tak pernah salah menuduh. Cintya menepis sendiri perasaan bersalahnya.


"Itu benar tapi tidak seperti yang ada dalam pikiranmu. aku hanya_"


"Lalu apa yang benar? kau menidurinya dan sekarang menyangkalnya."


Cerca Cintya bertubi-tubi membuat Josh tak mampu berkata-kata lagi. pria itu terdiam karena kalah debat. Cintya sama sekali tak memberinya kesempatan.


Josh hanya mampu merendahkan bahunya mendapatkan tuduhan Cintya yang hanya mendengarkan sepihak.


Sepertinya tiga orang di sana pun juga ikut terdiam. tak tahu harus berkata apa. mereka juga tak bisa membela Josh karena tak tahu kejadian sesungguhnya. tapi untuk menghentikan Cintya yang terus mengoceh sepertinya juga bukan pilihan yang tepat. karena mereka tahu, wanita itu tak akan terima bantahan sebelum menemukan sendiri bukti kebenarannya.


"Cinta, sudah sayang. berikan Josh kesempatan menjelaskan." Dewa dengan suara lembutnya. karena hanya dia pawang si manusia ceriwis. meski tak dapat di pungkiri ia lebih banyak gagal karena yang di hadapinya adalah wanita luar biasa cerewet dan menyebalkan.

__ADS_1


"Kesempatan untuk apa? untuk menyangkal perbuatannya?"


Dewa tidak terkejut lagi jika istrinya itu berbalik memarahinya. tapi justru Josh yang terkejut mendapat kenyataan jika temannya yang seorang Casanova itu ternyata kalah dengan istrinya. ah sepertinya memang Josh harua di beri tahu jika Cintya tak terkalahkan di bidang perdebatan dan manusia paling ahli membuat Dewa keki namun tak mampu membalas.


"Sudah Cukup, jangan berdebat lagi. aku akan jelaskan."


Suara Josh memecah suasana yang hampir memanas itu. tapi sebenarnya hanya Cintya yang panas. entah apa masalahnya. anggap saja itu karena hormon kehamilan yang mulai menampakkan kehebatannya.


"Baiklah jelaskan, kami mendengarkan." Cintya dengan suara paling tak enak di dengar.


"Dia berjalan dari sofa sambil tertidur, lalu membuang seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam selimut."


Jawab Josh cepat sebelum wanita yang masih betah menempati hatinya itu kembali memotong penjelasannya.


"Jadi dia berjalan dalam tidur?"


"Iya dan aku tak bisa mencegahnya lagi karena ia dengan antengnya malah menempel di tubuhku. dan itu sangat membuatku tak nyaman."


Cintya nyengir. ternyata ia benar-benar telah salah menuduh. tapi ia tak ingin mengaku salah. salahkan saja keadaan yang membuat Josh tampak bersalah.


"Jadi dia ternyata yang jadi cicaknya yang sangat suka menempel. cicak betina yang lumayan cantik."


"Sialan kau membuatku malu" umpat Cintya yang di tujukan pada Cintya daam hati.


***


Cintya jangan suka tuduh sembarangan ya, kasihan kan Josh 🤣

__ADS_1


__ADS_2