
Happy Reading...
Beberapa hari setelah pernikahan acara besar akan segera dilaksanakan apalagi jika semua itu bukan acara bulan madu dan tentu saja itu adalah ide dari Nyonya Ceriwis yang tiba-tiba menjadi sangat menyebalkan.
Saat ini mereka sedang berada di rumah keluarga besar Mahendra. tentu saja untuk acara kumpul keluarga seperti biasanya. sebagai seorang teman yang juga jarang berkumpul bersama tentu saja Josh juga berada di sana.
"Baiklah, kemana rencana kita akan berbulan madu?" tanya Leo pada Lilian.
Saat ini mereka sedang duduk bersama dewa Cintia.
"Aku rasa tidak perlu Leo, bukankah kita pergi ke Villa kelurga saja sudah cukup." tolak Lilian pada Leo.
"Apa kalian tidak memiliki cukup uang untuk berbulan madu?" tanya Cintya.terdengar sangat menyebalkan.
"Gaya lu dek mentang-mentang lagi lu kaya." kesal Leo dengan ucapan Cintya.
"Iya dong kaya, tapi sayang miskin waktu." India mencebik kan bibir pasang muka melas.
Mendengar ucapan Cintya sontak saja Leo tergelak. dia sangat mengerti bagaimana Dewa. jika masalah materi, Dewa tidak akan menunggu lama untuk menuruti kemauan istrinya. namun untuk waktu, Dewa memang sangat sulit untuk membagi antara pekerjaan dan juga keluarga.
Semenjak menikah, karirnya mencapai kesuksesan dengan sangat cepat. ia bahkan hanya memiliki dua hari di akhir pekan untuk keluarga kecilnya.
"Apa sekarang kamu mau kita berbulan madu juga?" tanya dewa untuk meredakan emosi sang nyonya.
Cintya mengangguk antusias. tentu saja Ia sangat senang mendengar penawaran Dewa. mereka sudah satu tahun lebih menikah, tapi belum juga pergi berbulan madu.
"Kita berangkat bulan depan oke,"
Cintya cemberut kesal. jika seperti itu, tentu saja itu namanya bukan bulan madu karena sudah pasti perutnya akan semakin membesar apa mungkin mereka akan melaksanakan baby moon dan honey moon dalam waktu bersamaan.
"Kenapa kita tidak bersih tahun depan saja?" ucap Cintya saking kesalnya.
"Ide yang bagus," timpal Dewa bermaksud menggoda istrinya.
"Kalau begitu aku akan mencari orang lain untuk menemaniku bulan madu saja."
Niatnya untuk menggoda justru di gagalkan oleh jawaban istrinya. luar biasa sekali, dengan cepat Cintya menemukan jawaban yang memukul telak.
"Mana ada yang mau dek," ledek Leo pada Cintya.
"Ya pasti ada dong," Cibtya meminta dukungan, bukan pada Dewa melainkan pada Josh.
__ADS_1
Yang ditanya pun gelagapan saya tak tahu harus menjawab apa dan akhirnya ia hanya mengulum senyum sambil mengangguk.
"Tuh kan kak Josh saja bilang ada," Cynthia tersenyum senang dan juga menang.
Leo melirik sebentar pada Josh, lalu beralih lalu beralih pada Dewa yang menatap Cynthia datar. Ia sendiri sampai bingung bagaimana dua orang ini bisa menyukai adiknya secara bersama.
"Dia jawab gitu karena dia karena dia takut lu ngamuk." celetuk Leo mematahkan senyum mematahkan senyum dibibir Cynthia.
"Udah aku nggak mau ngomong sama kalian."
"Kenapa gak di turutin aja sih Wa kemauan istri lo." jos membuka suara
"Bukannya nggak mau cuma kerjaan gue lagi banyak, dan gue nggak bisa berpergian dalam waktu lama."
"Gimana kalau kita perginya sebentar tapi tetap menyenangkan."
"Kemana?"
"Lo serahin ke gue." jawab Josh membuat Cintya tersenyum lebar.
Dewa hanya bisa pasrah. jika sudah seperti itu, alasan apapun tak akan bisa membuat Cintya mengurungkan niatnya.
Di sinilah mereka sekarang, di atas kapal pesiar pribadi milik keluarga Herlambang. menuju pulau pribadi milik Josh.
"Gaya lo Wa,"
Dewa terkekeh, ia tahu Josh dari keluarga berada setara dirinya. bahkan jika pria itu tak bekerja pun ia tak akan kelaparan.
"Gue heran, kalian udah nikah lama tapi belom Honey moon. emang istri lo gak protes. biasanya kaum wanita kan suka ribut soal begituan."
"Protes sih enggak, cuma maunya jadi banyak." Dewa bercerita tentang bagaimana masa-masa penganten baru mereka yang langsung di hadapkan pada pekerjaan yang menumpuk. "Baru nikah sebulan udah isi, jadi lebih baik kita tunda."
"Dan sekarang udah isi lagi, maunya di tunda aja lagi." Leo yang baru datang turut berkomentar.
"Semoga kali ini gak aneh-aneh." Dewa masih belum lupa bagaimana menderitanya dia saat Cintya mengandung di trimester pertama.
"Gue pengennya lo lebih dari yang kemarin."
"Do'a in itu yang baik. tunggu aja sampai Lilian yang ngalamin, baru tau rasa lo."
"Bini lo sama bini gue beda aliran, aman di gue pastinya."
__ADS_1
"Yang belum ngalamin gak kan ngerti."
"Percaya gue, yang ngomong kan penganten expired" Leo tertawa ringan dengan ucapan absurdnya.
"Lo sendiri gimana Josh," Josh membuang pandangan jauh ke hamparan laut. sebenarnya ia tak ingin menjawab pertanyaan Dewa. dan membahas masalah itu.
"Gue belum mikir ke sana?" jawab Josh singkat.
"Kak," Dewa hendak bertanya lagi tapi terhenti saat Cintya dan lilian datang. "Indah sekali." Cintya memandang takjub. ia selalu menyukai apapun yang berhubungan dengan laut.
"Kamu lebih indah." jawab Dewa.
"Gombal Dek, tadi laki lo bilang mau poligami kalo di kasih ijin."
Dewa mendelik, bisa-bisanya ia berucap seperti itu. tak tahukah dirinya jika saat ini Dewa sedang bersiap untuk menghadapi kemauan singa ibu hamil yang tak terduga itu.
"Beneran kak?"
"Emang kamu mau kasih ijin?" balas Dewa pada Cintya.
"Boleh, pas malam pertama kalian di lakuin di kapal ini ya."
Dewa menatap curiga, pasti setelah ini akan ada kalimat wanita itu yang membuatnya harus mengelus dada.
"Tapi bukan di atas ranjang?"
Tuh kan?
"Lalu dimana?" tanya Leo.
Dewa, Josh dan Lilian seperti sedang menunggu putusan hakim pada seorang narapidana.
"Di dalam kurungan di dalam laut, sekalian nanti aku kirimkan puluhan hiu buat nemani malam panjang kalian samapi ke neraka."
Leo tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawaban Cintya. sedangkan Josh hanya terdiam dengan mulut setengah terbuka.
Dewa menggelengkan kepala. tentu saja ia tak akan terkejut dengan semua itu. ucapan Cintya awalnya saja terdengar manis, tapi di belakang pasti akan membuat orang yang mendengarnya takjub.
"Istri lo keren."
***
__ADS_1
Kalian boleh protes jika part ini kurang dapet feel-nya. banyak banget gangguan dalam pengetikan hiks,,