
Happy Reading..
Malam begitu pekat. desingan angin pantai memberikan irama. dingin mulai menembus pori-pori kulit terasa pedih.
Ini kali pertama ia melewati malam di pantai tanpa Dewa di samping nya. ia sedikit menyesal karena tak ikut pulang bersama Dewa.
"Kenapa belum tidur?" suara Josh menarik Cintya dari lamunannya.
"Belum mengantuk." jawab Cintya seadanya.
"Sekarang sudah hampir tengah malam, tidurlah." Josh berdiri tepat di samping Cintya memandang ke arah pantai.
"Aku tidak bisa tidur."
"Merindukannya?" tanya Josh sambil tersenyum "kalian bahkan baru terpisah beberapa jam."
"Aku tak pernah sejauh ini dari Om "
Om, bahkan kau memiliki panggilan khusus untuk nya.
"Apa Dewa selalu membawamu ke manapun?"
Cintya tersenyum mengangguk.
"Apa kamu begitu mencintainya?" kembali Cintya mengangguk. "bagaimana jika dia menyakiti hati mu?"
Posisi mereka yang tadinya bersebelahan menghadap laut, kini Josh memutar tubuhnya. dari samping ia dapat melihat dengan jelas wajah Cintya yang tertimpa sinar rembulan.
Josh tidak akan melewatkan. kesempatan ini untuk mengenyangkan pandangannya pada Cintya. apalagi dalam jarak yang sangat dekat.
"Aku percaya dia tak akan melakukan itu." jawab Cintya yakin. membuyarkan ucapan profokatif dari Josh.
"Manusia bisa saja salah meski mereka tak ingin."
__ADS_1
Entah apa .maksud dari ucapan Josh, tapi sepertinya itu tak akan mempengaruhi Cintya.
"Aku bisa lebih menyakitinya."
Josh tertawa, entah tawa seperti apa yang di tampilkan. tapi Cintya melihatnya sebagai bentuk ketidak percayaan nya.
"Kenapa tertawa?" tanya Cintya heran karena Josh seperti sedang menertawai kepercayaan dirinya.
"Kamu tahu kan bagaimana Dewa dulu?" Josh masih berusaha untuk menggali ingatan Cintya tentang Dewa di masa lalu. mungkin dengan begitu, ia akan menemukan celah untuk nya bisa masuk dalam hubungan mereka.
"Tak ada yang lebih mengenal Om dari pada aku." Jawab Cintya telak hingga Josh bisa menutup mulutnya untuk beberapa saat sebelum ia kembali bersuara.
"Aku harap Cintamu padanya tidak melukaimu." ucap Josh penuh arti. dan itu berhasil mengalihkan perhatian Cintya padanya.
"Maksudnya?" tanya Cintya sedikit bingung kemana arah pembicaraan Josh
"Tak ada maksud apapun."
Josh terdiam setelah mengatakannya. ia tak mengatakan maksud dari ucapannya karena ia hanya menceritakan tentang keadaan dirinya. keadaan hatinya. cintanya yang ternyata melukainya.
Josh tidak menyangka jika Cintya akan bertanya seperti itu.apakah ia akan menceritakan semuanya. karena inilah satu-satunya kesempatan sebelum mereka kembali ke kota. dan Dewa tak pernah membiarkan siapapun mendekati istrinya.
"Memang kenapa dengan ku?" tanya Josh pura-pura tak mengerti.
"Bukankah kakak kembali karena ingin merah cinta kakak? bagaimana sekarang?"
Josh tak menjawab ia justru menatap lekat pada wajah Cintya yang juga menatapnya.
"Sepertinya kesempatanku sudah hilang."
Josh masih menatapnya dengan seulas senyum yang tak Cintya mengerti. ia merasa canggung di tatap seperti itu. ia tak pernah mengenal Josh sebelumnya. dan ia pun juga tak ingin terlalu dekat dengan pria manapun selain orang-orang di sekitarnya.
Cintya membuang pandangannya jauh pada deburan ombak yang menggulung lalu menghilang di telan pantai. ia ingin pergi dari sana, tapi seperti ada sesuatu yang memaku dirinya hingga ia tak mampu beranjak meninggalkan balkon.
__ADS_1
"Kenapa kakak bilang begitu, apa kau sudah bertemu dengan wanita itu?"
"Sudah."
"Benarkah?"
Cintya kembali membawa tatapannya pada Josh.
"Lalu bagaimana sekarang."
"Seperti yang ku bilang. aku sudah terlambat "
Cintya mengerti sekarang apa yang josh maksud dengan kata terlambat.
"Jangan sedih kak, bangun kembali kisah cintamu. jangan hanya terpaku pada mas lalu." nasihat Cintya bijak.
Entah kenapa tiba si ibu muda yang biasanya cerewet itu tiba-tiba menjadi bijak. apa ini karena hormon kehamilan? Dewa harus berbahagia karena ini.
"Apa masih bisa?"
"Tentu saja bisa, kenapa tidak?"
Josh tersenyum. memiliki banyak kesempatan untuk berbicara dengan Cibtya membuat hatinya sedikit berbunga.
"Lalu wanita seperti apa yang bisa membuatmu jatuh Cinta?" tanya Cintya tanpa maksud apapun.
Josh mendekat lebih merapatkan diri pada Cintya, yang langsung di respion dengan mundur selangkah.
"Wanita seperti mu." jawab Josh singkat tanpa melepas kan kuncian nya pada netra Cintya.
"Aku jatuh Cinta pada wanita sepertimu."
Cintya menelan ludah susah payah. ia harus menyelamatkan diri dari situasi seperti ini. ia tak ingin ada kesalahan pahaman dari orang yang melihat kedekatan mereka. apalagi Josh uang semakin mengikis jarak dirinya.
__ADS_1
***
Next...