
Happy Reading...
Dalam kamar apartemennya, Dewa sedang mengotak-atik rekaman cctv yang menjangkau seluruh lorong di kantor itu.
Rasanya tidak mungkin jika orang lain masuk tanpa terlihat. dia berpikir mungkin pelakunya adalah orang dalam yang jelas tahu seluk beluk kantor itu.
Yang menjadi pikirannya adalah Kenapa pencuri itu tidak mengambil barang-barang yang lebih penting atau berkas-berkas kepemilikan aset-aset berharga yang lainnya hanya mengambil desain saja.
Apakah pencuri itu hanya ingin mengacaukan saja atau memiliki rencana lain. dan ini merupakan suatu pengalihan saja.
Hari mulai pagi tapi dewa masih tetap terjaga. dia sama sekali tak mampu memejamkan kan matanya.
"Kak, kalo masalahnya penting, aku ikut pulang saja ya?" pinta Chintya kala itu.
"Tak perlu sayang, kamu di sini saja bersama Leo."
"Nanti aku kangen gimana?"
Dewa tertawa ringan, istrinya selalu saja meninggal kan rasa berat di hatinya saat ia harus meninggalkannya.
Bukan niat Dewa meninggalkan Cintya, tapi jika Cintya yang akhir-akhir ini semakin tak mau di tinggal membuatnya tak bebas bergerak.
Dewa harus secepatnya menyelesaikan masalah ini. jika tidak, masalah yang lain akan membuntutinya.
"Tak mungkin tak ada celah." Dewa bergumam sendiri. matanya dengan awas meneliti seluruh isi rekamannya. Hingga subuh matanya sudah benar-benar tak mampu lagi di ajak kompromi. ia tak lagi mampu berperang melawan kantuk namun ia paksa untuk tetap terjaga. ini semua gara-gara telpon dari istrinya beberapa menit yang lalu yang tiba-tiba terputus.
***
Di pulau, Cintya berada di atas ranjang, tapi dengan mata terbuka dan ia juga sama tak bisa tidur. ia sengaja memadamkan lampu kamar dan hanya tersisa lampu tidur.
Cintya masih mengingat kejadian beberapa saat lalu. ia meyakinkan dirinya jika Josh hanya terbawa perasaan rindunya pada gadis yang di cintai nya. Josh tak mungkin jatuh cinta padanya mengingat mereka tak pernah saling kenal apalagi bertemu.
"Aku mencintai wanita seperti mu."
"Kak, jangan begini."
"Kenapa, aku hanya berkata. bukankah tadi kamu bertanya."
"Iya,tapi tolong tetap di tempatku. jangan mendesak ku."
"Apa kamu takut? jangan takut. aku tak akan macam-macam. aku hanya dingin melihatmu. melihat wajah mu
dan menjagamu."
"Tak perlu, ada Om yang kan menjagaku."
__ADS_1
"Tapi dia jauh, dia tak akan cepat berada di sampingmu jika ada apa-apa denganmu."
"Ada kaki Leo yang akan membantuku."
"Tapi dia juga harus menjaga istrinya."
"Kak, ku mohon."
"Kamu takut?" Josh tertawa lepas. "jangan takut. aku hanya sedang menggoda mu saja."
Tapi Cintya yakin, itu bukan karena Josh hanya dingin menggodanya saja. perasaannya mengatakan jika Josh menyimpan maksud.
"Om, cepatlah datang." Air mata Cintya meleleh begitu saja. ia tak ingin mencurigai Josh. tapi perilaku pria itu membuatnya takut.
Di kamar yang lain, Josh terduduk sendirian dalam gelapnya ruang. hanya seberkas sinar dari rokok yang menyala yang menerangi kamar itu.
Sudah setengah dari bungkus rokok yang ia habiskan. namun semua itu tak mampu mengikis rasa menyesalnya karena telah berlaku seperti itu.
"Bodoh kamu Josh! harusnya kamu mengambil kesempatan itu. mumpung suaminya tak ada di sisinya."
Bisik suara dari sisi kirinya yang ia yakin adalah iblis dalam dirinya.
"Jangan Josh, dia adalah istri temanmu. kau tak boleh melakukan itu."
Cegah suara dari sisi kanannya yang ia yakini malaikat dalam dirinya.
Suara dari sisi kiri masih menghasutnya.
"Jangan kau dengar, persahabatan lebih penting dari apapun."
Suara dari sisi kanan kembali terdengar.
"Tapi kau mencintainya Josh,kau bisa memilikinya seutuhnya malam ini. kau lihat kan dia sangat cantik."
"Jangan Josh, mencintai tak harus memiliki. biarkan dia bahagia dengan keluarganya."
"Kau juga mencintainya, bahkan sebelum ia bertemu suaminya. hancurkan rumah tangganya. dan bagun kembali bersamamu."
"Tidak Josh, kau akan menyakitinya. dia akan membencimu."
"Jika dia membencimu, buat dia mencintaimu. yang penting kamu bisa memilikinya malam ini juga."
"Tidak Josh, Cinta yang di paksakan tak akan tumbuh dengan sempurna."
"Lakukan Josh!" Di iblis tak mau mengalah ia masih berusaha membisikkan kata-kata hasutan di telinga Josh.
__ADS_1
"Jangan jadi bodoh! di benci orang yang di cintai sangat menakutkan. dan kau setan jangan berusaha menghasut manusia baik ini."
Si malaikat mencerca si iblis setelah ia berusaha menyadarkan Josh.
"Kenapa cegah aku, bukankah sudah menjadi tugasku menghasut mereka?" si iblis tertawa sinis.
"Dan sudah menjadi tugasku untuk mengingatkan mereka." si malaikat pasang muka garang lebih seram dari wajah setan.
"Kenapa jadi lebih garang kamu dari pada aku?" si iblis tak terima karena malaikat mendelik padanya.
"Kamu akan masuk neraka setan!!!" si malaikat memukul kepala iblis dengan tongkat di tangannya.
"Itu memang tempatku Bego!" Si iblis mengusap kepala botak bertanduk nya bekas pukulan dari malaikat.
"Ya karena itu aku mengingatkanmu panasnya tempat tinggal mu!"
"Meski begitu aku tak akan bisa pindah dari sana. neraka memang tempatnya iblis."
"Minta pengampunan dan pindah ke surga!"
"Itu hanya berlaku untuk manusia bukan untuk iblis!"
Kedua makhluk itu masih bertengkar di sisi kanan dan kiri telinga Josh, membuat kepala pria itu terasa pening. bingung sendiri dengan pikirannya yang seperti mendengar perdebatan mereka.
"Diam!" Josh membentak dalam keheningan. untung kamarnya di lengkapi peredam suara. jika tidak mungkin Leo dan Lilian akan mendengar teriakannya.
Wuzzzzhhh...
Kedua makhluk itu menghilang dari pikiran Josh bersamaan dengan hembusan angin menerobos masuk yang melalui jendela yang terbuka. menerpa tirai-tirai dan menerbangkannya.
"Aku mencintainya sungguh mencintainya!" Josh meremas rambutnya sambil berteriak frustasi.
"Kenapa aku tak bisa mengontrol diri tadi." Josh merutuki diri yang hampir saja mencuri ciuman di bibir Cintya. untung ia segera tersadar sebelum Cintya mengetahui niatnya.
"Aku harus bagaimana, apa aku harus bermain licik deni mendapatkannya." Josh bertanya pada dirinya.
"Lakukan Josh,aku di belakangmu dan selalu mendukungmu." si iblis kembali berulah.
"Pokkk!!! berhenti menghasut kembali ke habitat mu!" si malaikat menendang bokong si iblis.
Tapi agaknya srmua itu tak mempengaruhi Josh dalam menyelami angannya ya g berperan dengan hati nuraninya.
***
Maafkaen jika tak bisa up banyak. biasa kalo mau puasa si emak repot dengan kerjaan.
__ADS_1
***Semoga kalian terhibur dengan hadirnya tokoh baru kita, si merah dan si putih.
lots of luv Chanda 💕💕💕***