Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Asal kebahagiaannya tetap utuh.


__ADS_3

Happy Reading..


"Lo gak serius kan?" Josh berdiri di atas karang, menatap deburan ombak yang bergulung ringan saat Dewa sudah tiba di belakangnya.


"Kenapa enggak, gue sudah berani menyentuh dia sembarangan. jadi gue harus bertanggung jawab untuk itu." jawab Josh tanpa menoleh.


Ia mengerti jika saat ini Dewa sedang mencegah apa yang ingin di lakukan nya. yaitu menikahi Jacinta


"Dia tidak keberatan dengan hal itu."


"Apa gue juga harus menjadi orang brengsek setelah gagal mendapatkan wanita yang gue cinta?"


"Ayolah Josh kau tidak serius ingin melakukannya. Kau hanya akan menyakitinya."


"Kenapa bisa lo berpikir jika gue akan menyakitinya?"


"Karena lu gak mencintainya."


"Jangan bicarakan cinta, karena memang cinta gue sudah tak terbentuk."


"Berhentilah bersifat konyol Josh, lo pria dewasa jangan seperti remaja labil."

__ADS_1


Josh tersenyum hambar. ia merasa sangat buruk sejarang. memang benar apa yang dikatakan Dewa padanya, dia tidak mencintai gadis itu. ia hanya menganggapnya sebagai pelampiasan nya saja agar bisa melupakan Cynthia. wanita yang sangat dicintainya, yang telah menjadi istri dari temannya.


Semakin hari, Josh semakin tersiksa oleh perasaannya sendiri yang tak dapat ia hilangkan begitu saja. jika dengan menjadi pria brengsek bisa membantunya melupakan cynthia dia tak keberatan untuk melakukan itu daripada harus menjadi pecundang yang menghancurkan kebahagiaan orang lain.


Josh pikir biarlah waktu yang akan menyembuhkan lukanya. mungkin dengan keberadaan Jacinta, gadis yang ia lihat memiliki kemiripan sifat dengan Cintya, dia akan cepat melupakan dan membuang rasa cintanya yang mungkin saja sekarang sudah berubah menjadi sebuah Obsesi.


Obsesi untuk memiliki Cintya masih merajai hatinya. ia tak cukup kuat untuk melawan. ada yang harus membantunya melakukan itu. dan yang ia lihat Jacinta adalah orang yang tepat. gadis itu memiliki sebagian sifat yang di miliki Cintya. mungkin hanya wajah saja yang membuat mereka berbeda.


"Tak apa kan aku menjadi labil asal kebahagiaannya tetap utuh."


Josh meninggalkan Dewa yang termangu di tempatnya. dan tanpa mereka sadari jika ada sepasang mata yang sejak tadi menyaksikan interaksi keduanya dengan menajamkan pendengaran.


Josh berjalan menelusuri pantai. bibirnya menyunggingkan senyum tipis. lebih tepatnya ia sedang dalam suasana hati yang tak begitu baik.


Tak jauh darinya, ia melihat Jacinta duduk di atas pasir berair dengan bosan. ia membiarkan saja saat ombak membawa pasir hingga mengenai tubuhnya. saat ini pikirannya kacau. bagiamana mungkin ia terjebak di sini bersama orang asing yang tiba-tiba akan menikahinya. apa itu bukan musibah namanya. musibah berawal dari musibah.


"Apa seperti itu juga caramu hingga sampai ke sini?" tanya Josh saat melihat Jacinta tampak cuek dengan genangan air yang hampir sepinggangnya.


Jacinta menoleh sebentar lalu kembali menatap hamparan laut.


"Kenapa paman ingin menikahi ku? kita kan tidak melakukan kesalahan dan kita juga tidak saling kenal."

__ADS_1


Tak ada senyum atau ekspresi lain dari wajah Josh pendengar apa yang Jacinta katakan. pria itu sedikit membungkuk untuk membuat Jacinta berdiri dari posisi duduknya. lalu memutar tubuh gadis itu agar menghadapnya.


"Meski kita tak melakukan apapun, apa kamu rela jika ada pria asing melihat semua isi pakaianmu?"


Spontan Jacinta menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. dan merapatkan pahanya. sebagai gerakan untuk perlindungan diri. membuat Josh ingin tertawa.


"Sudah terlambat, bahkan tubuh kita Sudah saling merapat. hanya saja aku belum merasakan bagian itu." Josh memberikan kode dengan matanya..menunjuk bagian tubuh Jacinta paling bawah.


Merasa penasaran dengan maksud dari pria di hadapannya, Jacinta mengikuti arah pandangan Josh. dan seketika itu ia membulatkan matanya dengan mulut terbuka. "Paman tak sopan!" bentak Jacinta dengan mata melotot.


"Kalau gitu sekalian aja pamanmu ini minta ijin, biar lebih sopan."


Jacinta menganga.


"Apa itu kode?"


Jacinta menutup mulut dengan bingung.


"Ayo kembali, biarkan aku merasakannya agar pamanmu ini bisa memiliki alasan untuk menikahi mu."


"Tidaaaaaaaak!"

__ADS_1


***


Josh... anak gadis orang mau di apain???


__ADS_2