Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Buaya cap Cicak dan buaya cap kadal.


__ADS_3

Happy Reading...


Dewa dan Leo di buat terkejut di pagi hari. betapa tidak, saat mereka bersamaan menuju ruang makan, mereka melihat Josh duduk dengan seorang gadis yang tak mereka kenal.


Leo dan Dewa saling pandang heran. dalam hati mereka berdua sama-sama bertanya siapa kiranya gadis muda yang sedang bersama dengan Josh yang saat ini.dan kelihatannya mereka sudah akrab, terbukti dari pakaian gadis itu yang sedang mengenakan T-Sjhirt Josh yang tampak kebesaran.


"Ada apa? kenapa berhenti?" tanya Cintya karena Dewa dan Leo terdiam dari jarak yang cukup jauh dari meja makan.


Dewa memberikan isyarat pada Cintya dengan dagunya.


Tak mengerti drngan itu, Cintya mengikuti arah pandang Dewa yang di ikuti Lilian dengan gerakan yang sama.


"Siapa dia kak?" tanya Cintya pada Dewa yang di jawab dengan gelengan kepala.


"Dari mana datangnya gadis itu?" tanya Cintya lagi. pertanyaan yang sama dengan yang di rasakan ketiga orang itu, dan semuanya tak memiliki jawaban.


"Mungkin salah satu keluarganya. tapi setahu gue Josh anak tunggal." Celetuk Leo yang lebih banyak mengenal Josh di banding Dewa dan Lilian.


"Kalo kita cuma berdiam diri di sini dan tak bertanya, bagaimana kita bisa tahu siapa dia?" ucap Cintya mengeluarkan pemikirannya.


"Cinta!"


"Dek!"


"Tya!"


Cintya mengambil langkah untuk mendekat tapi terhenti karena mendengar perkataan ketiga orang di belakangnya.


"Kenapa? aku kan ingin tahu." tak peduli dengan ketiga orang yang ingin mencegahnya, Cintya berlalu begitu saja.rasa penasarannya membuatnya memikirkan tentang privasi.


Meski mulut mereka bertiga hendak mencegah, namun nyatanya hati mereka juga di penuhi keinginan tahuan. sama dengan wanita hamil yang sudah berada di dekat mn rja makan.

__ADS_1


"Selamat pagi." Sapa Cintya ceria dengan senyum khasnya. selalu cantik mempesona.


Dua orang yang sedang duduk berhadapan itu sontak menoleh mendengar sapaan untuk mereka.


"Selamat pagi Adisti." balas Josh. hanya dia satu-satunya orang ya g masih memanggil Cintya dengan nama kecilnya.


Jacinta menoleh, tapi tidak melepaskan pandangannya. tapi hanya sejenak karena setelah itu ia hanya menunduk.


"Siapa dia Kak?" tanya Cintya pada Josh dengan suara pelan dan tatapannya masih pada gadis yang terlihat bersedih itu.


"Siti Maimunah." jawab Josh seadanya. membuat Cintya sedikit terkejut dengan nama yang terdengar sangat sederhana itu.


Josh tidak terkejut dengan reaksi Cintya. karena dirinya pun juga sedikit aneh ada nama yang begitu sederhana masih di pakai di jaman serba moderen ini. apalagi nama itu untuk gadis seperti Jacinta yang terlihat modis dan sepertinya juga berasal dari kaum berada.


"Siti Maimunah?" tanya Cintya memastikan jika pendengarannya tak salah.


Josh mengangguk membenarkan. memang benarkan nama gadis itu Siti maimunah. memang hanya itu yang pria itu ketahui. dan selain itu tak ada informasi apapun yang mampir di telinga pria berkaos santai putih itu.


"Nama yang indah." Cintya memaksakan senyum. tak ingin terlihat menghina di hadapan gadis itu.


"Bu_bukan begitu." Cintya tersenyum kaku. "nama kamu unik." ralatnya.


"Itu nama kampung bukan nama unik." Jacinta tetap keukeh pada pendapatnya membuat Cintya merasa tak enak. "Ya sudah kenalkan namaku Jacinta."


"Siapa?" Josh sontak berdiri. reaksinya yang seperti itu membuat Leo dam Dewa serta Lilian yang berada di sana juga ikut terkejut.


"Jacinta." jawab Gadis itu ringan dan meyakinkan.


"Kamu bilang Si_siti Ma_"


"Itu karena paman menyebalkan." Sambar Jacinta sebelum Josh meneruskan ucapan protesnya.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Leo dan Dewa pun dengan cepat menirukan satu kata yang di ucapkan Jacinta "Paman?" tanya mereka berdua kompak.


"Paman baru ketemu maksudnya?" tentu saja Dewa bisa berkata seperti itu karena ia pernah mengalami apa yang Josh alami. di panggil Om oleh seorang gadis. sungguh kenangan yang tak mungkin terlupa.


Josh tak menanggapi ejekan Dewa. pria itu hanya menatap kesal pada Gadis yang baru ia tahu namanya itu.


"Iya paman, dan sekarang paman ini akan menjadi suamiku."


"Apa!" tanya keempat orang di sana kecuali Josh. ia sudah tahu kemana arah pembicaraan Jacinta. karena sejak bangun pagi hal itulah a g sedang mereka ributkan.


"Ya, paman ini, siapa namanya? harus bertanggung jawab dengan menikahi ku."


Penjelasan jacinta semakin membuat bingung ke empat orang di sana. apa yang sebenarnya terjadi, kenapa tiba-tiba ada seorang gadis yang meminta pertanggung jawaban dari Josh. padahal mereka tahu bagaimana Josh yang begitu sulit merelakan Cintya. apa ada hal yang tak mereka ketahui. apa karena ini semalam Josh samapi tidak pulang.


"Apa ada penjelasan lain di sini?" Lilian yang paling waras di banding suami dan saudaranya itu pun bertanya.


"Tentu saja ada." jawab Jacinta.


"Kalau begitu jelaskan."


Josh masih tampak tenang, membuat semua yang ada di sana menjadi bertanya-tanya.


"Karena adi aku terbangun dengan tanpa busana di atas tempat tidurnya."


Eh,,, mereka saling lirik.


"Apa ada buaya di pulau ini?"


"Ada buaya cap cicak, dan sekarang punya teman buaya cap kadal."


***

__ADS_1


Buaya... ha..ha..ha..


vote...


__ADS_2