
Happy Reading..
Di villa empat orang sedang gelisah menanti satu orang anggota mereka. hampir waktunya makan malam tapi Josh belum juga menampakkan batang hidungnya.
Dewa dan Leo yang paling di Khawatir, karena mereka tahu jika Josh sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Jika putus cinta adalah hal yang wajar dalam percintaan dan biasa terjadi, tapi Dewa merasakan hal berbeda dalam hal itu.
Bagi mereka para penikmat kebebasan, terjatuh dalam lubang yang paling mereka hindari yaitu jatuh cinta adalah hal paling luar biasa. jatuh cinta adalah sesuatu yang tak dapat di tanggapi dengan biasa karena untuk mencapai titik itu, mereka harus melalui berbagai rasa dan pertimbangan. menyiksa diri dengan menekan perasaan dan berusaha meyakinkan diri bahwa itu tidak akan terjadi pada mereka.
Setelah hantaman badai kecewa yang Josh alami, Dewa merasa sedikit khawatir pria itu akan melakukan hal itu. tapi apa tidak terlambat jika Dewa berpikir seperti itu. sedangkan selama beberapa hari ini Josh terlihat baik-baik saja.
Dewa dan Leo berjalan mondar-mandi mirip setrikaan. sesekali mereka hampir bertabrakan. sedangkan dua wanita mereka duduk di sofa dengan tenang tanpa suara. menatap keduanya dengan bingung dengan tingkah dua orang pria itu.
"Kak!" panggil Cintya dan itu berhasil menghentikan langkah dua orang pria di hadapannya.
"Kenapa?" tanya mereka serempak tanpa di komando.
Cintya semakin heran, bagaimana mungkin dua pria itu tiba-tiba kompak. tak seperti biasanya yang saling melontarkan ejekan saat mereka bertemu.
"Diiih.. yang lagi kompak!"
"Berisik!" sentak keduanya.
Makin terkejut kan Cintya di buatnya.
"Kalian apaan sih? gak jelas deh. dan dirimu," tunjuk nya pada Dewa. "Tidur di Sofa."
Tuh kan, Si bumil jadi kumat kan ngamuknya.
"Cinta, plis deh." Dewa menghiba menunjukkan muka melasnya. sebenarnya lebih pada meminta pengertian Cintya. ia hanya tak berani menunjukkan secara gamblang. memangnya sejak kapan istri Dewa Herlambang itu menjadi pengertian dan bijaksana setelah pendapat bentakan meski tak sengaja.
"Aku gak dengar tadi ada yang ngomong." protesnya dengan muka cemberut.
__ADS_1
Peduli setan, Dewa tak hirau. untuk kali ini biar kan dulu singa betina itu mengaum, sebentar lagi dia juga akan menempel dengan sendirinya. beruntung sekali Dewa karena kehamilan kali ini tak membuatnya kesusahan. justru Cintya yang semakin manja dan tak bisa jauh darinya.
Dua pria itu masih melanjutkan aksi gelisah nya. membuat kedua wanita itu jengah melihatnya.
"Kalau kalian sangat dingin menggantikan tugas setrikaan, biar aku siapkan pakaian lusuhnya." protes Lilian yang paling waras di antara ketiga orang tersebut.
Sontak dua orang itu terhenti dengan posisi berhadapan.
"Untuk apa?" Dewa yang belum terkoneksi dengan benar pun menjawab.
"Biar di haluskan sama kaki kalian." jawab Cintya dengan muka tak kalah jengah.
"Kalian kira kaki kami mengandung listrik apa bisa merapi kan pakaian?" Protes Leo tak kalah konyol.
"Gerakan kalian sejak tadi cukup untuk mengubah kalian menjadi energi setrika. ngerti." Lilian dengan wajah kesalnya.
Dewa dan Leo saling melirik. sepertinya mereka baru saja menyadari apa yang telah mereka lakukan. lalu keduanya beranjak, mengambil duduk di samping istrinya masing-masing.
"Bukan begitu, kamu tahu kan Josh sedang_" Leo dengan cepat menutup mulut karena Lilian dan Dewa memberikan isyarat agar diam.
Leo menghembuskan nafas kasar. ia juga menyetujui jika Cintya tak perlu tahu masalah ini. tentang perasaan Josh padanya.
"Emang kak Josh kenapa sih?" tanya Cintya penasaran. sebenarnya ia sangat ingin tahu lebih jelas. tapi setiap kali ia bertanya tentang Jos, mereka srmua sekolah terkomando untuk menutup mulut.
"Tak apa, kami cuma khawatir karena sudah malam dan Josh belum kembali." jawab Dewa lembut. sebisa mungkin ia berusaha mengobati rasa penasaran istrinya yang tiba-tiba meningkat dua kali lipat itu.
"Diih, perhatian sekali. curiga aku." Cintya melihat Dewa dengan pandangan menuduh.
See, bahkan wanita hamil itu dengan mudahnya menyulut emosi siapapun yang mendengar ocehannya.
Ingin sekali rasanya Dewa saat itu juga menyumpal mulut kecil istrinya yang sayang sekali sangat pedas saat berbicara itu dengan bibirnya.
"Sudah cukup ngomelnya, sini peluk biar gak capek."
__ADS_1
Meski dengan bibir mengerucut, Cintya tak menolak saat tangan Dewa merengkuh tubuhnya dan mendudukkannya di pangkuannya.
"Mau makan dulu?" tawar Dewa pada Cintya.
Jam makan malam telah lewat, dan mereka bahkan belum melihat makanan mereka hanya karena Josh yang tak ada kabar. Dewa cukup khawatir dengan Cintya yang sedang mengandung. ia tak ingin terjadi apa-apa pada kandungan istrinya. apalagi mereka sedang berada jauh dari kota besar.
"Belum lapar," jawab Cintya menggelengkan kepala. ia dengan santai memainkan jari-jari Dewa dengan tangannya. semua itu tak lepas dari pandangan Leo dan Lilian. membuat pasangan pengantin baru itu tersenyum. tapi bukan Leo namanya jika tak membuat Cintya kesal dan mengoceh. selalu ada ide untuk membuat adik semata wayangnya itu menyusahkan sang suami.
"Dek, lo kok anteng sih? emang gak ada lo cium bau aneh dari pakaian laki lo?"
Bukan hanya Cintya, tapi Dewa dan Lilian pun sontak menoleh ke arah Leo.
"Kalian kenapa kaget begitu?" tanya Leo dengan wajah tak berdosa.
"Mau apa lo?" tanya Dewa dengan wajah siaga kareba Cintya sudah mengendus pakaian hingga naik ke leher Dewa.
"Sejak pulang tadi parfum lo aneh, seperti parfum cewek."
Dewa melotot tak percaya, bisa-bisanya Leo menciptakan keadaan seperti itu.
Suasana dalam ruang keluarga itu mendadak mistis. apalagi saat ini Cintya sedang memandang horor ke arah Dewa.
"Leo bohong sayang, dia hanya ingin menggoda saja." sanggah Dewa sebelum Cintya termakan ucapan Leo.
"Kita buktikan sekarang. masuk kamar."
Dewa nyengir, entah apa yang akan di lakukan istri jahilnya itu padanya nanti. Leo benar-benar memberi Dewa perkara.
***
maaf membuat kalian menunggu lama, karena membuat kalian bisa mendapatkan feel itu sulit. dan mengembalikan mood yang telah rusak itu tak semudah mengetik di atas Keyboard. saya sangat menghargai setiap komentar dan terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.
Like komen dan vote....
__ADS_1