Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Pemuda malam itu.


__ADS_3

Happy Reading...


Sementara pesta masih berlangsung. Cintya dan Dewa sudah kembali berada di sana


"Mana Josh?" tanya Leo karena hanya Dewa dan Cintya yang kembali.


"Aku tak melihatnya, mungkin dia masih mencari burung itu." jawab Cintya.


"Sayang, kalau kamu mau pelihara burung, kita bisa beli." kata Dewa.


"Burung apa?" tanya Cintya.


"Apa aja, Kakatua kamu pasti suka. Macau juga boleh. warnanya cantik." kata Dewa.


"Sebenarnya aku gak pingin itu, tapi tadi waktu ada burung itu. aku tiba-tiba ingat pernah berada di situasi seperti itu. tapi kapan aku lupa".


Josh yang berada di belakang mereka mendengarkan dalam diam.


"Tapi sudahlah, tak perlu di pikirkan." putus Cintya akhirnya.


"Aku tau kapan itu terjadi." Josh membuka suara. membuat ke empat orang itu kompak menoleh.


"Maksud lo?" tanya Dewa heran. mana mungkin Josh tau masa lalu Cintya.


"Gue tau kapan itu terjadi. delapan belas tahun yang lalu."


Makin bingung saja Dewa dengan jawaban Josh.


"Josh, lo cuma ngarang kan?" tuduh Dewa.


"Tapi sayangnya gue jujur soal itu." Josh membalas tatapan Dewa yang memandang curiga padanya.


"Bisa lo jelasin." tanya Dewa dengan suara berat. ada sedikit kekhawatiran jika yang di katakan Josh itu adalah kejadian yang sama dengan yang ia alami beberapa tahun yang lalu.


"Dalam sebuah pesta gadis kecil keluar dari gedung untuk mengejar merpati. lalu gadis itu terjebak dalam kegelapan."


Dewa sedikit terperanjat. ia jelas-jelas mengingat moments itu. moments yang membuatnya terikat pada Cintya.


"Lo cuma ngarang." tuduh Dewa.


Josh tersenyum, "Kalau gue cuma ngarang, mana mungkin bisa sama persis."


Dewa membenarkan hal itu. lalu kenapa Josh juga mengalami hal itu. tak mungkin dua orang mengalami peristiwa yang sama persis dengan dirinya. sedangkan yang tahu cerita itu cuma dirinya dan Cintya.


"Apa ada penjelasan untuk ini?"


Dewa kembali menatap Josh. posisinya tetap aman. namun ada kekhawatiran ia akan mengacaukan pikiran Cintya.

__ADS_1


"Ada, tentu saja ada." Jawab Josh.


"Kak, aku ingat." tiba tiba Cintya mengatakan itu.


Dewa menoleh cepat. "Kapan?"


"Waktu kakak nolong aku."


"Cinta kamu yakin?"


"Entahlah, tapi aku ingat mengejar burung itu bersama anak lelaki."


"Tapi kamu sendiri di sana."


"Aku tidak tahu."


"Aku yang bersamanya malam itu."


Dewa tak percaya, karena ia tak melihat siapapun di sana malam itu.


"Lalu dimana lo waktu itu."


"Gue kehilangan arah karena gelap. dan saat gue kembali, lo sudah berada di sana. jika itu memang elo."


"Tentu saja itu gue, mana mungkin gue tau cerita itu jika gue gak ngalami sendiri."


"Dunia memang sempit. kita tak saling kenal waktu itu dan sekarang kita sangat dekat."


"Ya lo benar, karena mulai malam itu gue terikat padanya."


"Jadi sejak malam itu kalian pacaran?" tanya Josh yang masih belum mampu menghubungkan masa lalu. tentu saja ia tak pernah tahu cerita Dewa yang jatuh cinta pada gadis berseragam abu-abu.


"Mana mungkin aku pacaran sama om-om tua ini." celetuk Cintya membuat Dewa memutar bola mata.


"Om-om? maksudnya?" tanya Josh sedikit bingung dengan sebutan om-om.


Dewa terkekeh sambil mencubit hidung Cintya gemes "Tapi cinta kan sama om-om tua ini?"


"Iya dong, cinta banget apalagi sama duitnya."


Dewa tergelak renyah, Ia selalu saja tertawa saat Cintya menyebut kalimat pamungkas itu.


Josh tersenyum perih melihatnya. Cintya tampak sangat bahagia. bagaimana dengan keadaan hatinya. tentu saja hancur.


"Lalu bagaimana kisah kalian di awali?"


"Mereka di jodoh kan." jawab Leo. ia sebenarnya ingin memutus percakapan masa lalu ini. ia memikirkan perasaan Josh yang juga sahabatnya.

__ADS_1


"Gue rasa kalo gak di jodoh kan, mana mungkin Dewa mau. ya kan?"


"Awalnya gue gak mau, tapi setelah gue lihat dia, mau gak mau gue tetep harus mau." Dewa tersenyum. berbeda dengan Cintya yang cemberut.


"Jadi kakak terpaksa nikahin aku gitu?" tuduh Cintya dengan mata melotot.


"Terpaksa karena takut." jawab Dewa jujur.


"Takut miskin kan?"


"Takut kamu di ambil orang."


"Diiih, gombal." Cintya tak mampu menahan senyumnya.


Hati Josh makin teremas mendengarnya.


"Apa yang bikin lo ubah haluan?" tanya Josh pada Dewa.


"Cuma dia gadis yang bisa bikin gue darah tinggi." jawab Dewa berhasil memecah tawa Leo.


"Tapi Cinta kan?" Cintya mengangkat wajahnya bangga.


"Cinta lah, hampir gila." Lilian yang menjawab.


"Lian stop!" Dewa mencegah Lilian yang ingin melanjutkan ucapannya.


"Lanjut kan kak!" pinta Cintya.


"Dewa pernah ngomong, lebih baik dia mati dari pada liat kamu sedih."


"Kalo masalah itu aku juga tau."


"Lebih dari itu, sebenarnya dia mau kurung kamu dalam kamar terus biar gak ada orang yang liatin kamu."


"Gak mau ih, emang aku tawanan apa?"


"Kamu tawanan di hatiku."


Blush!


Cintya tersenyum mesem-mesem. Dewa selalu saja bisa membuatnya melambung.


Entah apa yang di rasakan Josh saat ini. ingin sekali ia mengatakan jika Cintya adalah wanita yang juga membuatnya setengah gila. tapi ia tak bisa melakukan itu karena semua pasti menganggap ia hanya mengada-ada dan mengarang cerita. dan yang lebih parah lagi, semua akan menganggapnya dingin merusak sebuah hubungan.


***


Di ungkapin gak nih masa lalu josh, apa skiiip aja.

__ADS_1


__ADS_2