Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Tergoda.


__ADS_3

Happy Reading...


Jacinta berjalan cepat keluar dari Distro membuat seseorang yang sedang melihat ke dalam layar monitor tertawa keras.


"Lucu sekali, tapi kok... mirip."


Ingatan Josh terlempar pada kejadian beberapa minggu yang lalu saat matanya bersitatap dengan manik mata jernih gadis di bawahnya. ingatan akan kejadian tak terduga, yang menurutnya lucu namun juga menyebalkan. dan ia bahkan menyadari setelah kejadian itu, ia tak pernah lupa pada sosok gadis tengil yang membuatnya sering tersenyum sendiri.


Untuk beberapa saat kedua insan itu masih bersitatap dalam diam.


Josh tak tahu harus bagaimana. saat ia mencoba menggerakkan tubuhnya, Jacinta melotot adanya. dan saat ia mencoba untuk berkata, Jacinta pun melotot karena gerakan bibirnya sekolah ia sedang mencuri kecupan.


Sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana kini menjadi sulit karena pikiran mereka sendiri. bukankah lebih mudah jika Josh bergerak sekali tapi mampu menyelesaikan masalah mereka, atau berbicara beberapa kata untuk menginstruksi gadis di bawanya untuk diam lalu ia beranjak dan selai lah masalah mereka. namun yang ada mereka malah berdebat dalam diam. hanya isyarat mata saja yang menjadi alat komunikasi mereka dan pada akhirnya, Josh pun harus mengambil jalan tengah. tak mungkin kan mereka dalam posisi itu semalaman.


Cup!


Sudah kepalang tanggung, sekalian aja Josh mencari kesempatan dalam kesempatan. sebut saja ia mencuri.


Jacinta melotot hendak marah.


"Nanti aja marahnya, aku bangun dulu." secara perlahan Josh memindahkan tangannya, dan pergerakannya itu justru membuatnya kembali jatuh menindih tubuh Jacinta.


"Niat gak sih!" bentak Jacinta dengan muka marah. posisi mereka semakin tampak intim di pandang mata yang tak mengetahui kejadian sebenarnya. "Cari kesempatan ya!"


"No! gak sengaja tadi." Josh membela diri dan segera berusaha bangun.


Kini Josh duduk di atas paspor sambil menunggu gadis yang terlentang itu berusaha bangun.


"Sekarang bilang, siapa kamu dan bagaimana kamu bisa sampai ke sini."


Di tanya seperti itu, Gadis di hadapannya itu tampak menurunkan bahu. membuat Josh semakin bingung.


"Jawab!"

__ADS_1


Jacinta menatap sekilas lalu membuang muka. ia masih kesal dengan josh yang begitu berani mengecup bibirnya. dan sepertinya gadis itu lupa dengan pertemuan pertama mereka.


"Aku kesasar." jawab Jacinta jujur, tapi itu justru menimbulkan senyum ejekan di susut bibir Josh. mana mungkin Josh akan percaya karena ini adalah pulau pribadi meski tak begitu jauh di tengah laut.


"Jawaban apa itu, kamu kira aku percaya."


Josh menggelengkan kepala tak percaya .


"Ya sudah, gak penting."


Jacinta berdiri dan berjalan menjauhi. Josh yang menatapnya sambil melongo.


"Mau ke mana?" tanya Josh sambil mengejar langkah Jacinta.


"Pulang!"


Apa tadi gadis itu bilang? mau pulang? kenapa tidak sejak tadi saja.


"Tentu saja ke rumah paman."


Apa tadi gadis itu bilang? paman? apa kau setua itu Josh?


"Siapa yang suruh?"


"Gak ada." jawab Jacinta polos.


"Terus?"


"Aku lapar mau minta makan."


"Gak ada."


"Paman di sini artinya punya tempat tinggal dan pastinya ada makanan."

__ADS_1


"Aku gak ijinin kamu."


"Maaf paman aku gak butuh ijin."


"Gak boleh pokoknya."


"Emang tadi cium aku paman pake ijin?"


Eh, apa gadis itu sedang menuntut.


"Kapan?" Josh pura-pura lupa.


"Tadi."


"Itu bukan ciuman tapi kecupan."


"Sama."


"Beda lah."


"Bedanya apa?"


"Kalo ciuman seperti ini."


Josh menarik pergelangan tangan Jacinta dan segera ******* bibir mungil gadis itu. dan seolah terhipnotis, Jacinta malah menikmati setiap kecupan yang di berikan Josh padanya sebelum akhirnya ia tersadar dan mendorong tubuh Josh yang sepertinya termakan oleh permainan nya sendiri.


Josh tersadar. ia merutuki dirinya karena malah terlena dalam pertautan bibirnya. padahal awalnya ia hanya dingin menggoda saja tapi kenapa justru ia yang malah tergoda.


Tapi kok malah nagih ya...


***


Hai..hai..hai.. maaf cuma sedikit hari ini, biar gak absen saja. si bocil kurang enak badan.

__ADS_1


__ADS_2