Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
My Sweety Wife.


__ADS_3

"Selamat pagi, Nyonya." Alex menyambut Cintya di lobi. Pria itu sempat kesal karena di perintahkan untuk menyambut Cintya. terlalu berlebihan. bukankan Cintya juga pernah menjadi pegawai di sana. dan ini juga bukan pertama kalinya ia dayang ke kantor suaminya itu. jadi wanita itu tak mungkin kesasar.


"Ini hampir siang pak Ken." Baiklah, di manapun wanita itu berpijak, akan selalu ada hal menyebalkan yang mengikutinya.


"Selamat pagi menjelang siang Nyonya," Alex terpaksa harus mengulang sambutannya.


Padahal masih jam sembilan pagi dan wanita itu sudah membawa serta kecerewetannya.


"Tapi belum terlalu siang juga." Cintya menjawab tanpa dosa.


Terserah elo, karena mulut gue capek ngomong dan telinga gue capek denger lo ngoceh.


Tapi sayangnya, Alex tak akan berani mengatakan itu, karena sudah pasti Dewa akan memotong gajinya dengan alasan tidak menghormati atasan.


"Di mana suamiku yang tampan itu Pak Ken?" tanya Cintya tanpa menghentikan langkahnya. ia berjalan dengan anggunnya dan sesekali melemparkan senyuman pada pegawai yang menunduk hormat padanya.


"Bos sedang meeting dengan perwakilan Wijaya Group, sebentar lagi selesai. anda bisa menunggu di ruangannya."


Alex tersenyum jahat, karena tepat di depan ruangan Dewa, ia sengaja berhenti dan berbicara dengan Cintya. pintar sekali ia mengatur waktu. meeting telah selesai sejak sepuluh menit yang lalu dan Alex telah keluar lebih dulu. dan beruntung sekali saat ia berada di lobi, Cintya juga baru sampai. kesempatan untuk mengerjai Dewa. siapa suruh ia sangat menyusahkan. jika hari ini Dewa dapat masalah, itu urusannya dengan istrinya, tapi juga bonus kesenangan buat Alex. sungguh, Alex memang pantas mendapat gelar Abu nawas, sangat licik.


"Saya sangat berharap hubungan kerja sama ini akan berjalan dengan baik." tutur seorang wanita dengan suara mendayu.


Cintya dapat melihat


jika wanita itu adalah wanita tipe suka-suka. terlihat sekali dari ucapan dan bahasa tubuh nya serta pakaiannya yang terbilang terlalu menonjol sebagai pegawai kantoran.


Dewa hanya menampilkan senyum untuk membalas ucapan wanita itu. ia sadar jika Cintya berada di sana dan ia tak ingin mengambil resiko sebuah pertengkaran.


"Saya harap juga begitu." tutur Dewa demi terlihat profesional.


"Baiklah Pak Dewa, saya permisi."


"Ya silahkan, asisten saya akan mengantar anda." Dewa menjabat tangan wanita itu secara profesional. tapi apa yang di lakukan wanita itu membuat Cintya ingin mencakar mukanya. senyum dari wanita itu berhasil menyulut kobaran api di dada Cintya.


"Lex, tolong antar kan nona Amanda sampai lobi."

__ADS_1


Alex mempersilahkan Amanda berjalan terlebih dahulu. dan sebelum ia melangkah mengikuti wanita seksi itu, ia terlebih dulu melirik pada Cintya yang sudah memasang muka galak di depan suaminya.


Alex tersenyum menang. tadinya Dewa memerintah nya untuk mengalihkan perhatian Cintya, tapi yang ia lakukan justru membawa Cintya melewati ruangan meeting nya. anggap saja ia sedang mengumpankan kepalanya ke mulut buaya, tapi itu tak masalah selama penderitaan dirinya melebihi Dewa. Alex merasa lebih senang.


"Sayang, sudah sampai rupanya." Dewa pura-pura tak menyadari perubahan air muka istrinya.


"Sudah selesai?" tanya Cintya datar tanpa senyuman, tapi sedikit menekankan kata.


Dewa tersenyum lembut, ia tahu jika wanita di depannya ini sedang bersiap men-drama. kejadian hampir satu setengah tahun yang lalu pasti akan ia alami dalam waktu dekat.


Dasar Hormon kehamilan sialan! Bahkan ia sendiri belum mendapatkan hasil permeriksaan, tapi Dewa sudah mengumpat duluan. apa itu artinya ia tak bersiap memiliki anak lagi. apa ia tak siap untuk mengidam lagi. ah, entah lah. memang nyatanya Dewa belum siap tersiksa dalam waktu dekat.


"Mana anak-anak?" tanya Dewa basa-basi. sebenarnya ia sudah dapat melihat keberadaan Fira yang tak jauh dari tempatnya


"Apa senyum genit wanita itu sudah berhasil menutup penglihatan kakak pada Twins?" cerca Cintya membuat Dewa dingin ternyata. jadi istrinya sedang cemburu.


"Hanya senyummu yang mampu mengalihkan duniaku. hanya senyummu yang mampu menutup penglihatan ku dari segala keindahan di dunia ini. dan hanya senyummu yang aku ingin untuk menyambut pagi hingga mengantarkan aku kembali terlelap. hanya kamu istriku, duniaku pusat segala rasa. dan sumber kebahagiaan ku. I Love You My sweety wife.


Cintya tak mampu lagi menyembunyikan senyum. niatnya untuk merajuk dan marah kini bubar jalan. kata-kata Dewa yang begitu memujanya mampu membuatnya merontokkan segala kesal akibat ulah wanita yang bahkan ia tak tahu namanya. sama sekali tidak penting


sebenarnya.


"Tapi jika merayu mu sangat di perlu kan, maka akan ku lakukan dengan senang."


"Apa kakak juga merayu semua klien seperti merayu ku?"


Kedua tangan Cintya sudah mengalung di leher kokoh Dewa. mereka bahkan tak malu meski ada karyawan menatap mereka dengan sedikit tawa.


Dewa sudah banyak berubah di mata karyawannya. jika dulu mereka melihat Dewa sebagai pria ramah namun sangat sulit di dekati, karena wanita yang menghampirinya, semua adalah wanita yang rela menjatuhkan dirinya jika Dewa mau. hal itu membuat para pegawai mengerti di balik sikap Dewa yang baik tersimpan jiwa yang brengsek.


Sejak Cintya hadir, semua berubah. dan berita tentang Cintya yang merupakan cinta yang pertama Dewa menumbuhkan kekaguman di hati para kaun hawa yang begitu mengagumi pria tampan itu.


"Tentu saja_ Aww sakit sayang!" Dewa menjerit kesakitan karena Cintya mencubit keras di lehernya.


"Itu hukuman karena kakak sangart suka merayu."

__ADS_1


"Harusnya tadi di gigit saja, dari pada di cubit kan sakit."


"Di gigit juga sakit."


"Tapi sakitnya beda!"


"Beda gimana?"


"Sedikit ada aliran listrik, terasa menyengat dan menciptakan *******." Dewa dengan senyum nakal menggoda.


"Diiih! dasar buaya mesum."


"Dan buaya ini sudah siap bereproduksi." Dewa terkekeh kecil saat mengatakannya.


Cintya memandang jijik di bua-buat "Tiap hari juga bereproduksi"


Keduanya berjalan bersisian measuk ke ruang kerja Dewa.


"Apa kita langsung pergi?" tanya Dewa sambil melepas jasnya. ia beralih mengambil Baby Aza dari kereta bayi nya. "Hai sayang, kangen papi gak? kalian siap kan punya adek?" tanya Dewa pada putri kesayangan nya.


"Papi siap gak ngidam lagi?" bukan Aza yang menjawab. tapi Cintya yang bersuara.


"Papi siap, selalu siap. dari pada Mami yang sakit, Papi akan lebih merasa sakit."


Dewa mendarat kan kecupan dari samping di pelipis Cintya.


Saat sedang bercengkrama dengan istri dan anaknya, pintu terbuka. dan Alex pelakunya. tapi pria di belakang Alex membuat Dewa terkejut.


"Selamat siang." tutur tamu pria itu.


***


Semoga masih dapet feel nya. maaf membuat kalian menunggu. kemarin ada hajatan. maunya up malam, tapi ngantuk. takut berantakan nulisnya.


Bab ini sengaja di buat manis, semoga bisa menghibur.

__ADS_1


Apa hari ini harus up lagi? apa besok saja.


Yuk komen.


__ADS_2