Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).

Perfect Love (Kutukan Cinta Sang Casanova 2).
Oke siap!


__ADS_3

Siang hari itu seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan untuk Dewa karena bisa menikmati liburnya bersama istri dan kedua anaknya. tapi yang di lakukan pria itu hanya berdiam diri di dalam kamar. menyibukkan diri dengan pekerjaan yang sebenarnya tidak benar-benar harus di selesaikan.


Cintya cemberut. memasang muka marah ataupun bersikap menggoda, demi membuat Dewa keluar dati kamarnya. tapi sayang semua itu tak ada artinya karena Dewa lebih takut dengan ancaman jemari gemulai milik agung yang mungkin saja akan mampir ke permukaan kulitnya.


Dewa bahkan sampai bergidik hanya dengan membayangkannya saja


"Kak!" entah untuk ke berapa kali nya Cintya merengek meminta Dewa membebaskannya dari hukuman. Cintya hanya ingin turun ke dapur lalu kembali ke atas. itu saja. tidak lebih. tapi Dewa menganggap itu adalah cara Cintya untuk membuatnya harus turun. tidak! selama makhluk tampan yang berubah cantik melambai itu masih berada di rumahnya.


"Apa Cinta?" jawab Dewa malas.


Tentu saja malas karena ia yakin, istrinya itu hanya mencoba merayu.


"Berikan kuncinya, aku lapar. mau makan." rengek nya menengadahkan tangan meminta kunci pintu kamar yang Dewa kantongi.


"Bukannya tadi sudah makan? ini cuma alasan kamu aja kan?" tuduh Dewa dengan mata memicing.


"Lapar lagi, tadi kakak curangi aku," protes Cintya karena bukannya Dewa yang mendapatkan hukuman justru Cintya yang di hukum harus pegang kendali karena membawa Agung.


"Curang gimana?" Dewa bingung dengan ucapan ambigu Cintya.


"Curang, karena harusnya kakak yang si hukum tapi kenapa malah aku yang si hukum."


"Karena kakak memang suka hukum kamu, kamu kan nakal suka iseng suka goda."


"Isssh,, kenapa jujur sekali."


Keadaan kembali.sepi, hanya terdengar suara daun yang bergesekan tertiup angin. Dewa menatap Ipad di tangannya meski ia tak benar-benar bekerja. sedangkan Cintya hanya duduk bertopang dagu dengan bibir mencebik.

__ADS_1


"Mau jalan-jalan?" tawar Dewa melihat Cintya yang hanya diam dengan wajah cemberutnya. jika ia tak mengalah, sudah pasti akan terjadi drama baru. tapi jika Cintya memintanya turun dan menghadapi makhluk melambai yang saat ini sedang memdrama, tentu saja Dewa menolak keras.


"Mau ke mana?" tanya Cintya dengan malas, padahal hatinya bersorak.


"Ke mana aja, shoping, kuliner, terserah. mumpung cuacanya enak di ajak jalan."


Cintya menampilkan wajah seperti berpikir keras. menimbang-nimbang.


"Kak, kenapa kakak tak membeli helikopter atau jet pribadi seperti orang-orang."


"Orang-orang berduit."


"Buat apa Cinta, kita kan tak begitu membutuhkan."


"Tidak membutuhkan bagaimana? tentu saja untuk memudahkan perjalanan"


"Perjalanan kemana, sekarang mama sama lilian udah si sini, emang kakak mau kemana?"


"Alah! kayak kamu ijinin aja kakak pergi, kamu kan yang suka larang. lebih suka Alex yang pergi."


"Tapi kan biasanya orang seperti kakak lebih suka dengan pesawat pribadi."


"Emang kakak orang seperti apa Cinta,"


"Orang kebanyakan duit."


"Jadi kamu mau kakak pamer kekayaan gitu? tidak sayang, semua itu belum di butuhkan. saat ini kakak lebih menginginkan membangun rumah susun untuk membantu mereka yang tak memiliki tempat yang layak untuk di tinggali." jelas Dewa membuat Cintya terharu.

__ADS_1


"Tapi aku mau," Dewa Dejavu dengan ucapan Cintya, entah kenapa tiba-tiba pikirannya menjadi tak enak.


"Kamu mau jet pribadi?" tanya Dewa dengan sedikit ringisan. ia mengingat telah membuat kesalahan.


"Aku juga mau honeymoon kita di lanjutkan. dan kakak juga belum mengajakku pergi ke peternakan kita. aku mau lihat Sheera dan Dheera."


"Sheeran dan Dheera masih terlalu kecil untuk di tunggangi, lagian twins juga gak akan naik kuda saat ini."


"Aku hanya mau melihat saja."


"Sayang, apa bulan ini kamu sudah mendapatkan tamu bulanan?"


Tiba-tiba saja Dewa menjadi resah. satu bulan ini Dewa selalu membuang di dalam tanpa pengaman. ia begitu menikmati penyatuannya sehingga kenikmatan itu membuatnya melupakan jika Cintya juga tak memakai pengaman.


"Belum, kenapa?"


Dewa semakin meringis Ya Tuhan! pantas ia menjadi menyebalkan.


"Apa kau tak merasa ada yang aneh?" selidik Dewa, mungkin saja Cintya juga menyadari hal itu.


"Aneh kenapa? aku hanya ingin marah-marah saja. pokoknya aku mau.Elvira pergi dari rumah ini paling lambat minggu ini." jawab Cintya menggebu-gebu. "Sekarang antar aku membeli Seblak di teh Lucia." pintanya sambil melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena saat ini wanita yang semakin cantik itu hanya mengenakan lingerie yang hampir tak terbentuk. Dewa kembali menaikinya lagi setelah Cintya sudah membersihkan diri dan memaksanya memakai pakaian tak beradab itu lagi.


"Kak! sepertinya aku hamil lagi." teriak Cintya dari dalam kamar mandi.


"Oke siap!"


Siap yang artinya Dewa kembali tersiksa dengan mual.dan ngidam.

__ADS_1


"Bahkan Anak-anak masih enam bulan." Dewa meraup wajahnya kasar. menyesali keteledorannya."Mampus gue di hajar ibu."


***


__ADS_2