
Usia baby junior genap 1 tahun
Hari ini baby junior berusia 1 tahun, Dikta dan Steven berencana ingin membuat pesta kecil-kecilan di rumah dengan anak-anak tetangga, karena bagaimanapun tetangga sangat baik kepada keluarga Steven, keluarga Steven sudah dianggap keluarga juga bagi mereka. "Sedikit berbagi rezeki tidak apa-apa lah" pikir Steven dalam hati.
Pada pagi yang cerah, semua anggota keluarga sudah bangun, termasuk baby junior, Dikta sedang menyuapi baby junior sambil duduk di baby Walker nya, karena baby junior belum bisa berjalan sendiri, baby Walker membantunya untuk melatih otot kakinya, bergerak dengan leluasa kesana kemari dengan sendirinya.
Heni sedang sibuk memasak untuk sarapan pagi. Tiba-tiba Steven menyela.
"Ma, hari ini kan ulang tahun baby junior, bagaimana kalau kita membuat pesta kecil-kecilan, itung-itung bisa berbagi rezeki dengan anak-anak tetangga ma" ucap Steven setengah berteriak ditengah riuh suara minyak goreng yang sedang menggoreng ikan nila di dalam wajan penggorengan.
"Konsepnya Gimana" tanya Heni balik.
"Hanya bernyanyi bareng, tiup lilin, anak-anak siapa yang mau bernyanyi maju ke depan, dan terakhir anak-anak diberi hadiah berupa peralatan sekolah dan jajanan berupa makanan ringan.
"Ya sudah, terserah kalian saja, mama hanya bisa mendukung" Heni menyetujui diadakan pesta kecil-kecilan perayaan ulang tahun baby junior,
"Oh iya ma, sekalian minta doanya kepada tamu yang hadir, bahwa baby junior kita beri nama Kenzo" Steven memberi nama yang akan melekat untuk selamanya buat anaknya.
"Mama setuju nama itu" ucap Heni mendukung dan sambil memanggil-manggil baby junior berulang-ulang dengan sebutan "Kenzo ..Kenzo... Sehat-sehat ya membawa nama itu" ucapnya penuh doa.
"Untuk membantu mama masak kue-kue basah dan mendekorasi ruangan, mama panggil lah Bu Tari" Steven mengusulkan Bu Tari.
Bu Tari adalah orang yang pertama sekali membawa keluarga Steven di Tanjung Karang, Bu Tari banyak membantu keluarga Steven, apa-apa yang terjadi pada keluarga Steven, Bu Tari adalah yang paling terdekat dan peduli, karena Bu Tari orang nya baik.
__ADS_1
"Pasti dong, mama akan panggil Bu Tari nanti untuk bantu-bantu mama" ucap Heni semangat.
"Aku dan Dikta akan keluar sebentar membeli kue tart, jajanan untuk sovenir nya dan kebutuhan dekorasi, serta yang lain-lain" ucap Steven.
"Oh ya, agar mama tidak kerepotan mengurus Kenzo, Kenzo akan kami bawa ikut bersama kami" Steven menambahi, dan segera berlalu pergi ke luar rumah, disusul Dikta yang sedang menggendong Kenzo.
Heni pun segera keluar untuk memanggil Bu Tari yang rumahnya di samping kiri rumah Steven. Ditemani Bu tari Heni sekalian mengundang para tetangga untuk datang ke rumah keluarga Steven
"Datang ya ibu-ibu ke rumah kami, untuk acara ulang tahun Kenzo dan minta doa atas pemberian nama barunya, kami sangat senang dan berharap ibu-ibu bisa meluangkan waktunya datang ke rumah kami, jangan lupa Bu bawa juga anak balitanya untuk ikut merayakan dan meramaikan ulang tahun cucu saya" ucap Heni kepada semua warga yang didatangi nya satu persatu.
Setelah Bu Tari sampai di rumah, sekarang Heni dan Bu tari repot memasak berbagai cemilan kue-kue basah, nasi goreng, dan tidak lupa makanan untuk para ibu-ibu yang datang menemani anaknya, semua di jamu dengan baik, Heni dan Bu tari memasak ayam semur, soto, ayam goreng, dan nila goreng.
Satu persatu menu telah selesai di masak dan langsung di hidangkan di meja makan.
"Apa lagi ya, kira-kira yang harus di perlengkapi?" tanya Bu Tari sambil, berpikir-pikir dan memperhatikan sekeliling, "Makanan nya sudah, oh iya, peralatan makannya dong, piring, sendok, gelas, dan mangkok-mangkok tempat kuah" pikir Bu Tari tersenyum.
Dikta dan Steven tiba 3 jam sebelum jam perayaan yang telah ditetapkan, yakni jam 15.00 WIB. Segera Heni mendekorasi ruangan dengan berbagai balon warna-warni, Balon happy birthday dan hiasan-hiasan pernak-pernik perayaan happy birthday, terlihat begitu indah dan ceria. Termasuk sovenir-sovenir pun sudah selesai di bungkus, Dikta, Heni, Steven dan Kenzo telah selesai mandi dan rapi dengan pakaian bertemakan super Hero.
Satu persatu undangan datang sebelum jam 15.00 WIB, Semua para undangan diberi kaos berwarna putih dan bergambar Spiderman, ternyata Steven telah jauh-jauh hari mempersiapkan untuk perayaan ulang tahun ini, dan sudah menyablon kaos putih untuk balita yang datang.
Jam 15.00 tepat acara dimulai, diawali dengan bernyanyi secara bersama sama lagu happy birthday, semua anak yang datang bernyanyi dengan semangat, begitu juga ibu-ibunya, anak-anak pun berlomba-lomba untuk mau bernyanyi maju kedepan, karena akan diberi hadiah, semua tertawa dengan penuh riang, gembira.
Saat yang ditunggu tunggu pun tiba, potong kue dan tiup lilin, Dikta membantu meniup lilin, karena Kenzo belum bisa meniupnya sendiri, acaranya sangat sederhana dan berkesan, makanan begitu banyak tersaji, semua merasa puas, terlebih sovenir yang diberikan kepada anak-anak peralatan sekolah dan jajanan, begitu sukacita anak-anak menerimanya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak ya ibu-ibu sudah datang meluangkan waktunya untuk merayakan ulang tahun Kenzo dan juga memberi doa atas penyematan nama dari anak kami" ucap Dikta senang terhadap para tamu yang datang.
Begitupun para ibu-ibu yang datang juga turut mengucapkan "Terima kasih kepada Steven, Dikta dan ibu Heni atas sajian dan pemberian sovenir nya, kiranya Kenzo diberi umur panjang dan sehat-sehat membawa nama barunya" balas para tamu undangan dengan sukacita.
Sebelum para tamu undangan balik ke rumah masing-masing, ada tamu yang mau pulang belakangan bermaksud untuk membantu Heni membersihkan rumah yang kotor dipenuhi sampah bungkus jajanan dan membersihkan piring-piring kotor bekas makan para tamu.
Heni sungkan dan tidak enak hati dibantu seperti itu.
"Tidak apa-apa lho Bu Dian, saya dan Dikta bisa kok membereskan Kanya" tolak Heni tidak enak bantuan dari Bu Dian.
"Sudah Bu, saya ikhlas kok melakukannya" Bu Dian memaksa untuk membantu beres-beres.
Bu Dian sepertinya tulus untuk membantu, Henipun terpaksa mau menerima bantuan dari Bu Dian.
"Dikta sama Steven mirip banget ya Bu, seperti kakak adik" tiba-tiba Bu Dian bicara mengenai wajah Steven dan Dikta.
Heni terkejut dan sempat bingung, Bu Dian mengatakan hal itu, Heni pucat takut Bu Dian banyak bertanya banyak hal.
"Tetapi biasa kok seperti itu, kalau jodoh jadi seperti kakak adik wajahnya" ucap Bu Dian .
Heni lega Bu Dian tidak curiga dan bertanya banyak hal.
Setelah selesai beres-beres Bu Dian pamit untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
"Saya permisi untuk balik ke rumah ya Bu, pekerjaan sudah selesai semua" ucap Bu Dian pamit.
"Oh iya, terima kasih banyak ya Bu" sambil menyerahkan beberapa kantong plastik berisi makanan kue-kue, ayam dan ikan sisa dari perayaan tadi.