
Kalau besok ke kantor lurah berarti Angelica harus menginap malam ini, "Dimana aku menginap malam ini?", pikir Angelica dalam hati.
"Kenapa harus takut tanyakan ke aplikasi untuk lokasi hotel terdekat di daerah sini kan bisa!, sekalian dari hotel itu nanti berangkat nya ke kantor lurah dengan mobil online!", Angelica menambahi dengan tersenyum dalam hatinya.
Angelica tersenyum dalam hatinya karena sudah mendapatkan solusi untuk permasalahan hal tempat menginap yang tidak perlu harus merepotkan orang lain.
Tadinya Angelica berpikir akan minta tolong menginap di rumah pak Dedi, penjual sarapan pagi, tetangga keluarga Steven.
Kemudian Angelica langsung cepat berpikir "Tidak mungkin pak Dedi memberikan izin bagi Angelica untuk tinggal di rumah nya, secara Angelica baru pertama kali di lihatnya. Jangan-jangan Angelica dipikir komplotan penjahat lagi!.
Angelica pun langsung pamit permisi kepada pak Dedi "Pak, Terima kasih banyak atas informasi yang bapak berikan dan atas tumpangannya, saya sudah di perkenankan duduk lama di warung bapak menunggu Steven. Sekarang saya pamit untuk pulang, Pak", Angelica permisi sambil menundukkan kepalanya.
"Ibu tidak jadi melapor ke kantor lurah, kalau kami yang melapor tidak enak, Bu. Karena selama ini keluarga Steven ramah dan baik kepada semua warga di sini.
Silaturahim keluarga Steven sangat baik kepada semua warga disini bahkan suka menolong dan peduli kepada tetangga", ucap pak Dedi pelan, berharap Angelica yang melapor pada Pegawai di kantor lurah.
"Iya Pak, besok pagi saya akan tetap melapor ke kantor lurah", ucap Angelica pelan.
"Ibu tinggal dimana?. Sudah Bu nginap di sini saja tidak apa-apa kok, ibu nanti tidur di kamar anak gadis saya saja, supaya besok ibu langsung ke kantor lurah di antar anak saya saja!", Pak Dedi menawarkan kebaikan nya.
Angelica tidak enak sudah merepotkan banyak orang. "Kalau aku tinggal di sini, apa aku akan duduk diam di kamar saja?. Tidak enak cuma duduk diam saja setidaknya bantu menyapu rumahnya. Ya sudahlah tinggal di hotel saja. Terlalu banyak yang disegani bila tinggal di rumah orang, apalagi belum kenal", pikir Angelica dengan banyak pertimbangan.
"Tidak apa-apa Bu, Terima kasih atas tawarannya. Saya tinggal di hotel dan berangkat dari hotel saja. Lagian saya ada sedikit urusan di tempat lain", Angelica menolak dengan ramah.
"Ya sudahlah, kalau itu maunya Ibu", Pak Dedi tersenyum.
"Saya permisi dulu, Pak", Angelica menjabat tangan Pak Dedi dan langsung balik arah meninggalkan pak Dedi.
Kebetulan taksi online yang di pesannya sudah datang dan langsung masuk kedalam taksi tersebut.
Tibalah Angelica di hotel sesuai dengan yang dia arah kan pada aplikasi di handphone nya. "Lumayan dekat lokasinya cuma menempuh 15-20 menit saja", pikir Angelica dalam hatinya.
__ADS_1
Angelica langsung memesan kamar dan langsung masuk ke dalam untuk segera beristirahat melepaskan segala penatnya satu harian ini.
Langsung mandi, dan tidak ingin berlama-lama, Angelica hanya ingin merebahkan tubuhnya. Setelah selesai mandi langsung mengganti pakaiannya dan segera menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang begitu empuk dan lembut kelihatannya.
"Bagaimana kalau Angelica tidak menemukan surat nikah tersebut?. Bagaimana nasib Gemilang, putra semata wayangnya?. Apa yang harus ku perbuat?", pertanyaan -pertanyaan itu terus bergejolak di dalam pikiran Angelica. "Aaahhh sudah lah, aku ingin merilekskan pikiran kusaat ini", pikir Angelica cuek dan sementara tidak peduli terhadap masalahnya.
****
Angelica terbangun, terkejut karena kamarnya begitu gelap. Ternyata Angelica ketiduran hingga sekarang sudah menunjukkan pukul 19:30. "Wah jadi lupa makan, pantesan perutku terasa perih", gumam Angelica sambil memegangi perutnya.
Setelah menyalakan lampu di seluruh ruangannya. Angelica langsung bergegas keluar untuk mencari makanan dan segera mengisi perutnya yang sudah tidak bisa kompromi lagi.
Karena Angelica satu harian ini cuma makan sepiring lontong sayur pakai telur di warung pak Dedi. Untuk makan siang Angelica tidak teringat lagi karena telah berselisih dengan keluarga Steven.
Setelah selesai mengisi perutnya yang kosong Angelica langsung bergegas membeli sedikit makanan ringan untuk penghibur dirinya sambil menonton dan mengemil adalah suatu hal yang biasa di lakukan nya, bila stress dan suntuk menderanya.
***
Angelica langsung stand by di tempat tidur sambil rebahan, dengan makanan ringan bertumpuk di sampingnya.
Sesekali Angelica cengingisan tertawa kecil dan terkadang terbahak-bahak sambil menyumbat mulutnya dengan saputangan, Angelica juga memikirkan tetangga kamar sebelah. "Nanti malah dikira sakit jiwa karena tertawa-tawa sendirian", pikir Angelica di benaknya. Angelica pun sedikit banyak sudah berkurang bebannya akibat tayangan TV komedi yang di tonton nya.
Karena tadi sudah tidur lama, dan terjaga jam 19:30. Mata Angelica susah terpejam.
Angelica mencoba menutup matanya untuk sekedar terlelap karena waktu sudah larut malam dan tubuhnya juga telah lelah. Tetap saja tidak bisa terlelap.
Angelica mencoba menonton tayangan berita atau yang menyajikan informasi iklan. Akhirnya lama-kelamaan Angelica pun terlelap dengan TV yang terus menyala hingga pagi hari.
tok...tok. tok.
"Permisi",
__ADS_1
Petugas hotel mengetuk pintu kamar Angelica,
Angelica terperanjat antara sadar atau tidak sadar, sepertinya mendengar suara ketukan pintu pikirnya dalam hati. Suara itu hilang, Angelica kembali melanjutkan tidurnya.
Tok...tok. tok.... "Permisi", ucap petugas kebersihan kembali.
Angelica memastikan pendengaran nya "ternyata benar ada yang mengetuk pintu kamar nya", pikirnya dalam hatinya.
Angelica pun segera beranjak dari tempat tidurnya langsung melompat segera membuka pintu kamarnya. "Ada apa, Pak?", ucap Angelica ramah dan lembut.
"Mau mengantar sarapan pagi, Bu", petugas hotel meletakkan sarapan pagi pada salah satu meja di kamar Angelica.
"Oh, Terimakasih banyak ya pak", sambil memberikan sedikit uang kepada petugas hotel "terimakasih banyak Bu", balas petugas hotel sambil berlalu meninggalkan Angelica.
Wah sudah pagi pikir Angelica, Angelica ingat akan rencananya hari ini ke kantor lurah. Angelica pun langsung buru-buru menghabiskan sarapan paginya dan bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan segera mengganti pakaiannya.
Tidak lupa Angelica segera merapikan dan membersihkan kamarnya yang terlihat berserakan, karena ketika terperanjat dari tempat tidur nya Angelica menjatuhkan selimut dan bantalnya di lantai.
Angelica segera mengemasi tas bawaannya, dan berharap ada titik terang.
Tidak ada sebenarnya yang Angelica harapkan, surat nikah pernikahan nya dengan Steven sekarang entah di mana keberadaannya.
Angelica ke kantor lurah ingin mengetahui kartu keluarga yang dipakai Steven.
Bagaimana caranya Steven mempunyai kartu keluarga bila hubungan Dikta dan Steven adalah kakak beradik?.
Angelica ingin mengungkapkan semua itu. Angelica juga bingung mengapa Steven memacari dirinya dan menikahinya?,
Angelica melihat usia Kenzo sudah lebih tua dari usia Gemilang, anak Angelica. Itu berarti Dikta terlebih dahulu hamil, bahkan melahirkan. Kemudian Steven menikahi Angelica.
Banyak sekali kejanggalan yang Angelica tidak mengerti, padahal dulu ketika keluarga Steven melamar Angelica, Dikta ikut hadir dalam proses lamaran nya.
__ADS_1