
Angelica lagi terbaring di rumah sakit, entah bagaimana kondisi dan keadaan seluruh penumpang dari bus yang ditumpangi Angelica, sesungguhnya Angelica pun tidak tahu.
Angelica memandangi ke sekeliling ruangan, mencoba mengenali pasien yang sedang di rawat dan terbaring di rumah sakit itu, "Bukan dari salah satu penumpang bus yang ditumpangi Angelica", pikir Angelica dalam hati.
Angelica tidak mengenal satu pun dari pasien yang terbaring di ruangannya saat ini
Angelica mencoba bertanya kepada salah satu suster yang kebetulan lewat di dekatnya. Angelica membaca pengenal yang melekat pada dada kanannya "Suster Eli", pikir Angelica
"Suster, siapa yang membawa saya ke rumah sakit ini?, tanya Angelica penasaran.
"Ibu adalah korban kecelakaan dari Bus Meranti yang tergelincir dan terguling, ibu dibawa oleh para warga yang membantu", ucap suster Eli memberitahu.
"Bagaimana kondisi semua penumpang suster?, semua pasien selamat kan?", tanya Angelica ingin tahu.
"2 korban yang meninggal dunia, dan yang lain ada luka ringan dan luka parah", jawab suster Eli sambil memeriksa kondisi tekanan darah Angelica.
"Apakah semua korban yang luka-luka dan meninggal dunia di bawa ke rumah sakit ini?", Angelica menambahi dan masih penasaran, "Bagaimana kondisi Lenni, teman mengobrol nya ketika berada dalam bus", Angelica teringat sosok Lenni.
"Semua korban dibawa ke rumah sakit ini, sebagian sudah ada yang pulang karena hanya luka ringan saja", suster Eli menjelaskan.
"Suster bagaimana dengan barang-barang bawaan kami, apakah ada menemukan tas selempang, karena tas itu biasa saya selempang kan", Angelica ingat isi tas itu adalah handphonenya, Angelica ingin memberitahu Linda dan Vina mengenai kondisinya saat ini.
"Iya Bu, waktu ibu dibawa ke rumah sakit ini, tas itu ada ibu selempang kan, tas itu di simpan di ruang administrasi, sebentar ya Bu saya ambilkan", ucap suster Eli memberitahu dengan ramah dan lembut.
"Syukur lah", pikir Angelica dalam hati.
Tidak beberapa lama muncul suster Eli membawa tas selempang milik Angelica.
"Apakah ini tas selempang yang ibu maksud?", tanya suster Eli sambil memberikan nya pada Angelica.
"Iya benar sus, ini tas selempang milik saya", Angelica mengambil tas selempang itu dari suster Eli, sambil mengucapkan "Terimakasih banyak sus".
__ADS_1
Angelica memeriksa kondisi handphonenya, ternyata masih nyala, "syukurlah", pikirnya dalam benaknya.
Angelica langsung menelepon Linda.
Tut...Tut...tut
suara telepon berdering.
Tidak diangkat, Angelica mencoba untuk menghubungi kembali.
"Halo, Angelica, mama khawatir sekali 2 hari handphone mu tidak aktif. Mama ingin tahu apakah kamu sudah sampai, ehh, malah tidak bisa dihubungi. Kamu sehat-sehat saja kan?", tanya Linda penuh cemas.
"Iya Angelica sehat dan baik-baik saja, ma!. Ada sedikit masalah, tapi sekarang sudah baik-baik saja kok.", Angelica mencoba memilih kata-kata yang cocok, agar Linda tidak terlalu khawatir.
"Masalah apa maksud kamu?", Linda penasaran.
"Bus Meranti yang Angelica tumpangi, mengalami kecelakaan ma, Bus nya tergelincir dan terguling. Angelica tidak sadarkan diri selama 2 hari, karena terpelanting. Syukurlah Angelica sekarang kondisinya baik-baik saja kok, ma", Angelica menyakinkan Linda, ibunya.
"Benar, ma!, Angelica baik-baik saja, cuma kaki Angel masih terasa perih dan sakit kalau di gerakkan, lengan pada bagian kiri juga terasa sakit, mungkin beberapa hari kedepan masih butuh perawatan agar cepat pulih", Angelica menceritakan kondisinya saat ini.
"Mama, jadi mengkhawatirkan kamu saat ini, dengan kondisi kamu yang tidak bisa bergerak, padahal sanak saudara tidak ada yang menemani. Bagaimana ini mama kesitu ya menemani kamu?", Linda semakin khawatir.
"Tidak usah ma, mama jagain Gemilang, Angelica sudah merasa bersyukur!. Kondisi Angelica tidak apa-apa kok, ma! Ada suster yang menemani dan merawat Angel dengan sabar dan ramah disini.
"Terus gimana rencana kamu untuk menemui Steven?, kamu jadi menemui nya?", tanya Linda penasaran.
"Kayaknya Angel, tidak jadi ma, ketemu dengan Steven. Kaki Angel susah di gerak kan, Angel pulang saja dulu, liburan semester berikutnya saja Angel ketemu dengan Steven.
Kalau Angel sudah bisa menggerakkan kaki Angel, walaupun dengan jalan tertatih-tatih, Angel akan paksakan balik, dengan naik pesawat. Bimbingan belajar kita juga lagi membuka pendaftaran siswa baru, Angelica juga akan repot mengurusi pendaftaran, promosi dan membuat jadwal kelas baru", ucap Angel memberitahu penundaan nya bertemu dengan Steven.
"Iya, sebaiknya kamu pulang saja dulu, ibu juga sangat mengkhawatirkan kondisi kamu saat ini. Kamu disitu tidak ada yang menjaga dan merawat, mama kepikiran terus.
__ADS_1
Gemilang juga, lagi tidak enak badan. Sudah 2 hari demamnya belum turun-turun, padahal mama sudah membawa Gemilang ke klinik. Malam hari Gemilang rewel mencari kamu, Vina juga sudah 2 hari tidak masuk kerja, gantian sama mama untuk menjaga Gemilang.
Sudahlah, hal bertemu dengan Steven untuk mengambil bukti surat pernikahan kalian di ambil lain waktu saja. Lagian Gemilang belum sekolah, itu bukan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini", ucap Linda memberitahu.
"Iya ma, Angelica juga begitu rencananya, bertemu dengan Steven lain waktu saja. Mengenai Gemilang yang tidak enak badan, sambil di pijit saja ma, mungkin Gemilang terlalu capek atau masuk angin.
Angel baru bisa balik 2-3 hari lagi. Tunggu kondisi Angelica sampai membaik dan bisa berjalan. Tidak apa-apa kan, ma. Kalau Angel masih ngerepotin mama untuk jagain Gemilang?", ucap Angelica.
"Oh iya, ma. Saya putus dulu telepon nya, soalnya suster Eli mau memeriksa kondisi Angel", Angelica memutuskan telepon nya, karena suster Eli kembali datang ke ruangan Angelica untuk memeriksa kondisi Angelica.
"Selamat siang, Bu Angelica!, setelah pemeriksaan dari hasil scan dan Rontgen. Tidak ada hasil yang Fatal, seperti patah tulang. Semua organ tubuh ibu baik, cuma ada luka dan memar.
Karena luka tersebut jadi membengkak dan susah untuk di gerakkan. Ibu Angelica tidak usah menjalani terapi, Untuk lebih memaximalkan, agar pergerakan ibu Angelica bisa bergerak dengan leluasa.
Coba lah untuk banyak berlatih berjalan, ke kamar mandi, atau sekedar keluar untuk menghirup udara segar, atau sekedar mengobrol dengan pasien yang lain", ucap suster Eli menyarankan Angelica.
"Baiklah suster, saya akan berlatih berjalan, saya coba untuk ke kamar mandi sekarang ya, suster", ucap Angelica antusias.
Angelica pun berusaha berjalan ke kamar mandi dengan pelan-pelan dan tertatih-tatih.
Setelah dari kamar mandi, kembali Angelica mencoba keluar untuk sekedar menghirup udara segar.
Dan tiba-tiba Angelica dan Lenni bertatapan di depan pintu ruangan tempat Angelica di rawat.
"Hai, Angelica!", sapa Lenni dengan wajah tersenyum kegirangan melihat Angelica ternyata baik-baik saja.
"Hai juga Lenni, aku juga senang melihat kamu baik-baik saja, aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi. Oh iya, katanya ada korban yang meninggal dunia, apakah itu salah satu dari penumpang Bus Meranti?", tanya Angelica penasaran.
"Tidak, korban meninggal dunia tersebut adalah pejalan kaki, dan pengendara sepeda motor yang tiba-tiba mengerem dengan kecepatan tinggi lalu tergelincir membentur tebing di tempat kejadian", Lenni memberitahu.
Angelica merasa ngeri mendengarnya. Untuk lah dirinya saat ini baik-baik saja, masih bisa di pertemukan dengan orang-orang yang mengasihinya.
__ADS_1