
Pagi ini Steven bangun dengan penuh semangat dan banyak perencanaan-perencanaan yang akan dilakukannya.
Steven merenung dalam kamarnya, memikirkan apa yang dikatakan Heni, "Iya aku harus cepat, tidak mungkin seorang perempuan mau di gantung terus statusnya, dibilang janda belum ada surat cerai secara resmi, dibilang menikah, suami tidak pernah datang menemuinya. Begitulah kondisi Angelica saat ini", pikir Steven dalam hatinya.
Steven pun berencana sekarang harus segera berangkat ke Medan untuk menemui Angelica dan anak nya Gemilang.
Steven mengutarakan maksudnya kepada Willi sekalian Steven permisi tidak bisa melakukan pekerjaan di proyek selama beberapa hari ke depan.
tok...tok..tok.
Steven mengetuk kamar Willi
Lansung dibuka oleh Willi kebetulan Willi sudah bangun dari tadi.
"Ada apa Steve?", pagi sekali kamu datang bertamu ke kamarku!", Willi bingung.
"Iya, aku mau cuti kerja beberapa hari ke depan, karena mau pergi menemui Angelica, tidak apa-apa kan kamu di proyek tanpa aku, sekalian tolong sampaikan cuti ku kepada si Bos", Steven memberitahu Willi maksudnya.
"Baiklah, nanti aku sampaikan kepada si Bos. Kamu memang harus cepat bergerak Steve sebelum terlambat.
Bagaimana pun tanggapan Angelica, apakah mau rujuk kepada kamu atau tidak mau rujuk, kamu harus menerima dengan lapang dada.
Yang penting kamu sudah berusaha. Dan aku berharap dan mendoakan, mudah-mudahan Angelica mau menerima kamu kembali", Willi memberi support dan dukungan.
"Iya Will, Terimakasih atas dukungan kamu", Steven ikhlas.
"Oh iya kapan kamu berangkat?, Kamu naik angkutan darat atau naik pesawat?", tanya Willi ingin tahu.
"Aku berangkat nya pagi ini, agar aku bisa langsung balik sorenya. Aku akan naik pesawat saja agar tidak menghabiskan waktu dalam perjalanan", Steven memberi tahu.
"Iya itu bagus, kalau pagi bisa lebih gampang menemukan alamat nya. Sekalian bisa bertanya kepada warga, daripada malam. Pasti tidak ada warga yang bisa ditanyain", willi mendukung Steven.
"Iya Will, aku pamit dulu ya!, takut tidak ada pesawat yang menuju Medan. Adanya di jam siang atau sore", Steven beranjak meninggalkan Willi hendak ke bandara. Kebetulan taksi online yang dipesannya sudah datang menemuinya.
"Baiklah Steve, hati-hati di jalan ya. Semoga apa yang kamu harapkan tercapai dan semua berjalan dengan lancar dan baik-baik saja", Willi terus memberikan support kepada Steven.
__ADS_1
Taksi Stevenpun segera berangkat menuju bandara. Tidak beberapa lama, hampir sejam lamanya dalam perjalanan.
Akhirnya Steven sampai di bandara, Steven langsung pergi mengambil tiket. Beruntung Steven masih mendapat kursi untuk penerbangan 45 menit kemudian.
Sehingga Steven tidak terlalu lama menunggu. Langsung saja Steven chek in. Dan seluruh penumpang sudah di persilahkan menuju pesawat dan menduduki nomor kursi sesuai dengan yang tertera pada tiket.
Dua jam dalam perjalanan sampailah Steven di Medan. Steven tidak yakin Angelica masih tinggal di tempat lama, ketika Steven tinggal bersama Angelica.
Steven tidak tahu Angelica tinggal dimana. Dengan keinginan dan tekad yang gigih untuk rujuk dengan Angelica. Steven memulai pencarian nya di rumah lama Angelica, "Mudah-mudahan tetangga lama dulu, masih tinggal di situ dan mengenal aku", pikir Steven dalam benaknya.
Taksi online yang membawa Steven dari bandara menuju rumah lama Angelica, Sampailah pas di depan pagar.
Steven memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
Tok...tok..tok..
Muncul wanita separuh baya keluar dari dalam rumah.
"Ada apa pak?, mau mencari siapa?", tanya wanita itu bingung karena Steven tidak dikenalnya.
"Angelica, Saya tidak mengenal Angelica. Yang pernah mengontrak disini sebelum saya adalah anak mahasiswa, berbarengan dengan 2 orang temannya. Mereka sudah tamat makanya pindah dari rumah ini", wanita paruh baya itu berkata apa adanya.
Steven pun lemas, tidak bersemangat. "Kemana lagi aku harus mencari dan bertanya tentang Angelica", pikir nya dalam hati.
Steven teringat ibu pemilik rumah. Dulu sebelum Steven meninggalkan Angelica. Steven membayar uang sewa rumah Angelica sekaligus selama 2 tahun ke depan.
Karena Steven ingin meringankan sedikit beban pengeluaran Angelica. Apalagi Angelica baru melahirkan pasti Angelica akan cuti selama 3 bulan tanpa gaji. Karena Angelica adalah seorang guru honor SMP pada masa itu.
"Mudah-mudahan pemilik rumah kontrakan masih tinggal di alamat yang dulu, yaitu persis di samping rumah kontrakan nya. Ya kemarin aku membayar sewa kontrakan langsung 2 tahun sebelum meninggalkan Angelica", pikir Steven dalam benaknya.
Rumah itu masih seperti yang dulu, tetapi Steven ragu, apakah pemilik nya masih dengan Ibu Sandi.
Steven mencoba mengetuk pintu tok...tok...tok ..
lama tidak di jawab.
__ADS_1
Steven kembali mencoba mengetuk, "Mungkin sedang berada di kamar mandi sehingga tidak mendengar suara ketukan pintu depan yang jaraknya lumayan jauh", pikir Steven dalam hatinya.
tok ..tok....tok ..
"Iya ada apa", sapa wanita tersebut seperti mengenal wajah Steven tetapi ragu, takut salah orang.
"Ibu Sandi kan?", Steven menyakinkan kalau yang di depan nya adalah Ibu Sandi.
"Iya benar, saya Ibu Sandi. Maaf ini siapa ya, sepertinya saya pernah melihat wajah bapak, tetapi saya lupa. Bapak siapa?", tanya Bu Sandi menyakinkan ingatan nya.
"Saya Steven Bu, suaminya Angelica yang tinggal di kontrakan ibu sebelah!", Steven memperkenalkan diri.
"Oh iya, benar, Steven!. Tadinya saya ragu seperti pernah lihat, tetapi takut salah orang.
Sekarang barulah saya ingat, kamu Steven suaminya Angelica. Kamu dulu pergi meninggalkan Angelica, mengapa baru sekarang datang.
Soalnya saya tidak pernah lagi melihat nak Steven. Kalau Angelica lama tinggal di sini. Ibu Angelica membuka bimbingan belajar, karena siswanya sudah ramai dan, tempat ini tidak muat lagi menampung semua siswa bimbingan belajar nya.
Makanya Ibu Angelica pindah mencari Ruko untuk usaha bimbingan belajar nya", Ibu Sandi menjelaskan kondisi Angelica.
"Berarti Angelica tidak tinggal di sini lagi Bu?", tanya Steven dengan kecewa, tahu Angelica sudah pindah.
"Iya Ibu Angelica sudah pindah", Ibu Sandi memberitahu.
"Apa ibu tahu di mana Angelica Tinggal sekarang?", tanya Steven berharap.
"Ya tentu saja saya tahu, karena Angelica sudah menjadi wanita sukses sekarang. Kebetulan anak saya ikut bimbingan belajar ibu Angelica, dan saya setiap bulan yang membayar uang bimbingan belajar anak saya kepada Ibu Angelica", ucap Ibu Sandi bersemangat.
"Syukurlah, ibu sandi tahu alamat baru Angelica", pikir Steven dalam hatinya.
"Dimana Bu, alamat barunya Angelica", tanya Steven tidak sabar dan ingin tahu.
"Rukonya ada dua simpang dari sini, Rukonya ada di jalan besar Ada ditulis plangkat "Bimbingan Belajar Angelica", Sekarang Ruko itu hanya khusus untuk bimbingan belajar saja. Kalau untuk tempat tinggal, sepertinya Angelica tidak tinggal di Ruko tersebut, dan saya tidak tahu Angelica tinggal dimana.
Sesekali Angelica berada di Ruko untuk mengajar dan mengawasi perkembangan dan kemajuan bimbingan belajarnya", Ibu Sandi menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
Steven pun lemas, tetapi karena Bu Sandi bilang Angelica sesekali datang untuk mengawas dan mengajar di bimbingan belajar nya. "Aku akan pergi menanyakan dan membuat jadwal pertemuan dengan Angelica", pikir Steven menyakinkan dirinya.