Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#41. Angelica akan mengubur kenangan bersama Steven


__ADS_3

Angelica semakin rumit memikirkan perihal mengenai Steven, informasi pertama, Steven tidak mengakui dirinya telah menikah. Yang kedua, Steven sudah memiliki anak.


"Kalau Steven sudah memiliki anak, mengapa Steven harus menikahi Angelica. Apa mungkin aku hanya pemuas nafsu Steven saja, karena Steven harus proyek ke Medan dan proyek memakan waktu yang cukup lama, maka agar tidak kesepian harus mencari istri?" pikir Angelica bingung.


"Kalau hanya sebagai pemuas nafsu saja, mengapa harus menikahi secara sah?, bukankah lebih mudah urusannya bila, tinggal cari perempuan bayaran saja?. Mengapa juga Steven mengambil surat nikah sah mereka?" pikir Angelica menambahi.


"Aduh rumit sekali ini" Angelica garut-garut kepala, tidak habis pikir.


Angelica tidak menyangka informasi yang didapatkan nya dari pak Beni adalah, bahwa Steven sudah memiliki anak.


Angelica sampai di rumah nya.


brem..suara mesin sepeda motor di matikan.


Angelica membuka pintu, mungkin Linda tahu, bahwa Angelica akan segera sampai di rumah, makanya pintu tidak di kunci. Angelica pun masuk saja dan memanggil-manggil ibunya "ma..mama" Angelica terus menyusuri bagian rumah.


Ternyata Linda sedang asik memandikan Gemilang, "Halo sayang, ternyata laki mandi ya, iiiya dong supaya bersih kan?" Angelica menyapa gemilang sambil memain-mainkan nya.


"Halo ma, mama pasti sudah capek ya, ngurusin Gemilang?" tanya Angelica sambil memberi handuk, karena Gemilang sudah selesai mandi.


Gantian, giliran Angelica sekarang yang ngurusin Gemilang, Angelica pun sibuk memberi pakaian Gemilang setelah itu menyusuinya, tidak lama kemudian Gemilang pun tertidur lelap.


"Bagaimana Angel, informasi dari teman Steven?" tanya Linda penasaran.


Angelica diam dan menarik napas panjang.


"Pak Beni, mengatakan ketika ikut proyek di Tanjung Karang, Steven pernah izin tidak masuk kerja karena istrinya Steven sedang melahirkan, tetapi pak Beni tidak tahu kapan Steven menikah dan kepada siapa menikah, karena pak Beni tidak pernah datang ke rumah Steven!, itu saja ma informasi yang Angelica dapatkan, pak Beni tidak tahu alamat rumah Steven"

__ADS_1


Angelica lemas dan kehilangan harapan, kemana akan mencari Steven, secara Tanjung Karang itu luas, "tidak mungkin Angelica menyusuri seluruh kawasan Tanjung Karang" pikir Angelica pusing.


"Apa Steven sudah memiliki anak?, terus kenapa Steven masih ingin menikah secara sah, artinya pernikahan ini pasti diketahui oleh istrinya, dan anehnya surat nikah antara kamu dan Steven dipegang oleh Steven" Linda geram dan bingung.


Pertanyaan terpenting yang harus kita cari tahu adalah "Untuk apa surat nikah kalian di pegang oleh Steven, secara dia sudah punya istri?" Linda memberi komentar.


Linda pun diam dan kasihan melihat Angelica tidak semangat, karena saat ini jalan terasa buntu.


"Angelica tidak mengerti ma" Angelica hanya bisa tertunduk. Linda pun segera mendekati Angelica dan memeluknya.


"Angel, tetap semangat ya nak, kamu boleh memikirkan nya, tetapi jangan sampai mempengaruhi keseharian kamu, kamu masih punya Gemilang.


Gemilang butuh kasih sayang mu, saat ini yang harus kamu pikirkan adalah dirimu dan Gemilang jangan sampai sakit, sudahlah biarkan saja seperti air yang mengalir.


Suatu saat, secara tiba-tiba, bila waktunya tiba kamu akan menemukan jalan dan penyelesaian nya, mungkin saat ini belum terbuka titik terangnya, teruslah berharap pasti akan tiba waktunya" Linda menyemangati dan memberi support kepada Angelica.


Angelica tersenyum dan segera memeluk Linda "Terima kasih ma" Angelica menetes kan air matanya, mungkin kalau tidak ada Linda, angelica pasti sudah down saat ini, Linda adalah yang menguatkannya saat ini.


Angelica memanggut kan kepalanya tanda setuju dan segera pergi menuju kamar mandi.


Angelica membasahi seluruh tubuhnya dengan air guyuran dari air shower dibiarkan terus mengalir, Angelica pun terus menangis mengeluarkan segala beban berat di pikiran nya, terus saja Angelica menangis, hingga air matanya terasa habis.


Linda panik Angelica begitu lama keluar dari kamar mandi, "biasanya Angelica mandi tidak selama ini" pikirnya dalam hati.


Linda pun mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil-manggil Angelica "Angel.... Angel, kamu tidak apa-apa kan nak" tanya Linda sambil mengetuk pintu.


Sadar pintu telah diketuk Angelica pun menjawab "Angel tidak apa-apa ma" Angelica menyakinkan Linda.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Angelica keluar dari kamar mandi dengan senyuman dan semangat baru tentunya.


Angelica sudah bertekad untuk fokus terhadap dirinya dan Gemilang, lembaran lama bersama Steven harus di tutup.


Seperti kata Linda, pasti suatu saat nanti ada waktunya akan terjawab dan terungkap dengan sendirinya, seperti kata pepatah "Biarkanlah waktu yang akan menjawabnya" Angelica menyemangati dirinya.


Linda senang ada raut senyum di wajah anaknya ketika keluar dari kamar mandi, Linda pun mengelus-elus dadanya "Syukurlah Angelica bisa menerima kenyataan ini" pikir nya dalam benaknya.


Angelica keluar dari kamar dan segera mengajak Linda untuk makan bersama, karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 19.00,


"Ma, ayok kita makan, Angel lapar sekali, sehabis mandi tadi, lapar Angel terasa banget, cacing di perut Angel terasa demo tidak sabar untuk segera diisi perutnya" canda Angelica.


Linda senang Angelica bisa melucu, artinya Angelica tidak sedih lagi dan bisa semangat.


Linda pun tertawa dan tersenyum melihat putrinya bercanda seperti itu.


"Apa rencana kamu selanjutnya Angel" ucap Linda pelan.


"Tidak ada ma, biarkanlah waktu yang menjawab nya ma, pasti akan ada jalan keluarnya, saat ini Angel fokus ke diri Angel dan Gemilang, sementara ini kenangan bersama Steven akan Angel kubur dalam-dalam.


Tidak ada juga gunanya memikirkan nya terus-menerus.


Angel dan Gemilang butuh makan, Angel akan mencari tambahan untuk membuat les privat, atau mencari anak-anak disekitar daerah ini untuk diajari, mau buat kelas belajar gitu ma.


Khusus bidang studi matematika, sekalian membantu anak-anak mengerjakan PR nya boleh juga, nanti akan dikenakan biaya perbulan untuk setiap anak" Angelica membeber kan panjang lebar mengenai rencana nya untuk mencari uang tambahan, membuat les belajar di rumah Angelica.


"Mama akan selalu mendukung kamu nak, sepertinya itu ide yang bagus, kamu buat saja informasi nya di kertas, kamu bagikan kepada anak-anak disekitar sini atau tempel kertas itu di tiang listrik supaya makin banyak yang mengetahui informasi nya" Linda menambahi ide-idenya.

__ADS_1


"Baiklah ma, mulai besok akan Angelica buat kertas informasi nya. Lebih cepat, lebih baik kan ma, karena kebutuhan Gemilang pun akan semakin tinggi seiring bertambahnya usianya, kebetulan juga saat ini memasuki tahun ajaran baru" Angelica semangat.


"Iya Angel, secepatnya lebih baik, lebih baik kamu sibuk begini, daripada kamu memikirkan masalah mu terus, adanya akan menambahi penyakit saja" Linda menyemangati Angelica


__ADS_2