
Kenzo sudah berumur 6 tahun.
Hari pertama Kenzo untuk bersekolah, setelah libur sekolah beberapa Minggu, Kenzo masih yang begitu-begitu saja pengetahuan nya, masih diarahkan untuk lebih mandiri dan mengontrol emosinya, untuk membaca dan menulis, Kenzo tertinggal jauh dari teman-teman nya.
kring...kring ...
Alarm berbunyi menandakan pukul 05:30.
Dikta bangun pagi dan segera pergi ke kamar Kenzo, bermaksud untuk membangun kan Kenzo.
"Kenzo sayang....bangun yuk" bujuk Dikta kepada Kenzo.
mmm...kenzo membalikkan badannya, tidak mau bangun pagi
"Ken--zo, ba--ngun yuk, ki--ta ma--u per-gi ke-se-ko-lah, Kenzo mau kan ke sekolah" bujuk Dikta pelan sambil mengusap-usap punggung Kenzo.
"Ti--dak ma--u" ucap Kenzo sambil melempar bantal pada Dikta.
Tidak terima di lempar, Dikta emosi dan langsung memukul Kenzo "anak bandal, tidak sopan, dibangunin bagus-bagus malah melempar orang tua" ucap Dikta dengan suara kencang.
Kenzo pun menangis sambil berteriak-teriak "ti--dak ma--u per-gi, ma-ma ja-hat" Kenzo melempar apa saja yang ada didekatnya.
Lemparan Kenzo mengenai kepala Dikta, Dikta makin geram dan emosi, Dikta mengambil kemoceng, dan memukul tangkai kemoceng itu kepada Kenzo, Kenzo semakin teriak histeris "Aaa...per--gi" semakin brutal Kenzo melempari semua yang ada didekatnya, gelas, stoples dan mainan.
Mendengar suara teriakan Kenzo yang begitu keras dan teriakan Dikta yang meneriakkan "anak kurang ajar, dasar bodoh" Dikta mencaci maki Kenzo, Steven terjaga dari tidurnya, dan menghampiri asal teriakan, yang berasal dari kamar Kenzo.
Steven pun langsung menarik tangan Dikta, karena Dikta sudah berteriak dan mencaci maki Kenzo.
"Gimana sih kamu, jadi ibu kok tidak ada sabarnya, anak sendiri malah di caci maki, harusnya kamu ibunya lebih sabar dan pandai membujuk, bukan malah marah-marah" Steven memarahi Dikta.
"Tetapi Kenzo sudah kurang ajar, bang. Kenzo tadi melempar aku dengan bantal dan mengenai kepalaku, aku jadi marah, kalau barang keras tadi yang Kenzo lempar, mungkin sudah pecah kepalaku ini" ucap Dikta membela diri.
"Kamu di lempar karena, kamu selalu berteriak dan tidak sabaran membujuk Kenzo" Steven menceramahi Dikta.
"Tadinya aku sudah membujuk nya pelan-pelan dan berulang, tetapi kenzo langsung melempar bantal ke arah ku" Dikta masih berkeras membela diri.
__ADS_1
"Sudahlah, kamu itu paling tidak bisa dibilangin, tidak pernah mau mengakui kesalahannya, selalu merasa benar, kamu sebagai ibu harusnya lebih sabar dan paling mengerti perasaan anaknya, bukan malah sebaliknya, menjadi musuh bagi Kenzo" Steven memarahi Dikta.
Dikta hanya diam saja, mungkin saat ini menyadari kesalahannya, tetapi besok-besok, Dikta sudah lupa dan tidak sabaran dalam membujuk Kenzo.
Steven mencoba untuk membujuk Kenzo.
"Kenzo, anak papa yang paling ganteng, Kenzo anak pintar kan?, Kenzo sayang papa kan?, Kenzo mau sekolah tidak?" tanya Steven dengan pelan dan lembut, sebelumnya Steven terlebih dahulu memeluk dan mengusap-usap punggung Kenzo, agar Kenzo bisa lebih tenang.
Kenzo sudah lebih tenang "Kenzo anak pintar kan?" tanya Steven lembut.
Kenzo manggut-manggut, "Kenzo mau sekolah kan?", Kenzo pun manggut-manggut.
"Sebelum pergi sekolah Kenzo mandi dulu ya?" tanya Steven lembut dan mengajak Steven untuk ke kamar mandi.
Kenzo menurut apa yang di perintahkan Steven.
"Kenzo bisa mandi sendiri?" Steven mengingatkan Kenzo untuk mandi sendiri, karena sebelumnya Steven pernah mengajari Kenzo untuk mandi sendiri.
Kenzo pun mandi sesuai apa yang pernah di ajarkan Steven.
"Kenzo selesai mandi pakai apa?" tanya Steven menguji ingatan Kenzo.
"Han--duk" ucap Kenzo tersenyum.
"benar, ternyata Kenzo anak papa, pin--tar" ucap Steven memuji Kenzo dengan mengacungkan jempolnya sambil tersenyum dan memeluk Kenzo dengan erat.
"Setelah selesai pakai handuk, Kenzo pakai baju sekolah, bajunya yang ini ya" Steven meletakkan baju seragam sekolah Kenzo di atas tempat tidur, dan mengarahkan Kenzo agar setelah mandi, mengambil dan memakai pakaian yang diatas tempat tidur Kenzo.
Karena keterbelakangan mental sifatnya mengingat karena faktor kebiasaan, maksudnya Steven membiasakan agar Kenzo mengingat pakaian yang disediakan diatas tempat tidur di pakai setelah mandi.
Misal, Kalau Steven menyuruh Kenzo mandi sore, terlebih dahulu Steven meletakkan piyama nya diatas tempat tidur, agar setelah mandi Kenzo bisa segera memakaikan nya. Supaya Kenzo bisa mandiri sendiri.
Begitu juga dengan makan dan memakai Jan sepatu sekolah, diarahkan dan diajari Steven dengan telaten, ketika Kenzo berhasil melakukan perintah Steven, tidak lupa Steven memuji, memeluk dan mengacungkan jempol kepada Kenzo, agar Kenzo lebih bersemangat dan semakin termotivasi untuk selalu berbuat hal-hal yang lebih lagi.
Karena Kenzo menderita keterbelakangan mental, sedari umur 3 tahun, Kenzo sudah disekolahkan, bermaksud agar Kenzo bisa berbaur dengan dunia luar, karena bila kenzo diajak ke mall Kenzo merasa panik, selalu menangis dan berteriak-teriak.
__ADS_1
Setelah bersekolah, awalnya sih Kenzo sering tidak terkendali dan susah diatur, berlari-larian kesana-kemari, Kenzo juga nakal mau memukul temannya, bila temannya tidak mau berbagi mainan.
Tetapi setelah lama dan terbiasa di sekolah, Kenzo sedikit lebih tenang, bisa diarahkan dan bisa diatur, asal kita dengan suara lembut, kalau dengan marah-marah dan dengan memerintah, Kenzo akan semakin panik, berteriak dan memukul-mukul dirinya, kalau Kenzo tidak mood, Kenzo tidak bisa diatasi atau di perintah.
Dikta dan Steven terpaksa menyekolahkan Kenzo bermaksud, supaya Kenzo bisa lebih baik lagi, Dikta sering tempra mental tidak sabaran dalam membujuk Kenzo, mau memukul dan berteriak pada Kenzo, sehingga Kenzo jadi marah dan berteriak.
Setiap pagi Kenzo sudah bisa bangun sendiri tanpa dibangunkan, Kenzo rutin bangun pada pukul 05:30, setelah bangun Kenzo akan mandi sendiri dan menggosok gigi sendiri, awalnya Kenzo susah diatur untuk bangun pagi, tetapi Steven sabar dan telaten membujuk dan merayu Kenzo, supaya mau mandi sendiri.
Asal perlengkapan mandi, sabun dan handuk diletakkan pada tempatnya, Kenzo bisa mengingatnya, begitu juga pakaian sekolahnya, Steven selalu meletakkan pakaian sekolah yang akan dikenakan Kenzo di atas tempat tidur. Cara itu selalu dibiasakan Steven, agar Steven semakin terbiasa.
***
Kenzo di sekolah
🎶 Topi saya bundar,
bundar topi saya,
kalau tidak bundar
bukan topi saya.
leddum....leddum...la..la..
leddum...leddum....la...la..🎶
Kenzo begitu semangat menyanyikannya,
hanya jelas lafal la..la...la..sebenarnya Kenzo menyanyikan nya,
karena Dikta dan Steven tidak pernah mengajarkan lagu itu kepada kenzo.
Kenzo bernyanyi sambil berteriak-teriak dan melompat, karena disemangati dan dipuji Kenzo menjadi over akting, lebih bersemangat lagi menyanyinya,
guru Novi memuji Kenzo, Kenzo merasa senang sekali, pujian terkadang membuat Kenzo bisa lebih tenang.
__ADS_1