Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#37. Angelica sedih Steven meninggalkannya.


__ADS_3

Angelica masih menginap di rumah sakit, ditemani Linda dan Veni, hingga larut malam Steven tidak kunjung kembali mendatangi Angelica yang baru saja melahirkan.


Linda terus bertanya-tanya sambil marah dan kesal "Kemana sih Steven, katanya keluar sebentar, tetapi sampai larut malam begini tidak kunjung datang?" Linda terus mengomel dan kesal.


"Suami macam apa itu, tidak peduli istri dan anaknya" Linda menambahi.


Angelica pun bingung, tidak tahu harus berkata apa, Angelica tidak berani lagi membela Steven, ia hanya terdiam bila Linda terus ngomel mengenai Steven.


Angelica juga mencoba menelepon Steven, hpnya tidak aktif, "apa yang terjadi kepada mu sayang, kamu itu dimana sekarang, kenapa sampai sekarang belum juga pulang", pikir Angelica dalam hati.


"Kak Veni, coba kakak pergi ke rumah kontrakan kami, mana tahu Steven memang tertidur pulas di rumah" Angelica menyarankan Veni untuk ke rumah kontrakannya.


"Baiklah" Veni pun segera pergi kerumah kontrakan Angelica.


"Mama yakin Steven tidak ada di rumah kontrakan kalian, kok mama firasatnya tidak enak ya, sedari dulu memang mama kurang suka sama Steven,


entah apa alasannya mama tidak mengerti, pokoknya firasat mama tidak enak. Dulu sewaktu Steven tiba-tiba melamar kamu, setelah sekian tahun tanpa kabar-kabari, mama sebenarnya curiga, tapi mama tidak tahu bilang nya gimana" ucap Linda kesal dan jengkel.


Krinnggggg...


Handphone Angelica berdering. Angelica memperhatikan siapa gerangan yang menelpon nya. ternyata kakak nya Veni.


"Halo Kak" ucap Angelica.


"Angel, Steven tidak ada di rumah, malah rumah terlihat gelap, sepertinya Steven tidak ada ke rumah sejak kalian ke luar rumah" Veni memberi tahu.


"Apa, tidak mungkin kak" Angelica tidak yakin.


"Iya Angel, kakak tidak bohong, kakak lagi didalam rumah ini, semua kamar dan ruang-ruang sudah kakak periksa, bahkan kamar mandi, Steven tidak ada Angel!" Veni memberitahu dengan tegas dan yakin.


"Ok lah kak, terima kasih telah ngerepotin kakak, kakak balik saja dan kembali ke rumah sakit" ucap Angelica


Angelica kini terdiam, "Ya Tuhan, kamu dimana sih sayang, kenapa kamu melakukan ini kepadaku, atau adakah sesuatu yang terjadi kepadamu?" Angelica bingung.

__ADS_1


"Apa kata kakak mu" tanya Linda penasaran.


"Steven tidak ada di rumah ma" ucap Angelica lemas dan pelan.


"Sudah mama duga, dia pasti memang tidak ada di rumah" Linda makin kesal.


Angelica menangis, "seandainya Steven benar-benar meninggalkan nya, betapa jahatnya Steven, apa salahku, sehingga Steven meninggalkan aku, padahal kami selama ini baik-baik saja,


Steven juga perhatian kepada aku dan kandungan ku, Steven selalu mengatakan untuk tidak capek-capek, agar bayiku tidak kenapa-kenapa, apa alasan Steven meninggalkan ku?", Angelica tidak habis pikir.


"Sudah lah tidak artinya kamu menangisinya terus, Steven itu laki -laki yang tidak berguna, urusi saja dirimu dan bayimu yang masih kecil ini.


Kamu juga belum pulih, jangan banyak pikiran, nanti kamu malah pendarahan, semua bisa repot, bayimu jadi telantar nanti, sudah lupakan saja dia, nanti kalau kamu sudah pulih, boleh kamu cari dia, sekarang fokus ke pemulihan dirimu, agar kamu bisa mengurusi dan memberi ASI bagi bayimu" Linda terus menasihati Angelica.


Angelica terus saja menangis, tidak bersemangat makan dan slalu melamun, terus mengingat-ingat sesungguhnya kesalahannya apa.


Angelica tidak bisa tidur. Linda kasihan terhadap Angelica, dan terus menyemangati dan memberi pandangan "Sudahlah Angel, ini sudah larut malam, istirahat lah, kamu harus menjaga kesehatan mu, kasihan bayimu, tidak usah kamu memikirkan Steven lagi, anggap saja dia sudah mati" Linda menasihati.


Angelica diam saja dengan pandangan kosong, Linda takut Angelica kenapa-napa, "Angel semangat nak, mama tidak mau kamu sakit, Angel tolonglah, jangan menakuti mama, kamu jangan diam saja,


Linda pasrah, apapun yang dilakukan Angelica, walaupun Angelica memaksa untuk mencari Steven, Linda tidak akan melarang nya, karena sekalipun dilarang, Angelica tidak akan peduli, Angelica sudah dibutakan cinta kepada Steven, sekalipun Linda terus menjelek-jelekkan Steven, Angelica terus saja memikirkan Steven.


Angelica sudah bisa ke kamar mandi sendiri, Angelica pun tidak banyak diam lagi, Angelica bersemangat untuk sembuh, karena di benaknya, ingin mencari Steven, sebulan setelah melahirkan Angelica akan menanyakan teman-teman Steven di tempat proyeknya, Angelica penasaran, apakah Angelica benar-benar telah meninggalkan nya karena tidak suka lagi atau kah sesuatu terjadi kepada Steven.


tok..tok..tok pintu kamar pasien di ketuk.


"Iya silahkan masuk" ucap Linda dan Angelica.


Suster masuk membawa bayi Angelica.


" Selamat pagi Bu" sapanya dengan ramah dan senyuman.


"Selamat pagi juga, sus" balas Linda dan Angelica berbarengan.

__ADS_1


"Ini dedek bayinya silahkan diberi ASI ya Bu, nanti 1 jam lagi saya ambil lagi bayinya, diletakkan kembali ke ruangan bayi" suster menjelaskan.


"Iya sus" sambil mengulurkan tangannya mengambil bayinya dari tangan suster.


"Oh ya Bu, kapan keluar dari rumah sakit ini?" tanya suster ingin tahu.


"Besok sus" Angelica memberitahu.


"Oh, baiklah, oh ya jangan lupa berkas-berkasnya di urus agar mendapatkan tanda lahir si dedek" ucap suster memberi tahu.


"Iya suster, nanti ibu saya yang mengurus nya" jawab Angelica.


"Ok baiklah Bu, saya Permisi dulu ya Bu"pamit suster meninggalkan Linda dan Angelica.


Pintu di tutup kembali sepeninggal suster dari kamar Angelica.


"Apa kalian sudah mengurus surat Akta nikah kalian di catatan sipil?" tanya Linda penasaran.


Angelica terkejut dan tersentak, ternyata selama ini, Angelica dan Steven tidak pernah terpikir untuk mengurus akte nikah di catatan sipil.


"Aduh, aku lupa Bu, gara-gara sibuk kerja, ternyata aku lupa mengurus akta nikah kami!" Angelica sedih.


"Terus surat nikah perkawinan kalian bagaimana apa ada padamu?" tanya Linda makin penasaran.


"Dimana ya, surat nikah sah kami!" Angelica bingung dan mencoba mengingat-ingat dimana surat nikah mereka, dan Angelica men flashback ingatan nya ketika menikah kemarin,


"setelah surat nikah itu diserahkan kepada mereka, Steven yang pegang, sepertinya Steven menyerahkan nya kepada ibunya", Angelica menyakinkan ingatan nya.


"Surat nikah kami ada pada ibunya Steven, ma!" Angelica menyakinkan Linda.


"Apa, jadi surat nikah kalian tidak ada kamu pegang?" Linda memelototkan matanya kepada Angelica dengan kesal.


"Tidak ada ma, Angel juga tidak terpikir, tidak pernah sadar kalau surat nikah itu tidak ada pada Angel" Angelica kesal.

__ADS_1


"Jadi bagaimana mengurus kartu keluarga kalian?" Linda makin kesal, Angelica lengah tidak mengurus berkas-berkasnya selama ini.


__ADS_2