Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#62. Angelica balik ke rumah.


__ADS_3

Karena berdasarkan hasil CT-Scan dan Rontgen, bagian tulang tidak ada retak atau patah, seluruh kondisi organ yang lain juga, kondisinya baik dan sehat-sehat saja.


Angelica merasa yakin untuk balik ke rumah menemui Gemilang buah hati semata wayangnya


Linda, ibu yang selalu menemani saat terluka maupun senang, yang selalu mendukung dan mensupport nya. Dan tidak lupa seorang kakak yang selalu siap sedia tenaganya bila di perlukan.


Setelah dilatih bergerak kesana ke mari, akhirnya Angelica sudah bisa bergerak secara leluasa, walaupun masih yang agak perih kalau di paksakan. Itu cukup membawa kemajuan setidaknya Angelica tidak harus dibantu orang lain, dan bisa melakukan aktifitas.


Kepulangan kali ini dipercepat tidak menunggu 2-3 hari seperti yang dikatakan Angelica tadi melalui telepon dengan Linda.


Selain karena kondisi Angelica yang sudah membaik. Saat ini Gemilang kondisinya sedang demam, sangat ingin dekat-dekat dan butuh dekapan Angelica.


Tidak sabar rasanya ingin bertemu dengan anak nya yang terbaring lemah karena sakit.


Angelica langsung memberesi segala barang-barang nya, mengurus segala administrasi agar bisa keluar dari rumah sakit. Seluruh pengobatan Angelica gratis di tanggung oleh pihak asuransi. Angelica pun segera pamit kepada suster Eli yang telah baik merawat dan menemaninya selama di rawat di rumah sakit.


"Terima kasih banyak ya, suster Eli?, kebaikan mu kepada ku sungguh tidak terkira, aku juga tidak bisa membalaskan segala kebaikan mu kepada ku", ucap Angelica penuh hormat dan rasa syukur karena ada orang yang masih baik kepadanya, sambil mengulurkan tangannya badan memeluk suster Eli dengan erat


"Jangan sungkan-sungkan lho Bu Angelica!, ini sudah kewajiban dan tugas kami sebagai perawat untuk membantu pasiennya yang sedang membutuhkan pertolongan", balas suster Eli dengan senyum ramah menjabat tangan Angelica dan memeluk erat Angelica.


"Saya pamit ya, suster", Angelica langsung membalikkan badannya dan langsung keluar ruangan meninggalkan suster Eli dan pasien yang ada di dalam ruangan tersebut.


Dari rumah sakit Angelica langsung menuju bandara. Dari bandara hanya butuh 2 jam agar bisa sampai di rumah. Angelica sengaja tidak memberitahukan Linda tentang kepulangan nya sekarang, Angelica ingin memberikan kejutan kepulangan nya yang tiba-tiba kepada seluruhnya keluarga nya. Linda hanya tahu bahwa Angelica pulang ke rumah 2-3 hari lagi.


Sampailah Angelica di bandara, langsung chek in. Untung lah Angelica tidak terlambat, tadinya Angelica sudah khawatir dan merasa kalau Angelica sudah terlambat, karena jalanan menuju bandara sangat macet dan penuh.


Tidak berlama-lama lagi seluruh penumpang di persilahkan untuk memasuki pesawat dan duduk pada tempat duduk yang tertera pada tiket masing-masing.

__ADS_1


Hanya butuh 2 jam, Angelica sudah berada di bandara, langsung tancap gas menuju taksi online, setelah menjalani prosedur kepulangan penumpang.


Sampailah Angelica di depan pintu rumahnya.


Tok...tok ..tok..


Angelica terus mengetuk, tanpa mengeluarkan suara. Memang Angelica sengaja, agar bisa mengejutkan Linda, ibunya.


"Siapa?", tanya Linda dari balik pintu. Linda merasa sedikit sibuk dan repot, karena Linda baru saja selesai mengelap badan cucu kesayangan nya Gemilang, setelah sebelumnya baru selesai makan.


Angelica diam saja tidak mengeluarkan suara.


Kembali Angelica mengetuk dengan tidak sabaran. Dengan penuh kesal, Linda langsung mendatangi tamu yang baru saja mengetuk pintu rumah.


"Siapa sih, aa.... Angelica", teriaknya kencang sambil memeluk erat Angelica, karena anaknya sudah ada di depan matanya.


Baru tadi rasanya Linda mendapat kabar kalau Angelica sedang mengalami


Sekarang Angelica sudah ada di depan mata, dengan kondisi yang baik-baik saja.


"Mengapa tidak memberitahu, mama kalau kamu pulangnya sekarang?, kamu ini ya, benar--,


ucap Linda sedikit kesal karena telah dikerjai Angelica.


"Surprise dong, ma", jawab Angelica santai sambil senyum - senyum dan tertawa kecil.


"Ayo, masuk-masuk", ajak Linda dan langsung membalikkan badannya masuk ke dalam rumah diikuti Angelica dari belakang.

__ADS_1


Melihat putranya baru selesai di lap dan sudah mengenakan pakaian yang rapi dengan wangi bedak baby, Angelica langsung memeluk dan menciumi Gemilang dengan rindu yang sangat mendalam.


"Aduh, sayang mama. Mama kangen banget sama Gemilang", ucap Angelica senang dan penuh haru. Angelica bersyukur masih bisa bertemu dengan putranya dan keluarganya, setelah sebelumnya bertarung nyawa akibat mengalami kecelakaan.


Seolah-olah mengerti dan mengenali ibunya, Gemilang pun tersenyum dan tertawa melihat Angelica berbicara kepada nya.


Sebentar menggendong dan menimang-nimang Gemilang, akhirnya Gemilang segera tertidur nyenyak. Angelica segera meletakkan Gemilang di tempat tidur, agar bisa tidur lebih tenang dan nyenyak.


"Gimana ceritanya kamu bisa pulang lebih cepat, Angel?", tanya Linda penasaran karena ketika menelepon Angelica menceritakan kondisinya tidak bisa bergerak harus butuh 2-3 hari perawatan untuk lebih pulih.


"Begini, ma. Suster yang menjaga dan merawat Angel, menyatakan kalau hasil CT-scan dan Rontgen Angelica bagus, tidak ada retak dan patah tulang.


Angelica merasa sukar bergerak karena luka dan memar, sehingga luka membengkak, itu yang menyebabkan perih saat digerakkan.


Kaku karena lama tidak bergerak, dengan latihan bergerak, maka akan terbiasa dan bisa leluasa kembali untuk bergerak.


Suster Eli menyarankan untuk banyak latihan pergerakan seperti bergerak ke kamar mandi, keluar sekedar menghirup udara segar, atau sekedar mengobrol dengan pasien lain, agar lebih terbiasa dalam bergerak, dan memang betul.


Awalnya susah dan sakit saat di gerakkan, lama-kelamaan jadi terbiasa dan sekarang sudah membaik dan sakitnya hanya sedikit saja terasa", ucap Angelica antusias menceritakan pengalaman nya.


" Syukurlah tidak ada sakit yang fatal, sekarang sudah membaik. Teringat nya kenapa bisa terjadi kecelakaan pada bus yang kamu tumpangi", tanya Linda ingin tahu.


Kondisi cuaca saat itu memang hujan. Supir 2 untuk bus Meranti yang kami tumpangi tidak datang, akhirnya kami hanya mempunyai 1 orang supir dan kernet.


Biasanya supir istirahat sekitar 2 jam ketika makan siang. Mungkin karena kelelahan. Supir memacu kecepatan dengan kecepatan tinggi bermaksud agar cepat sampai.


Akhirnya nya bus tergelincir dan terguling pelan, karena tiba-tiba mengerem pada kecepatan tinggi. Untung lah tidak mengakibatkan keadaan yang fatal terhadap penumpang bus yang Angelica tumpangi. 2 korban meninggal dunia tidak berasal dari bus yang kami tumpangi.

__ADS_1


Melainkan berasal dari pengendara sepeda motor yang memacu kecepatan dengan kecepatan tinggi ketika berusaha untuk menghindari bus yang terguling, akhirnya sepeda motor tersebut menabrak tebing, sehingga pengendara sepeda motor terpelanting jauh membentur kepalanya.


Sedangkan korban pejalan kaki, tertimpa bus yang terguling, tidak mampu menghindari bus yang terguling kencang", Angelica menceritakan kronologi kejadian denga panjang lebar.


__ADS_2