Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#77. Kenzo meninggal dunia


__ADS_3

Kenzo sangat bersemangat, di janjikan akan bertemu dengan Steven sore hari hari setelah tidur siang, Kenzo langsung cepat-ceoat mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Heni, Heni menyuruh Kenzo untuk makan pagi dan segera mandi.


Kenzo pun segera melahap habis nasinya, kebetulan juga Kenzo merasa sangat lapar, setelah makan Kenzo pun bergegas ke kamar mandi dan segera mandi.


Kenzo sudah begitu terbiasa melakukan rutinitas dengan baik, karena kasih sayang dan perhatian Steven. Kenzo bisa melakukan nya tanpa bantuan orang lain.


Awalnya Kenzo masih harus disediakan pakaiannya dan meletakkan nya di atas tempat tidurnya. Sekarang Kenzo sudah bisa mengambil sendiri dari lemari pakaiannya tanpa berantakan.


Selesai mandi Kenzo sebentar duduk di meja belajarnya. Kenzo sangat senang menggambar.


Dalam lukisannya Kenzo menggambar sepasang suami-istri yang berpegangan tangan ada seorang anak kecil berada diantara suami-istri tersebut.


Ternyata Kenzo menggambar dirinya diantara Steven dan Heni, karena pada gambar tersebut ditulis Papa- Kenzo-Nenek. Tidak ada Dikta dalam gambar Kenzo.


Karena Dikta tidak pernah menganggap Kenzo ada, artinya Dikta tidak pernah memberi perhatian dan kasih sayangnya kepada Kenzo.


Selesai menggambar Kenzo bermaksud untuk tidur siang, karena Steven selalu membiasakan Kenzo untuk selalu tidur siang.


Langsung terlelap dan terbuai dalam alam mimpi. Mungkin karena semalam Kenzo tidak bisa tidur karena terjaga di tengah malam dan baru bisa terlelap pada pagi subuh.


Karena sudah tersimpan dalam alam sadarnya, akan bertemu Steven pada sore hari. Setelah tidur beberapa jam Kenzo langsung terbangun dan "Bersiap-siap sebentar lagi akan bertemu Steven", pikirnya dalam benaknya.


Kenzo melirik jam bulat yang terpajang pada dinding kamar nya, menunjukkan pukul 15:30. "Yes, satu jam lagi Kenzo akan bertemu dengan Steven", pikir Kenzo dalam hatinya.


Kenzo pun bermain bola di halaman rumah sembari menunggu Heni akan mengantarnya untuk bertemu dengan Steven. Ketika Kenzo melambungkan bolanya tinggi ke atas, tidak disangka, bolanya terlempar keluar ke arah jalan raya.


Kenzo memperhatikan bahwa bolanya telah berada di seberang jalan, Kenzo pun bermaksud untuk mengambilnya.


Ketika menyeberang ternyata ada sepeda motor tiba-tiba melintas dengan kecepatan tinggi langsung menabrak tubuh kecil Kenzo, sehingga Kenzo terpental dan terjatuh mengenai kepala nya.


Para warga datang berkerumun langsung menghampiri dan berusaha menolong Kenzo. Ada salah satu warga yang memeriksa denyut nadi Kenzo ternyata Kenzo sudah tidak bernyawa lagi.


Tahu Kenzo adalah korban dari tabrak lari pesepeda motor yang melaju kencang, warga pun segera memberi tahu Heni.


tok..tok...tok...


"Bu Heni.......Bu Heni....Bu..Heni..."

__ADS_1


Tidak ada suara yang menyahut. Karena pintu rumah terbuka sedari tadi warga segera masuk ke dalam, mengetuk pintu kamar Heni "Bu Heni...Bu Heni", sambil mengetuk pintu.


"Iya ada Bu", tanya Heni terkejut karena warga datang langsung mengetuk pintu kamar nya


"Kenzo tertabrak di depan rumah ibu oleh pengendara sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi", ucap warga memberi tahu.


"Apa", Heni langsung berlari ke depan dan menghampiri dan menggendong tubuh mungil Kenzo sambil berteriak "Kenzo.. Kenzo...tolong antar Kenzo pak ke rumah sakit", Heni memohon pada pengendara mobil yang berhenti di depan tubuh Kenzo yang terbaring lemas.


"Ibu maaf, sepertinya Kenzo sudah tidak bernyawa lagi, denyut nadinya tidak terasa lagi", ucap salah satu warga yang berkerumun di tempat kejadian perkara.


"Tetapi tidak apa-apa kok kami mengantar ibu ke rumah sakit, agar ibu bisa lebih yakin lagi.


Akhirnya Kenzo di bawa ke rumah sakit, langsung menuju ruang UGD. Sebelum di ruang UGD diperiksa lebih lanjut. Dokter terlebih dahulu memeriksa urat nadinya ternyata Dokter menyatakan Kenzo sudah tidak bernyawa lagi.


Dokter pun segera menghampiri Heni yang sedang gusar dan sedih harap-harap cemas menanti kabar dari tim dokter.


"Ibu dengan sangat terpaksa saya menyampaikan kabar ini, bahwa Kenzo sudah meninggal dunia, benturan yang keras telah mengenai kepalanya. Sehingga nyawanya tidak tertolong lagi. Kami memprediksi, sebelum Kenzo di bawa ke rumah sakit ini, Kenzo sudah meninggal dunia" ucap dokter dengan sedih.


"Kenzo tidak...jangan tinggalkan nenek Kenzo, bangunlah Kenzo, ayo kita pulang, bukankah kamu sebentar lagi akan bertemu dengan Steven ayah kamu?", ucap Heni dengan tangis yang terisak-isak.


"Ibu, jenazah akan segera di bawa ke kamar jenazah, untuk selanjutnya akan di bawa ke rumah duka", ucap dokter menghampiri Heni.


Tut...Tut...Tut..


"Ma, kalian dimana?, aku sudah berada di perempatan jalan Soetomo", ucap Steven menjawab panggilan telepon Heni.


"Steve, mama sedang berada di rumah sakit!", Heni memberi tahu sambil menangis.


"Apa!, siapa yang sakit ma, kok tiba-tiba sudah berada di rumah sakit?", tanya Steven dengan kebingungan.


"Kenzo, Steve!, Kenzo di tabrak lari oleh pesepeda motor yang melaju dengan kencang", ucap Heni terbata-bata.


"Mengapa Kenzo bisa di tabrak lari, padahal Kenzo kan selalu bermain di dalam rumah?", tanya Steven bingung.


"Kata warga, Kenzo tadi bermain bola, entah kenapa tiba-tiba bola Kenzo keluar rumah dan berada di seberang rumah.


Kenzo bermaksud dengan mengambil bola tersebut, ternyata tiba-tiba ada pengendara sepeda motor melaju dengan kencang, sehingga menabrak tubuh kecil Kenzo. Sehingga terpental dan jatuh mengenai kepala", Heni memberitahu kronologi kejadian tertabraknya Kenzo.

__ADS_1


"Terus keadaan Kenzo bagaimana ma, Kenzo baik-baik saja kan!", Steven panik dan ingin tahu kabar dan kondisi Kenzo.


"Steve!, Kenzo sudah tiada. Kenzo sudah meninggal dunia", ucap Heni memberi tahu sambil menangis.


"Tidak mungkin ma, tidak mungkin!. Mama di rumah sakit mana ini!. Steven datang ke rumah sakit sekarang, mama tunggu Steven di situ" Steven langsung mematikan handphone nya. Dan segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit dan keberadaan Kenzo yang berada di kamar jenazah, yang diberitahukan Heni.


Steven lemas melihat tubuh Kenzo yang sudah terbaring kaku lalu menghampiri nya dan memeluknya dengan erat, karena ini adalah momen terakhir Steven untuk memeluk Kenzo.


"Kenzo, jangan tinggalin papa nak, bangunlah. Maafin papa yang tidak membawa mu ikut serta dengan papa, padahal kamu ingin sekali ikut sama papa. Kenzo ayo pulang nak, kamu tinggal sama papa saja sekarang", Steven terus menangisi Kenzo dengan penuh penyesalan.


"Seandainya kamu ikut papa, mungkin sekarang kamu tidak akan meninggal dunia", pikir Steven dalam benaknya dengan penuh penyesalan.


Steven terus menangis tertunduk lemas di samping jenazah Kenzo.


"Pak, jenazah akan segera di bawa ke rumah duka, silahkan mengurus administrasi terlebih dahulu", sapa dokter memberitahu Steven.


Setelah mengurus kelengkapan administrasi akhirnya jenazah Kenzo dibawa ke rumah duka dengan iringan mobil ambulance.


Warga pun langsung datang berkerumun menghampiri kediaman rumah keluarga Steven.


Memberikan ucapan turut berdukacita dengan Isak tangis. Sedih melihat kondisi Kenzo yang terbaring kaku karena ditabrak lari.


Mereka pun menguatkan Steven dan Heni "Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya ya pak Steven dan Bu Heni!, kiranya bapak dan ibu sabar, tabah dan ikhlas menghadapi semua ini.


Dikta keluar dari kamarnya mendengar suara tangisan Steven dan Heni secara bersamaan.


Dikta terkejut dan terhentak, tidak menyangka Kenzo tiba-tiba saja sudah terbaring kaku di ruang tamu nya.


Heni mencoba bertanya kepada Steven "Ada apa ini bang, kok bisa seperti ini?", tanya Dikta belum percaya atas apa yang telah di lihatnya.


"Kenzo di tabrak lari oleh pesepeda motor yang melaju dengan kencang, Kenzo tadi terpental dan terjatuh mengenai di kepala", jawab Steven.


"Sekarang kamu puas kan!, ini yang kamu minta, kematian Kenzo. Kamu tidak sedikitpun bisa memberi perhatian dan kasih sayang kepada Kenzo. Kamu tidak peduli dan cuek terhadapnya. Kalau kamu menjaganya dengan baik, tidak mungkin Kenzo akan pergi meninggalkan kita", Steven terus menangisi jasad Kenzo.


Walaupun Dikta selama ini jahat dan tidak peduli terhadap Kenzo. Dikta tetap merasa kan sedih yang teramat dalam karena Dikta punya hubungan darah dengan Kenzo.


Dikta sedih terus menangis di depan jenazah Kenzo. "Kenzo, maaafin mama nak, yang sudah tidak peduli dan kurang perhatian sama kamu. Dari dalam hati mama, mama tetap merasa kehilangan kamu", ucap Dikta terus-menerus menangisi jasad Kenzo.

__ADS_1


Nasi sudah menjadi bubur, terlambat Dikta menyayangi dan peduli terhadap Kenzo. Dikta terus-menerus menangisi jasad Kenzo dengan perasaan yang sangat menyesal.


__ADS_2