
2 tahun sudah Steven meninggalkan Angelica dan Gemilang, tanpa ada kabar-kabari. Steven tidak pernah menafkahi Angelica dan Gemilang, jangan kan untuk Angelica, hanya menafkahi Gemilang pun tidak.
Beruntung Angelica tidak patah semangat, Angelica tidak terlalu ambil pusing untuk mencari dan menuntut Steven. Lagian Angelica tidak tahu harus mencari Steven ke mana?, seluruh teman satu proyek Steven tidak ada yang tahu alamat Steven, bahkan diajak ke rumah Steven pun tidak pernah.
Untuk biaya hidup untuk sehari-hari Angelica dan Gemilang mengandalkan dari gaji dari Angelica sebagai guru honor, dan bisnis bimbingan belajarnya yang semakin berkembang.
Bimbingan belajar Angelica Sudah menerima siswa dari semua jenjang pendidikan, baik SD, SMP, dan SMA untuk semua mata pelajaran, tadinya hanya jenjang pendidikan tingkat SD dan mata pelajaran matematika saja.
Syukurlah lah karena biaya pendaftaran dan biaya perbulan nya tidak terlalu memberatkan orang tua. Itung-itung daripada anak main PlayStation dan keluyuran entah kemana, para orang tua lebih berminat untuk memasukkan anaknya ke bimbingan belajar Angelica.
Untuk mengurus bimbingan belajar nya saja Angelica sudah kewalahan, bahkan harus mencari guru lagi untuk menutupi kelas-kelas tambahan.
Suatu ketika, ketika Angelica membereskan pakaian-pakaian di lemarinya yang sudah jarang di pakai, terlebih karena sekarang Angelica bertambah gemuk.
Angelica membongkar semua pakaian-pakaian bekas nya dari dalam lemari, bermaksud untuk memberikan pakaian bekas layak pakai kepada warga yang menginginkan nya.
Ketika hendak mengeluarkan pakaian itu, ada sesuatu kertas terjatuh ke lantai. Lantas Angelica langsung memungut kertas itu dari lantai, dan membaca isi kertas tersebut.
Ternyata ada resi pengiriman barang. "Ahh hanya resi pengiriman, saya pikir tadi surat berharga atau cek pencairan nada sekian juta atau voucher hadiah", pikir Angelica dalam hatinya.
Tetapi Angelica penasaran, itu resi pengiriman apa?, seingatnya Angelica tidak pernah membeli atau mendapat barang dari pihak mana pun.
Angelica memperhatikan lagi dengan seksama berita dari resi tersebut.
Ternyata resi tersebut itu adalah pengiriman pakaian terhadap penerima atas nama Dikta dan pengirim atas nama Steven. "Dikta kan adik perempuan Steven!", pikir Angelica dalam hatinya.
__ADS_1
Angelica membaca alamat penerima Jalan Soetomo Gang Sopoyono 34 kelurahan Indra kasih kecamatan Tanjung Karang selatan Kabupaten Hilir mudik 20345.
"Angelica tersadar ini adalah alamat rumah Steven, penerima paket ini atas nama Dikta, setahu Angelica Dikta adalah adik perempuan Steven", pikir Angelica dalam benaknya.
"Wah, kenapa baru sekarang alamat ini dapat, pada saat di butuhkan alamat ini tidak pernah diketahui", pikir Angelica menambahi.
Angelica pun tersadar kemarin ibunya, Linda. Pernah berpesan sudah lah biarlah waktu yang menjawabnya, mungkin kalau sudah tiba waktunya, semua pasti akan terungkap. "Ini adalah kenyataan dari pernyataan ibu", Angelica teringat nasihat Linda.
Angelica langsung menghampiri Linda, ibunya.
"Ma, Ini aku ada menemukan resi pengiriman paket, pengirim atas nama Steven dan penerima atas nama Dikta.
Dikta adalah adik perempuan Steven ma. Aku rasa ini adalah alamat lengkap rumah Steven. Kemarin sulit sekali kita mencarinya ternyata di rumah ini ada alamat rumah Steven", ucap Angelica memberitahu Linda.
"Untuk apa alamat Steven sekarang kamu butuhkan Angel, apa kamu ingin mempermalukan dirimu, sebagai perebut suami orang?", tanya Linda kesal, karena Linda tidak ingin lagi membuka kenangan buruk putrinya bersama Steven.
"Ma, ini bukan perkara merebut suami orang. Angelica butuh surat nikah Angelica bersama Steven ma, karena Gemilang butuh surat pengakuan sebagai penduduk. Gemilang butuh akte kelahiran dan kartu keluarga, agar Gemilang bisa sekolah.
Angelica tidak akan menggangu keluarga Steven dan istrinya, ma", ucap Angelica memberitahu alasan nya.
"Apa kamu mau pergi menemui Steven?", tanya Linda penasaran dan ingin tahu.
"Itulah ma, Angelica bingung, secara Angelica sibuk tidak ada waktu, karena sekarang lagi musim ujian, siswa lagi ramai dan sekarang Angelica lagi sibuk membuat soal-soal latihan untuk semua jenjang pendidikan dan semua mata pelajaran.
Setelah membuat soal, lanjut lagi mengoreksi soalnya lagi dan membuat raport para siswa yang ikut bimbingan belajar, kalau sekarang Angelica sibuk banget ma, tidak mungkin sekarang.
__ADS_1
Mungkin nanti kalau sudah musim libur, setelah terima raport di sekolah", ucap Angelica panjang lebar mengenai kendala nya.
"Terserah kamu saja lah Angel, mama yakin kamu tahu mana yang terbaik bagi kamu, mama hanya bisa mendoakan dan mensupport. Orang tua selalu mengharapkan yang terbaik untuk anak-anak nya", Linda mendukung Angelica.
"Iya, ma. Terimakasih atas dukungan dan doanya, ma", ucap Angelica senang.
****
Musim libur pun telah tiba, untuk sementara bimbingan belajar Angelica sepi peminatnya karena sudah libur, nanti setelah tahun ajaran baru di mulai, biasanya siswa di bimbingan belajar Angelica akan ramai peminat nya.
"Bagaimana Angel?, kamu jadi menemui Steven ke Tanjung Karang?, itu tempat yang sangat jauh mama pikir, kesana bisa sampai 3 hari 2malam perjalanan lamanya", ucap Linda memberitahu.
"Angelica bingung ma, tidak mungkin Angel membawa Gemilang. Pasti Gemilang akan sangat kelelahan kalau naik bus, makan dan tidurnya pasti akan sangat tersiksa", Angelica ragu untuk membawa Gemilang dan pergi menemui Steven.
"Secara Angelica pun tidak tahu alamat nya, pasti Angelica akan kerepotan sekali bertanya kesana kemari", Angelica menambahi keraguan nya.
"Bagaimana kalau Gemilang kamu tinggal saja!, biar mama dan Vina yang menjaga Gemilang disini", ucap Linda menawarkan jasanya.
"Apa mama tidak merasa repot nantinya mengurus Gemilang, ma?", tanya Angelica antusias, karena sesungguhnya Angelica harus menemui Steven untuk mengambil surat nikah itu, agar Angelica bisa membuat kartu keluarga dan akte kelahiran Gemilang.
"Tidak apa-apa Angel, tidak usah menghawatirkan mama, mama akan jaga Gemilang dengan baik, kamu urus saja urusan kamu sampai selesai, karena urusanmu kan sangat penting dan wajib harus berhasil karena ini untuk masa depan Gemilang juga", ucap Linda mendukung Angelica.
"Baiklah kalau begitu, ma! Angelica akan meninggalkan Gemilang bersama mama, Angelica akan berangkat 2 hari lagi, dan besok Angelica akan mengambil tiket untuk bus tujuan Tanjung Karang", Angelica memberitahu rencana keberangkatan nya.
"Mudah-mudahan alamat Steven gampang ditemukan, ma! Sebenarnya Angelica punya firasat tidak enak, takut nanti Angelica malah ribut dengan istrinya atau dengan Steven", ucap Angelica tidak bersemangat karena malas harus ribut-ribut dengan istri atau Steven.
__ADS_1
Angelica tidak ingin merebut Steven dari istrinya. Angelica sudah ikhlas untuk merelakan Steven, Angelica hanya butuh surat nikah Steven dan Angelica untuk mengurus kartu keluarga nya dan akte kelahiran Gemilang.
"Jangan berpikiran yang tidak-tidak dulu Angel, kalau niat kita baik dan bukan niat jahat, niscaya jalan kita pun akan di ridho i, kamu berdoa saja mudah-mudahan diberi kelancaran dan kemudahan", nasihat Linda kepada Angelica.