
Setelah ulangan berakhir dan Angelica tidak ada kegiatan mengajar lagi, Angelica bermaksud ingin pulang dan menemui Steven di parkiran sepeda motornya, "Aku harus bicara pada Steven", pikirnya dalam benaknya.
Steven segera menghampiri Angelica, begitu melihat Angelica dari kejauhan.
"Angel, tolong mari kita berbicara, mengenai hubungan kita", Steven memohon kepada Angelica.
"Baiklah Steve", Angelica mengajak ke cafe dekat sekolahnya. Dugaan Steven Angelica bakal menerima nya kembali, Steven penuh semangat dan kegirangan, karena Angelica menyetujui untuk berbicara mengenai hubungan mereka.
Mereka segera memesan makanan dan minuman, kebetulan memang ini sudah waktunya makan siang.
Keduanya diam tidak ada memulai pembicaraan, masih asik melahap makanan dan minuman yang dihadapan mereka.
Steven membuka pembicaraan, dengan canggung tidak tahu memulainya darimana. Tetapi Steven mencoba memberanikan diri nya berbicara demi tujuannya yang sangat ingin rujuk kembali dengan Angelica.
"Angel!, kedatangan ku datang ke Medan ini adalah bermaksud untuk menemuimu dan meminta mu agar kiranya kita bisa rujuk kembali menjadi suami istri.
Dikta dan mamaku sangat mendukung, mereka juga lah yang telah memantapkan langkah ku untuk rujuk kembali denganmu", Steven memulai pembicaraan, Angelica mendengar dengan seksama.
"Tidak Steve, Aku tidak bisa menerima mu untuk kembali kepada ku. Aku juga harus memikirkan perasaan mamaku.
Betapa mamaku sangat marah dibohongin dan mengetahui aku dijadikan sebuah target oleh keluargamu.
Aku takut dan masih trauma kalau suatu saat kamu akan membohongi aku dan keluargaku", Angelica berbicara dengan kelembutan dan tegas.
"Angel!, kumohon maafkan aku yang telah menyakiti perasaan mu dan keluarga mu. Aku akan minta maaf kepada mamamu.
Semua kejahatan ku ini kulakukan karena terpaksa, dari keadaan yang sebelumnya yang tidak kupikirkan akibat kedepannya", Steven memohon sambil sujud di kaki Angelica.
__ADS_1
"Iya Steve, aku tahu kamu melakukannya karena terpaksa. Sudah lah kita tidak usah membicarakan masa lalu.
Sekarang kita berpikir untuk masa depan. Aku belum bisa menerimamu untuk menjadi suamiku kembali.
Tolong hargai keputusan ku. Kalau kamu ingin melihat anak kamu Gemilang, tidak apa-apa aku mengizinkan kamu.
Terserah kepadamu saja. Kalau kamu mau memberikan nafkah kepada Gemilang terserah. Tetapi kalau untuk aku tidak perlu, karena aku sudah mendapatkan lebih dari cukup tanpa bantuan dari kamu", Angelica tegas.
Steven terus saja membujuk Angelica, bahkan menyembah sampai sujud di kaki Angelica.
Tetapi Angelica tetap mantap pada keputusan nya tidak mau kembali pada Steven.
"Sudahlah Steve, kita menjalani hubungan ini hanya sebatas teman biasa. Kamu boleh memperkenalkan diri kamu kepada Gemilang, bahwa kamu adalah ayahnya, kamu boleh bebas datang kapan saja.
Tetapi jangan katakan kalau kau ingin mengasuh Gemilang, selama ini aku yang mengasuh dan membesarkannya, sungguh terlalu kalau kau tiba-tiba datang dan mengambil hak asuh Gemilang.
Steven pun sadar selama ini tidak peduli, bahkan tidak pernah menafkahi Angelica, tidak mungkin bagi Steven untuk datang tiba-tiba dan mengambil hak asuh atas Gemilang. Steven tahu diri dan tidak ingin menyakiti Angelica lagi.
"Sudahkah bulat tekadmu untuk tidak menerima ku, Angel?, apakah kamu tidak ingin memberikan keluarga yang lengkap kepada Gemilang, ada ayah yang selalu menemaninya setiap saat?", Steven mencoba merayu Angelica dengan berbagai alasan.
"Sepertinya kamu seolah menyalahkan aku tidak memberikan sosok ayah kepada Gemilang!, kamu selama ini kemana Steve?, bukankah kamu yang meninggalkan kami dan membiarkan Gemilang tidak mempunyai ayah", Angelica tegas.
"Mungkin Angelica terlalu sakit selama ini telah aku campakkan. Syukur Angelica masih mengizinkan dan memperkenalkan aku sebagai ayah bagi Gemilang ", pikir Steven dalam hatinya.
"Baiklah Angel kalau itu memang keputusan yang terbaik yang harus kita sepakati dan kita jalankan. Aku ikhlas menerimanya. Boleh kah aku bertemu dengan Gemilang sekarang?", bujuk Steven.
"Jangan sekarang Steve. Tunggu aku bicara dan memberitahu Gemilang tentang sosok Ayahnya. Kalau sekarang Gemilang pasti ketakutan bila bertemu dengan kamu, karena kamu masih sosok yang asing bagi Gemilang, karena tidak pernah bertemu sebelumnya", Angelica memberi gambaran dan pengertian.
__ADS_1
"Nanti aku beritahu kamu kalau Gemilang sudah siap untuk bertemu dengan kamu", Angelica menyakinkan Steven sambil Angelica meminta no telpon Steven.
Steven dengan lemas dan tidak bersemangat menerima keputusan yang telah dibuat Angelica. Mau tidak mau Steven harus pasrah dan menerima keputusan Angelica, karena Steven sadar telah menyakiti dan tidak peduli selama ini kepada Angelica.
"Baiklah Angel. Aku akan terus menunggu kamu untuk bisa menerima aku kembali Angel.
Aku tidak akan mencari pengganti dirimu, hatiku akan terus terbuka untuk menerimamu sampai kapanpun itu.
Walau sampai rambutku memutih sekalipun, bahkan kalau kamu di tinggal janda oleh suamimu kelak", Steven putus asa.
Angelica tidak peduli kepada omongan Steven, apapun alasan
yang dilontarkan Steven. Angelica tidak boleh terlihat merasa kasihan dan iba terhadap Steven.
"Baiklah Steve, aku pamit dulu.Oh iya, apakah kamu akan langsung balik ke Tanjung Karang?", tanya Angelica sekedar.
"Aku akan menginap di Medan untuk beberapa hari lagi, aku berharap sebelum aku balik ke Tanjung Karang, aku ingin terlebih dahulu bertemu dengan Gemilang. Gemilang hendaknya mengetahui, bahwa aku adalah ayah kandungnya", Steven berharap dan memohon kepada Angelica.
"Baiklah Steve, aku akan berbicara dan mengatakan dengan pelan-pelan, mengenai kamu kepada Gemilang. Aku pun tidak bisa memastikan apakah Gemilang bisa menerima kamu secepat itu . Aku berharap kamu tidak usah berharap banyak, dan akupun tidak bisa memaksakan keinginanku kepada Gemilang", Angelica memberitahu.
Steven pun hanya bisa mengangguk-angguk kan kepalanya, pasrah dan ihklas. Karena ini adalah buah dari perbuatannya yang telah meninggalkan Angelica dan anak kandungnya sendiri.
"Baiklah Angel, aku berharap kamu menghubungi ku segera, agar aku bisa bertemu dengan Gemilang secepatnya. Sebelum aku balik ke Tanjung Karang. Karena aku pun masih harus kerja, waktu cuti ku terbatas, hanya 2-3 hari saja", Steven memohon.
"Akan aku usahakan Steve, mudah-mudahan Gemilang bisa menerima kamu", Angelica menyemangati Steven, karena Steven terlihat tidak bersemangat dan putus asa.
Steven mengangguk-angguk kepalanya. Angelica pun segera berlalu meninggalkan Steven, yang lemas dan menundukkan kepalanya menengadah kebawah, sambil jidatnya bertumpu pada meja.
__ADS_1
Dalam hati kecil Angelica, merasa kasihan dan iba melihat sikap Steven yang tidak bersemangat dan putus asa. "Sudahlah mengapa harus memikirkan Steven, toh selama ini juga Steven tidak pernah peduli terhadap aku dan Gemilang", pikir Angelica dalam hatinya dan terus berlalu meninggalkan Steven di cafe dekat sekolahnya.