Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#83. Steven bertemu dengan Gemilang


__ADS_3

Di rumah Angelica bercerita kepada Linda, ibunya "Ma, hari ini aku ketemu dengan Steven. Aku tidak tahu bagaimana Steven bisa menemui aku di Ruko. Mungkin Steven menanyakan alamatku kepada pemilik kontrakan lama", Angelica berasumsi.


"Apa!. Apa yang dia lakukan kepadamu?. Kamu tidak disakiti oleh Steven kan?", tanya Linda serius.


"Angelica baik-baik saja kok, ma! Steven tidak ada menyakiti Angelica", ucap Angelica menyakinkan Linda.


"Terus, ada urusan apa Steven mencari mu", tanya Linda penasaran.


"Steven minta rujuk ma", Angelica memberitahu Linda, "Apa!. Terus. kamu langsung mau, rujuk sama Steven!", Linda langsung menyela.


" Tenang dulu ma, tidak seperti yang mama pikir kan. Angel menolak keinginan Steven. Angel tidak mau rujuk", Angelica memberi penjelasan kepada Linda.


"Bagus lah kalau begitu!, mama memang sangat tidak setuju bila kamu rujuk dengan Steven.


Bagaimana rencana jahatnya hanya untuk mendapatkan surat nikah sah, demi bisa hidup aman dan nyaman dengan perempuan lain.


Sedangkan kehidupan kamu, dia tidak peduli dan tidak mau tahu. Meninggalkan kamu begitu saja tanpa memberikan nafkah hidup bagi istri dan anaknya.


Kamu menjalani hidup dan berjuang sendiri membesarkan dan memenuhi kebutuhan anakmu.


Setelah kedoknya diketahui orang banyak, malah ingin kembali kepadamu seenaknya", Linda menanggapi dengan emosi atas keinginan Steven yang meminta Angelica untuk rujuk.


Angelica hanya terdiam tidak berkata-kata, hampir saja Angelica terlena dan terbuai ketika berada di boncengan Steven. Angelica tergoda bau harum parfum Steven, ketika berpelukkan dengan Steven dan sangat merindukan bau tubuh itu, karena sudah lama tidak berhubungan intim.


Angelica sudah memikirkan sebelumnya perasaan Linda. Pastilah Linda akan marah besar bila Angelica menerima Steven untuk rujuk kembali. Karena ketika Steven meninggalkan Angelica setelah melahirkan anaknya, pergi tanpa permisi dan tidak pernah kembali lagi. Saat itu Linda sangat marah besar.


"Angel, mama curiga pasti ada yang kamu tutup-tutupi dari mama. Apa lagi kesepakatan yang kamu perbuat antara kamu dan Steven.


Jangan bilang kamu mengizinkan Steven datang kapan saja untuk bertemu dengan Gemilang dan mengatakan kepada Gemilang, bahwa Steven adalah ayah kandung Gemilang", ucap Linda penuh selidik.


"Mama tidak suka dan tidak mau Steven ada lagi sangkut pautnya dengan kehidupan kita. Biarlah kita mengubur kenangan mengenai Steven, bahkan kepada Gemilang sendiri. Biarlah Gemilang tahu, bahwa ayahnya sudah meninggal dunia", Linda menambahi.


"Tidak ma, Angelica ingin Gemilang tahu ayah kandungnya. Karena Gemilang selalu bertanya mengapa papanya tidak ada.

__ADS_1


Selama ini aku memberi alasan bahwa papanya sedang keluar negeri untuk bekerja dan belum kembali, agar Gemilang tidak merasa sedih.


Karena bila ku katakan meninggal dunia, pasti Gemilang akan menanyakan kuburan papanya.


Gemilang selalu diejek tidak punya papa oleh teman-temannya.


Dan sekarang, bila ku beritahu papanya sudah datang dari luar negeri pasti Gemilang akan senang dan bahagia.


Kita harusnya tidak egois, ma. Kita tidak boleh mengorbankan perasaan Gemilang hanya karena kemarahan kita terhadap Steven", Angelica memberi penjelasan.


Linda pun hanya diam saja, tidak mau berdebat lagi dengan Angelica. Di dalam hatinya masih penuh kemarahan terhadap Steven. Sangat berharap tidak ingin lagi berhubungan dengan steven.


****


"Gemilang, mau ketemu dengan papa?", tanya Angelica ingin tahu ekspresi Gemilang.


"Mau ma, papa sudah pulang dari luar negeri ya, ma?", tanya Gemilang dengan lugu.


"Iya sayang, papa sudah kangen ingin ketemu dengan Gemilang, tetapi papa tidak lama-lama sayang. Papa akan balik kembali ke luar negeri, tidak bisa tinggal lama bersama kita. Karena papa masih harus kerja lagi", Angelica berusaha memberi pengertian kepada Gemilang.


"Kapan Gemilang bisa bertemu dengan papa, ma?", tanya Gemilang menambahi dengan antusias.


"Gemilang, benar ingin bertemu dengan papa?", Angelica kembali bertanya, Gemilang hanya menjawab dengan mengangguk-angguk kan kepalanya tandanya setuju untuk bertemu dengan steven.


Angelica tidak menyangka Gemilang mempunyai keinginan yang kuat untuk bertemu dengan papanya.


Angelica tadinya berpikir kalau Gemilang akan merasa takut dan tidak mau bertemu dengan papanya.


"Baiklah besok, Gemilang akan bertemu dengan papa, ya", Angelica memberitahu, Gemilang senang atas pernyataan Angelica "Hore, Gemilang akan ketemu papa", sambil melompat-lompat kegirangan.


***


Angelica pun memberitahu Steven bahwa Gemilang ingin bertemu dengan nya. Angelica memberitahu lewat panggilan telepon.

__ADS_1


Tut....Tut...Tut..


"Halo, Angel", Steven menjawab panggilan Angelica dengan penuh kegirangan, tidak menyangka Angelica akan menghubunginya dengan secepat itu.


"Iya Steve, aku ingin memberitahu kamu. Bahwa Gemilang ingin dan mau bertemu dengan kamu. Kita jumpa di cafe dekat sekolah ku kemarin ya!", Angelica memberitahu dengan jelas lokasi pertemuan mereka.


"Ok baiklah, aku akan segera menuju ke sana", Steven senang dan sangat bersemangat atas berita yang disampaikan Angelica.


"Ini adalah momen pertama kali aku bertemu dengan Gemilang. setelah 3 tahun lamanya aku telah meninggalkan nya", Steven merasa terharu dan merasa bersalah selama ini telah meninggalkan dan menyia-nyiakan anak kandung dari darah nya sendiri.


Ternyata Steven lebih dahulu sampai di lokasi. "Tidak apa-apa lah menunggu, daripada terlambat datang takutnya Angelica malah marah dan langsung pulang", pikir steven dalam benaknya.


Tidak beberapa lama, Angelica datang membawa Gemilang berjalan ke arah Steven yang telah duduk di salah satu meja pelanggan. Dan telah memesan makanan dan minuman sambil menunggu Angelica dan Gemilang.


Angelica langsung memperkenalkan Steven pada Gemilang "Nak, ini adalah papa Steven, ayah kandungnya Gemilang", Angelica mendekatkan Gemilang pada Steven. Tetapi Gemilang sedikit takut dan sembunyi di balik tubuh Angelica.


Steven pun berkata dalam posisi setengah berdiri "Nak, ini papa nak", ingin merangkul Gemilang.


Perlahan-lahan Gemilang mendekat ke arah Steven merelakan dirinya di peluk dan dirangkul oleh Steven.


"Maafkan papa ya nak, selama ini telah meninggalkan kamu. Papa berharap kita bisa lebih dekat lagi kompak, sebagaimana hubungan ayah dan anak laki-laki nya", Steven dengan erat memeluk Gemilang sambil berurai air mata.


"Pa....pa, benar ini papa Gemilang?", tanya Gemilang lugu.


"Benar nak, saya adalah papa kandung Gemilang", Steven mengangguk dan meyakinkan Gemilang.


"Papa jangan tinggalin Gemilang lagi, ya", Gemilang memohon.


"Tidak nak, papa tidak akan meninggalkan kamu lagi, papa janji", steven menyakinkan Gemilang.


"Terimakasih Angel, kamu sudah mengizinkan aku untuk bertemu dengan Gemilang. Aku janji akan terus menafkahi biaya hidup dan sekolah Gemilang setiap bulannya", Steven memberitahu dan menyakinkan Angelica.


"Terserah kamu Steven, aku tidak memaksa kamu sih. Kalau kamu merasa dan ingin menjadi papa yang baik buat Gemilang, silahkan saja", Angelica ketus dan tegas.

__ADS_1


Steven memaklumi sikap dan arah pembicaraan Angelica. Steven hanya bisa bersabar dan ikhlas menghadapi sikap Angelica.


__ADS_2