Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#68. Steven melepaskan penat nya dengan cara membahagiakan Kenzo


__ADS_3

Mendengar semua pengakuan Steven mengenai kehidupannya yang begitu rumit, wajar Steven menjadi pusing tujuh keliling dan uring-uringan. Artinya sia-sia semua kesuksesan Steven bila hidupnya penuh kebohongan dan penyesalan.


Willi kasihan melihat Steven yang tidak bersemangat, sebagai teman yang baik Willi tetap memberikan support dan semangat kepada Steven.


"Steve, sebagai teman kamu. Aku tetap berharap semoga kamu bisa menyelesaikan masalah kamu secepatnya. Aku tetap berharap dan berdoa agar kamu mendapatkan jalan dan penyelesaian yang terbaik.", ucap Willi memberi semangat dan support kepada Steven.


"Terima kasih banyak, Will. Kamu memang sahabat terbaik aku", ucap Steven sambil tersenyum.


"Aku mohon kamu semangat dan jangan putus asa, ya. Lakukan aktifitas seperti biasa dengan selalu bersemangat dan sukacita, aku optimis dan percaya kalau kamu pasti bisa mengatasi permasalahan kamu", Willi terus menyemangati Steven.


Akhirnya kedua bersahabat itupun saling berpelukan dan segera berpamitan, karena jam kerja mereka sudah selesai. Steven akan menjemput Kenzo di sekolah nya, sedangkan Willi yang masih lajang, berencana akan memperbaiki sepeda motornya ke bengkel.


"Ok, Steve sampai ketemu besok ya", ucap Willi sambil melambaikan tangan nya langsung balik arah meninggalkan Steven.


Steven pun bermaksud langsung menuju sekolah Kenzo, untuk menjemput Kenzo di sekolah nya.


"Pas banget waktunya", pikir Steven dalam hati, karena Steven pikir ia terlambat menjemput Kenzo, karena asik mengobrol dengan Willi.


Steven langsung melambaikan tangan nya ke arah Kenzo , begitu Mata Kenzo dan Steven saling bertatapan. Melihat Steven sudah datang menjemputnya Kenzo langsung berlari mendapatkan Steven.


"Pa--pa", sapa Kenzo dengan riang gembira.


"Iya, Kenzo! Gimana hari ini?", tanya Steven penuh semangat.


"Lu---ar bi---a---sa a", ucap Kenzo lebih bersemangat lagi sambil melompat-lompat.


Melihat Kenzo begitu bersemangat, Steven ingin mengajak Kenzo makan es cream kesukaannya.


Parkir di depan warung khusus menjual jajanan es cream, Kenzo tidak asing dengan tempat ini.


Kenzo tahu kalau tempat ini menjual jajanan khusus es cream Kenzo pun langsung kegirangan sambil menghentak-hentakkan kakinya "As--yik ki--ta ma--kan es -cre--am, ya -pa?", tanya nya dengan wajah berbinar-binar.


Steven bahagia bila melihat Kenzo pun bahagia "Ya ampun, tidak susah ternyata membuat orang yang kita cintai bahagia. Hanya perbuatan kecil, begitu juga sebaliknya membuat orang kecewa atau sedih orang pun begitu mudah", pikir Steven dalam benaknya sekilas memikirkan perbuatan jahatnya kepada Angelica dan anak kandungnya sendiri.


Tidak mau menghilangkan suasana hati Kenzo yang sedang riang gembira saat ini, Steven menyembunyikan raut muka sedih nya akibat penyesalan nya telah berbuat jahat.


"Kali ini Kenzo pesan es creamnya rasa apa?", tanya Steven dengan tersenyum lebar.


"E-s cre--am ra--sa co--klat de-ngan top--ping s-pe--siaal", ucapnya dengan senyum dan menghentak-hentakkan kakinya.


Tidak menunggu lama pesanan mereka pun datang. "Es cream dengan rasa coklat spesial!, silahkan dinikmati!", ucap pramusaji cantik dengan ramah dan senyum lebar sambil meletakkan seluruh pesanan mereka di atas meja.


"Wah benar-benar spesial, ya toppingnya, seresnya, astornya, cha-cha, potongan Oreo, dan buah Cherry", ucap Steven sambil menikmati sesuap es cream langsung di masukkan ke dalam mulutnya.


Begitu juga Kenzo, begitu melihat Steven langsung menyantap es creamnya, Kenzo pun tidak kalah bersemangat langsung melahap habis es cream yang berada di depannya.


"Ke--nyang, -pa", ucapnya sambil mengelus-elus perut nya.


"Kenyang, ya! iya papa juga kenyang banget ini", Steven menanggapi pernyataan Kenzo.

__ADS_1


"Sekarang kita pu..lang...", ucap Steven sedikit berteriak.


Kenzo menanggapi dengan mengangguk-angguk kan kepalanya dan berjalan disamping Steven sambil memegang tangan Steven. Keduanya pun langsung masuk ke dalam mobil.


Begitu melihat Kenzo bersemangat, Steven ingin mengajak Kenzo ke pantai. "Sekalian aku ingin berteriak kencang ke arah laut, untuk melepaskan segala beban pikiran", pikir Steven dalam benaknya dengan penuh semangat.


Kenzo tahu kalau arah jalan yang dituju bukan arah ke rumah.


"Ki--ta ke--ma--na -pa?", tanya Kenzo bingung.


"Ada deh, pasti Kenzo senang suasananya", ucap Steven, membuat Kenzo semakin penasaran.


Kenzo antusias memperhatikan ke sekeliling. Pemandangan di pinggir jalan hanya ditumbuhi pohon-pohon, Kenzo makin bingung "Pa, ki--ta ke--ma--na?".


"Tenang saja, bentar lagi kita sampai kok", ucap Steven menenangkan hati Kenzo.


Ternyata benar, tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah pantai, yang pasirnya berwarna putih, begitu lembut, di sepanjang pinggir pantai terdapat beberapa pemondokan untuk tempat berteduh para pengunjung dari teriknya sinar matahari.


Steven mengarahkan Kenzo ketempat salah satu pemondokan. Mereka pun duduk santai sambil membuka sepatu yang hampir terisi penuh dengan pasir.


"I--tu a--pa -pa", tanya Kenzo sambil menunjuk ke arah laut.


"Itu namanya laut", jawab Steven memberi tahu dengan antusias.


"Ayo kita ke sana, yuk!, ajak Steven bersemangat.


Kenzo langsung berlari dengan bersemangat menuju laut, Kenzo tidak pernah melihat pemandangan ini. Kenzo langsung berlari kembali ke arah pantai, begitu ombak mengejarnya.


Steven membiarkan kakinya di hempaskan ombak.


"Ayo lempar batu, yuk! batu siapa yang paling jauh lemparan nya, dia lah pemenang nya", ucap Steven mencontohkan sambil melempar sebuah batu ke arah laut.


Kenzo pun langsung menuruti apa yang di katakan Steven, langsung melempar sebuah batu ke arah laut dengan sekuat tenaganya.


"Ken--zo me--nang", teriaknya penuh semangat.


"Ok kita ulang lagi, ya, sampai 3 kali lemparan", ucap Steven semakin bersemangat.


"Ken--zo me--nang la--gi -pa", Kenzo langsung melompat kegirangan karena batu lemparan ketiganya lebih jauh dari batu lemparan Steven.


Steven tersenyum melihat ekspresi wajah Kenzo yang merasa menang, padahal Steven sengaja melempar batunya tidak terlalu kencang, agar Kenzo terus yang menang.


"Wah, ternyata Kenzo pelempar yang hebat", Steven memuji dengan ekspresi bangga.


"Nanti papa kasih hadiah, ya", ucap Steven menambahi agar Kenzo lebih bersemangat lagi.


"Yes", Kenzo senang sambil melompat-lompat.


"Permainan selanjutnya adalah berteriak sekencang-kencangnya", ucap Steven sambil berteriak dengan kencang.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaaaaa....a......" Steven mencontohkan.


"aaaaaaaaaaaaaaaaaa...aaaaaa" Kenzo langsung meniru Steven.


"Ken.........zo.........ooooo" teriak Steven.


"Pa.................pa...aaaaaa", balas Kenzo.


"Ayo kejar papa", teriak Steven sambil berlari.


Kenzo pun langsung berlari mengejar Steven dengan sekuat tenaga.


"Da...Pat", ucap Kenzo bersemangat.


"Wah kayaknya dari semua pertandingan yang kita lombakan, semua pemenangnya adalah Ken....zo", Steven menyemangati Kenzo sambil bertepuk tangan.


Bukan main gembira nya Kenzo bertepuk tangan sambil melompat-lompat kegirangan.


"Ok, papa sudah capek, kita istirahat di pemondokan, yuk", ajak Steven sambil berjalan ke arah pemondokan yang telah dipilih.


Steven pun langsung memesan menu makan siang "Sepertinya kita sudah kembali lapar ya kan, setelah berteriak dan lari-larian. Sekarang waktunya mengisi perut", ucap Steven kepada Kenzo sambil menunjuk pada perutnya.


Kenzo mengangguk-angguk menyetujui pernyataan Steven


"Papa pesan menunya ikan nila bakar. Kenzo suka kan?", tanya Steven antusias.


"Su--ka", Kenzo mengangguk-anggukkan kepalanya.


Tidak beberapa lama pesanan mereka pun datang. Kenzo kelihatan sangat berselera dan bersemangat melihat menu makanan yang di sajikan. Tidak menunggu lama mereka berdua pun langsung melahap habis semua menu yang disajikan tanpa tersisa, baik sambal dan sayuran semua di lahap habis.


Steven memanggil pramusaji dan membayar semua menu yang mereka santap.


"Oh iya, papa hampir lupa. Tadi Kenzo semua pertandingan menang semua, iya. Kenzo mau hadiah apa?", tanya Steven antusias.


"Ma--i--nan mo--bil-mo--bi--lan", ucap Kenzo tersenyum lebar.


"Kenzo mau mobil-mobilan yang besar, yang sekalian Kenzo bisa masuk ke dalam?", tanya Steven sambil menyarankan Kenzo.


"Ma--u", Kenzo bersemangat.


"Ok, kita pulang sambil beli mobil-mobilan", ajak Steven sambil memakaikan kembali sepatu nya begitu juga Kenzo meniru apa yang dikerjakan Steven.


Keduanya pun bersemangat langsung menuju parkiran untuk segera balik ke rumah dengan perasaan baru dan semangat yang baru, "lumayan suasana hari ini sedikit mengurangi beban pikiranku", gumam Steven dalam hatinya.


Steven langsung melajukan mobilnya keluar dari area tempat wisata kembali ke kota. Terus melajukan mobilnya ke area khusus penjualan mainan anak-anak.


Sampailah mereka ke tempat yang dituju. Kenzo antusias memilih barang yang diinginkannya langsung di pilih dan dibayar.


Mereka pun langsung membawa mobilan tersebut ke dalam mobil. Bukan main senangnya Kenzo tidak sabar rasanya ingin cepat-cepat sampai dan menaiki mobilan tersebut

__ADS_1


Steven tahu Kenzo sudah tidak sabar lagi untuk menaikinya, Steven bahagia melihat ekspresi wajah Kenzo yang terus-terusan tersenyum.


__ADS_2