
"Begini Pak Steven, Hubungan sedarah bapak dengan ibu Dikta harus di bubarkan. Pak Steven dan Bu Dikta tidak boleh lagi melakukan hubungan suami-istri, Pak Steven dan Bu Dikta harus berpisah.
Keluarga bapak tidak boleh lagi tinggal di kampung ini, tetapi saya meragukannya. Bisa saja Pak Steven pindah ke daerah lain, dan tetap hidup bersama seperti biasa hubungan suami-istri. Seperti yang bapak ibu lakukan ketika datang ke kampung ini.
Saya mengizinkan Ibu Heni dan Ibu Dikta tinggal di rumah ini, sedangkan bapak Steven tidak boleh tinggal di rumah ini serumah dengan Bu Dikta, bila pak Steven datang berkunjung untuk menemui Kenzo, anak bapak. Tidak boleh menginap dan harus lapor kepada Pak RT setempat.
Untuk keluarga Pak Steven kartu keluarga nya diserahkan kartu lama saja dengan status Steven dan Dikta sebagai adik kandung, dan Kenzo sebagai anak angkat dari Heni.
Secara administrasi biarlah Kenzo sebagai kakak adik dari Steven dan Dikta. Lama-kelamaan Kenzo pasti akan terbiasa dengan status sebagai adik dari Steven dan Dikta ", Pak Beni memberitahu sanksi sosial kepada keluarga Steven.
"Oh iya, selain daripada itu, agar tidak menimbulkan amarah dan keresahan pada masyarakat di sekitar keluarga bapak.
Bapak dan seluruh keluarga harus meminta maaf pada warga, tadi mereka ikut berkerumun disekitar rumah bapak.
Sebentar saya akan memanggil warga yang masih ada menunggu di sekitar rumah bapak", Pak Beni berlalu meninggalkan rumah Steven dan memanggil para warga yang sedang menunggu untuk mengetahui, hal apa yang menyebabkan sehingga banyak petugas dari kantor lurah datang kerumah kediaman Steven.
Ternyata warga masih banyak berkerumun disekitar kediaman rumah Steven, mereka pun saling bertanya-tanya satu dengan yang lain ada hal apa yang telah diperbuat keluarga Steven.
Pak Beni pun menghampiri warga yang berkumpul, dan memberitahu untuk datang ke rumah Steven mendengar permintaan maaf dari seluruh anggota keluarga Steven.
Sampailah mereka semua di kediaman keluarga Steven. Steven pun segera menghampiri para warga.
" Kepada seluruh warga yang berada pada Kelurahan Indra Kasih khususnya di sekitaran gang Sopoyono ini.
Kami sekeluarga minta maaf dari dalam hati kami yang paling dalam. Kami telah membohongi semua warga disini, kami telah melukai hati warga.
Kami telah melakukan hubungan saudara kandung, Dikta sesungguhnya adalah adik kandung saya sendiri, dengan godaan nafsu dari kami sendiri.
Secara tidak sengaja kami telah melakukan hubungan suami-istri sampai memperoleh anak.
Sesungguhnya kami sangat menyesal telah melakukan perbuatan bejat ini.
Dari dalam hati kami, sebenarnya ingin meninggalkan perbuatan hina ini, ini lah saatnya bagi kami untuk memperbaiki kesalahan yang kami perbuat.
Kiranya semua warga disini Sudi memberikan maaf bagi kami, kami pun tidak akan mengulangi perbuatan kami sekarang dan di kemudian hari", Steven meminta maaf dengan suara bergetar dan sambil menangis, terkadang diam terbata-bata menyampaikan minta maafnya. Dikta dan Heni ikut berdiri disamping Steven. Steven mewakili permintaan maaf mereka.
__ADS_1
Steven, Dikta dan Heni menjabat tangan warga satu persatu untuk meminta maaf.
"Kepada warga semua. Pak Steven tadi telah meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya.
Kami juga telah memberikan sanksi sosial bahwa pak Steven dan ibu Dikta tidak boleh lagi berhubungan suami-istri.
Pak Steven tidak boleh tinggal dan menginap di rumah ini. Kepada seluruh warga boleh mengawasi dan melapor apabila Pak Steven ada datang dan menginap di rumah ini.
Dan kepada warga semua juga agar bisa menerima Dikta dan Heni untuk hidup berdampingan dengan warga semua, tidak menggunjingkan atau bahkan menjauhi Dikta dan Heni.
Kiranya semua warga disini bisa kembali menjalin silaturahmi yang baik dengan Dikta dan Heni
Karena sebagai manusia pun kita harus mampu memberikan maaf kepada siapa saja yang sudah mengakui kesalahannya.
Saya pribadi pun, saya hanya manusia biasa saja, tidak bisa menghakimi perbuatan bejat manusia, karena itu bukan tugas saya.
Hanya Undang-Undang yang telah dibuat dan disahkan oleh pejabat yang berwenang yang bisa kita jalankan sehingga keadilan boleh tercipta dan masyarakat tidak merasa dirugikan.
Pada Undang-Undang hanya membatalkan pernikahan itu, dan kami pun hanya menetapkan untuk Steven dan Dikta tidak melakukan hubungan suami-istri lagi. Pak Steven dan Dikta harus bercerai, hubungan mereka tidak sah dan terlarang", ucap pak Beni memberitahu kepada semua warga dan menghimbau agar terus rukun dan saling menghormati dan menghargai sesama warga.
Kembali Steven, Dikta dan Heni masuk ke dalam rumah serta disusul pak Beni dan petugas lain.
Kemudian lanjut membicarakan dan menanyakan dan berusaha menengahi hubungan Steven dengan pihak Angelica.
"Angelica, saya meminta maaf dengan tulus dan sedalam dalamnya, telah menipu dan membohongi kamu dan keluarga mu.
Ini semua dengan sangat terpaksa saya lakukan. Kiranya kamu mau memberikan maaf kepada saya, dan untuk anak kita Gemilang.
Saya bersedia memberikan nafkahnya setiap bulan. Kamu boleh menuntut cerai saya atau menuntut kepada polisi telah melakukan perzinahan dengan orang lain.", ucap Steven sujud di kaki Angelica sambil berurai air mata.
Sesungguhnya Steven ingin kembali kepada Angelica, tetapi takut Dikta kecewa dan bunuh diri. Biarlah Steven sementara waktu menyendiri, mungkin ada jalan seiring waktu berjalan.
Angelica diam tidak bisa berkata-kata. Sesungguhnya selama mereka berumah tangga Steven tidak pernah jahat kepada Angelica.
"Steven terpaksa melakukannya karena telah panik Dikta sudah hamil duluan, dan tidak diusir warga", pikir Angelica dalam hatinya.
__ADS_1
Sementara ini Angelica belum berencana memberikan laporan kepada pihak kepolisian karena kasus perzinahan suaminya, Steven.
Angelica masih pusing untuk sementara waktu Angelica ingin menenangkan diri.
Angelica hanya berharap kartu pernikahan nya dengan Steven kembali kepadanya untuk mengurus kartu keluarga nya dan Akte Kelahiran Gemilang.
Pak Beni menengahi "Bu Angelica bagaimana tanggapan nya?".
"Sementara ini saya hanya perlu kartu pernikahan kami pak, untuk mengurus Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran Gemilang", ucap Angelica tegas
"Baiklah nanti sepulang dari sini, kita kembali lagi ke kantor Lurah untuk mengambil surat nikah tersebut", ucap Pak Beni memberi solusi.
"Apakah Bu Angelica akan melaporkan Pak Steven, atas kasus perzinahan?. Ibu berhak melakukannya.
Kalau Ibu melapor ke kepolisian maka akan diproses, kalau tidak melapor ya, tidak ada sangsi yang dapat saya berikan, bukan kewenangan kami sebagai pejabat kantor lurah", tanya Pak Beni kembali.
"Sementara ini saya ingin menenangkan pikiran dulu pak, mungkin lain kali akan saya pertimbangkan untuk melaporkan Steven ke pihak yang berwajib", ucap Angelica menyakinkan pak Beni.
"Baiklah kalau begitu, sekarang kita kembali ke kantor lurah untuk menjalankan aktifitas seperti biasanya.
Steven segera tinggalkan rumah ini, ada warga yang akan mengawasi dan melaporkan Pak Steven bila bapak memaksa tinggal di rumah ini", ucap Pak Beni dengan tegas.
Angelica dan para pegawai kantor lurah segera pamit dan meninggalkan kediaman rumah Steven sambil berjabat tangan.
Steven pun segera mengemasi barang-barang dan pakaian yang akan dibawanya dan segera meninggalkan rumah kediamannya.
"Steven pamit, ma. Jaga diri kalian dan hati-hati. Steven akan mengirimkan setiap bulan untuk biaya hidup kalian", ucap Steven sambil memeluk erat Heni.
Begitu juga Dikta, Steven hanya menjabat tangan Dikta "Jaga diri baik-baik dek. Jangan melakukan hal-hal yang membuat mama pusing" ucap Steven mengingatkan Dikta. Dikta hanya mengangguk kan kepalanya.
Tidak lupa Steven juga pamit kepada Kenzo, memeluk erat Kenzo seolah tidak ingin lepas.
Steven begitu berat meninggalkan Kenzo, karena Steven sayang banget kepada Kenzo, hanya mama yang sayang kepada Kenzo.
"Pa--pa ja--ngan ting--ga--lin Ken--zo", ucap Kenzo menangis dan sambil berlari mengejar Steven yang terus berjalan meninggalkan rumah, Heni pun mencoba menahan Kenzo.
__ADS_1
Kenzo terus saja memberontak dengan sekuat tenaga, Dikta mencoba membantu Heni yang hampir kewalahan. Akhirnya Steven pun sudah tidak kelihatan lagi, Kenzo langsung masuk ke kamarnya menangis dan mengurung diri.