Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#40. Angelica tahu, kalau Steven mempunyai anak.


__ADS_3

Angelica pun pulang ke rumah, tidak sabar ingin segera ketemu dengan Linda dan segera memberitahu apa yang baru saja didengarnya dari teman -teman kerja Steven.


Brem deru suara mesin sepeda motor parkir di depan rumah Angelica.


tit. Angelica membunyikan klakson sepeda motornya.


Linda keluar menyambut dan membukakan pintu rumah untuk Angelica.


tret...suara pintu dibukakan.


"Bagaimana Angel, apakah kamu jadi mampir ditempat kerja proyek Steven?" tanya Linda penasaran dan ingin segera tahu informasi apa yang didapatkan oleh putrinya Angelica.


Angelica geleng-geleng kepala.


"Maksud kamu apa Angel?, kamu tidak jadi ketempat kerja proyek Steven?" tanya Linda tidak sabar.


"Angelica tidak habis pikir ma." ucap Angelica lemas dan sambil sambil berusaha melepaskan satu persatu kunci sepeda motor, helm, jaket, dan termasuk ranselnya dan langsung duduk di salah satu bangku yang ada di ruang tamu.


"Maksud kamu apa sih Angel, bikin Mama penasaran saja" Linda mulai kesal.


Angelica menarik nafas panjang dan mulai segera berbicara "Tadi itu, Angel ketempat kerja proyek Steven ma, ada ketemu dengan teman Steven katanya Steven 3 bulan yang lalu sudah tidak bekerja" Linda manggut-manggut " benar!, itu ketika kamu lahiran kan!" Linda mempertegas.


Angelica pun mengiyakan sambil menundukkan kepalanya.


"Terus kata temannya Steven sudah balik ke Tanjung Karang" Angelica berhenti bicara.


Langsung di sahut oleh Linda "Lho bukankah Steven orang Pekanbaru?" Linda geram dan terkejut.


"Iya ma, Angelica lupa, sebelumnya memang Steven di Pekanbaru, tetapi ketika Steven menelepon Angel setelah lama tidak menghubungi itu, Steven memberitahu bahwa Steven sudah di Tanjung Karang!" ucap Angelica memberitahu.


"Terus apa lagi informasi selanjutnya?" Linda makin penasaran dan tidak sabar.


"Kata salah satu teman kerja Steven, kalau Steven itu tinggal di kontrakan sendiri, Steven tidak pernah cerita kepada temannya kalau Steven mempunyai istri" Angelica berbicara nada keras.


"Apa!, Berarti Steven menutupi statusnya sebagai suami kamu!" Linda makin geram.


"Tadi teman Steven tanya sama Angel ma, 'kamu siapa?', Angel bilang 'istrinya' teman Steven heran, laki-laki itu lantas mengatakan kalau Steven tidak mempunyai istri" Angelica menceritakan panjang lebar.


"Terus, tidak ada lagi kah informasi yang kamu dapatkan?" Linda ingin tahu.

__ADS_1


"Ada ma, temannya Steven namanya pak Beni, ini sudah lama kenal Steven, pak Beni selalu ikut kemana pun Steven proyek, tetapi pak Beni tidak masuk kerja hari ini, karena ingin mengantar istrinya ke rumah sakit, nanti 2 hari lagi Angel akan menemui pak Beni ma di tempat proyek Steven!" Angelica panjang lebar memberitahu Linda mengenai kejadian di tempat proyek Steven.


"Ma, kenapa Steven menutupi status menikahnya kepada teman-temannya?, Angelica makin curiga, kenapa Steven tiba-tiba melamar Angel ma?" Angelica makin curiga kedok Steven, dan makin penasaran ingin mencari tahu kebenarannya.


"Iya ya Angel, itulah seperti yang mama bilang, waktu kamu di rumah sakit, ada kecurigaan mama, Steven tiba-tiba melamar kamu, padahal sebelumnya tidak ada kontak sama sekali, tetapi mama juga bingung alasannya apa" Linda pusing, karena tidak mengerti kedok Steven.


"Ma, Angel semakin penasaran dan ingin tahu ma, maksud dan tujuan Steven menikahi Angel apa?" Angelica sedih dan prihatin, dirinya seperti di kambing hitamkan.


Linda merasa kasihan putri bungsunya seperti dijadikan tumbal oleh keluarga Steven, atau pemuas hasrat Steven belaka.


"Angel tidak sabar ma, ingin bertemu dengan pak Beni dan mencari tahu kebenarannya" Angelica geram.


"Iya semoga kita tahu dan segera terbuka titik terangnya ya Angel" Linda menyemangati Angelica.


"Kamu sekarang makan dulu dan segera susui sana anakmu, seharian kamu sudah meninggalkannya. Bagaimana pun titik terangnya, apapun keputusannya, terima atau tidak terima, kamu harus tetap semangat dan menjalani nya dengan ikhlas dan lapang dada, ya Angel " Linda terus menyemangati dan selalu mensupport putrinya Angelica.


"Iya ma" Angelica langsung menggendong dan menyusui Gemilang.


Walaupun Steven telah meninggalkan Angelica dan anaknya. Angelica tetap menyayangi Gemilang, karena Gemilang tidak salah, malah Angelica kasihan Gemilang masih kecil tidak mendapatkan kasih sayang dari sosok ayah.


****


Angelica bersemangat sekali bangun pagi, karena ingin menjalankan rencananya ke tempat proyek Steven.


Sebelum berangkat ke tempat ke sekolah, Angelica terlebih dahulu melakukan aktifitas dan rutinitas nya, memasak, mencuci piring, mencuci pakaian dan menyapu rumah.


Angelica tidak mau semua pekerjaan rumah


harus dikerjakan oleh Linda, karena untuk mengasuh Gemilang saja, Linda sudah kewalahan dan kelelahan.


"Ma, nanti Angel pulangnya agak lama ya, karena sepulang sekolah Angel masih harus mampir dulu ke tempat proyek Steven untuk menanyakan pak Beni perihal mengenai Steven, ma" Angelica berencana.


"Baiklah, seperti yang ibu bilang kemarin, bagaimana pun kenyataan nya terima atau tidak terima, kamu harus terus semangat ya" Linda mensupport Angelica.


"Iya ma, mama tidak usah khawatir, Angelica akan baik-baik saja ma" Angelica menyakinkan Linda.


"Angelica berangkat dulu ya ma" Angelica pamit.


"Baiklah hati-hati dijalan ya nak" Linda mengingatkan Angelica.

__ADS_1


"Iya Bu, Angel pergi ya Bu" Angel menyalakan mesin sepeda motornya dan langsung melajukan sepeda motornya.


****


Sepulang sekolah, Angelica langsung mampir ke tempat proyek Steven.


Angelica masuk dan menanyakan pak Beni kepada salah seorang karyawan.


"Selamat siang pak, Apa bapak kenal dengan pak Beni?" tanya Angelica dengan hati-hati dan lembut.


"Pak Beni, oh iya kenal, ada apa Bu, mencari pak Beni?" tanya salah seorang karyawan penuh curiga, dipikir nya Angelica adalah istri kedua pak Beni.


"Saya mau menanyakan sesuatu kepada pak Beni pak, perihal Steven" Angelica menjelaskan maksud dan tujuannya mencari pak Beni.


"Oh mau menanyakan perihal mengenai Steven, saya pikir ibu adalah istri kedua pak Beni" karyawan menyadari kesalahannya.


Angelica hanya senyum-senyum sambil tertawa.


"Pak Beni ada, Sebentar saya panggil kan ya Bu" karyawan itu langsung berlari hendak mencari pak Beni.


"Syukurlah pak Beni masuk kerja hari ini, semoga hari ini ada titik terang" pikir Angelica dalam hatinya dengan penuh syukur.


Pak Beni pun datang menghampiri Angelica.


"Ada apa Bu, mencari saya?" tanya karyawan itu bingung.


"Saya mau tanya perihal pak Steven, pak, bapak kenal kan" Angelica menyakinkan.


"Pak Steven, iya saya kenal" ucap karyawan itu tegas.


"Begini pak, apa bapak tahu alamat Steven di Tanjung Karang?" tanya Angelica ingin tahu.


"Tidak Bu, saya tidak tahu alamatnya, karna kami hanya sekedar kenal begitu saja, tidak banyak cerita dan tidak pernah datang ke rumahnya" ucap karyawan itu.


"Apa bapak tahu Steven sudah menikah?" Tanya Angelica ingin tahu.


"Saya tidak tahu pak Steven menikah kapan dan sama siapa, pak Steven pernah bilang kalau istrinya akan melahirkan, karena kemarin Steven izin tidak masuk pada saat istrinya melahirkan" karyawan itu menjelaskan.


Jantung Angelica berdetak kencang, karena pak Beni memberitahu kalau Steven sudah mempunyai anak.

__ADS_1


__ADS_2