
Liburan semester anak sekolah untuk jenjang pendidikan tingkat SD SMP SMA sudah tiba lagi. Artinya seluruh gurunya juga ikut libur termasuk Angelica.
Karena kursus bimbingan belajar Angelica semakin berkembang, Agar lebih fokus dalam pengembangan dan kemajuan untuk kualitas dan kuantitas, Angelica mengangkat pegawai administrasi untuk mengurusinya.
Angelica pun tidak terlalu repot mengurusi kursus bimbingan belajarnya. Untuk liburan kali ini Angelica bisa berlibur dengan tenang.
Angelica bermaksud ke Tanjung Karang menemui Steven. Untuk meminta surat pernikahan mereka yang dipakai sebagai syarat administrasi Angelica di pendataan catatan sipil untuk mengurus kartu keluarga dan akte kelahiran Gemilang.
"Apakah liburan kali ini kamu akan menemui Steven lagi Angel?", tanya Linda ingin tahu.
"Iya, ma. Kali ini Angelica tidak apa-apa berlama-lama disana, karena kursus bimbingan belajar kita sudah ada bagian administrasi yang mengurus untuk segala pendaftaran siswa baru nantinya, jadi Angelica tidak perlu untuk buru-buru balik ke sini", Angelica memberitahu.
"Oh, baguslah kalau begitu. jadi beban pikiran kamu tidak terbagi-bagi. kamu pun bisa fokus untuk mencari alamat Steven", Linda mendukung Angelica.
"Angelica juga berencana naik pesawat saja, ma. Agar tidak banyak waktu yang terbuang selama di perjalanan", Angelica antusias harus berhasil mendapatkan surat nikah tersebut, untuk mengurus akte kelahiran Gemilang, karena Angelica bermaksud untuk menyekolahkan Gemilang di play group. Agar Gemilang bisa cepat berinteraksi dengan dunia luar dan orang-orang asing yang baru pertama sekali di temui Gemilang.
"Iya, mama akan terus mendukung kamu Angel, agar yang terbaik yang selalu kamu dapatkan", Linda menyemangati Angelica.
"Terima kasih banyak, ma. Untuk support dan dukungan mama, Angelica tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini, kalau tidak karena doa dan dukungan dari mama", Angelica memeluk erat Linda sambil menitikkan air mata.
"Mengapa kita jadi momen sedih-sedih an sekarang!", Angelica mencoba menutupi dan mengusap air mata yang menetes di pipinya.
"Kapan rencana kamu ke Tanjung Karang nya Angel?", tanya Linda ingin tahu.
"Angelica berangkat besok pagi ma, agar di sana pun bisa tiba pagi juga. Karena terlalu repot kalau mencari alamat dalam kondisi dan suasana gelap atau sudah malam.
Selain tidak kelihatan nomor rumahnya, orang yang ditanyain untuk memberi informasi akan minim, karena jam malam biasanya aktifitas warga akan lebih banyak di dalam rumah", Angelica menjelaskan secara panjang lebar dan mendetail.
"Iya juga iya. Mana baik nya saja Angel. Kamu pastinya sudah tahu mana yang terbaik untuk kamu", Linda menyerahkan segala keputusan di tangan Angelica.
__ADS_1
"Oh iya, ma. Tidak apa-apa kan aku menitipkan Gemilang sama mama?", Angelica meminta bantuan Linda.
"Tidak apa-apa, Angel. Gemilang juga sudah betah sama mama. Gemilang sudah bisa di kendalikan emosinya, tidak susah lagi di bujuk bila sedang menangis", Linda sangat bersemangat bercerita tentang perilaku Gemilang. Gemilang sudah jadi seperti anak sendiri bagi Linda.
Karena Linda yang paling banyak menghabiskan waktu bersama Gemilang ketimbang Angelica.
"Baiklah, ma. Kalau begitu, Angelica pamit mau mengemasi barang-barang yang perlu di bawa besok!, Angelica berlalu meninggalkan Linda menuju kamarnya.
Keesokan harinya, Angelica berangkat sesuai yang di rencanakan nya. "Angelica pamit ma, doain Angelica berhasil selamat dan lancar sampai tujuan hingga pulang ke rumah dengan selamat!", ucap Angelica mohon doa Linda.
"Amin", ucap Linda memeluk erat Angelica.
Angelica pun berangkat menggunakan jasa taksi online, "Da...da..mama...da..da.. Gemilang ", Angelica melambai ketika taksi yang membawanya melaju perlahan-lahan meninggalkan Linda dan Gemilang.
1 jam perjalanan menuju bandara, akhirnya Angelica tiba di bandara sebelum 1 jam keberangkatan.
Angelica langsung check-in. "Lumayan ramai penumpang kali ini, maklum dalam rangka liburan semester!", pikir Angelica dalam benaknya.
Selama 2 jam perjalanan sampailah Angelica di bandara Tanjung Karang. Angelica bersiap-siap keluar dari gedung menuju parkiran untuk segera menaiki taksi online.
Tidak menunggu lama taksi online datang menghampiri nya, Angelica pun segera menyerahkan alamat yang akan Angelica tuju.
"Syukur ada aplikasi sekarang yang tidak usah susah payah lagi untuk mencari alamat yang dituju. Aplikasinya sendiri pun sudah langsung mengarahkan kita ke tempat yang kita tuju", pikir Angelica dalam benaknya.
Beberapa menit kemudian, sampailah Angelica di tempat yang di tuju, kediaman keluarga Steven.
Angelica mencoba menggali informasi dari keterangan para warga di sekitar tempat tinggal keluarga Steven.
"Pagi Bu, mau tanya!. Apa benar ini Jalan Soetomo Gang Sopoyono 34 kelurahan Indra kasih kecamatan Tanjung Karang selatan Kabupaten Hilir mudik?, tanya Angelica kepada salah satu warga yang bernama pak Udin yang ada di dalam warung khusus menjual sarapan pagi.
__ADS_1
Kebetulan warung tersebut masih buka dan masih banyak pengunjung untuk membeli sarapan pagi. Warung tersebut letaknya tepat dua rumah di sebelah kanan rumah keluarga Steven.
"Benar Bu, ibu mencari Siapa di rumah itu?", ucap pak Udin ingin tahu sambil menunjuk ke arah rumah Steven.
"Mau mencari Steven pak!, apakah di rumah itu ada yang bernama Steven?, tanya Angelica dengan pelan.
"Iya benar!, di rumah itu ada yang bernama Steven, suami dari ibu Dikta!", pak Udin menjelaskan.
"Apa, Dikta!", Angelica terkejut, karena setahu Angelica, Dikta adalah adik perempuan Steven.
"Apa bapak tidak salah?, Dikta adalah istri dari Steven?", Angelica bertanya kembali kepada pak Udin mencoba menyakinkan pak Udin, atau Angelica yang salah dengar ucapan pak Udin.
"I-ya Bu, Dik-ta a-da-lah is-tri da-ri Ste-ven!", pak Udin berbicara dengan mengeja agar Angelica tidak bertanya lagi bolak-balik.
Angelica terkejut dan masih juga tidak percaya apa yang baru saja dikatakan Pak Udin.
"Sekarang pak Steven ada di rumah itu, pak?", tanya Angelica kembali.
"Kalau sekarang, biasanya pak Steven pergi kerja berbarengan dengan anaknya Kenzo. Sebelum jam makan siang biasanya sih sudah balik. Kalau pak Steven tidak kemana-mana!", pak Udin memberitahu.
Angelica melirik jam tangan yang melingkar di tangannya kira-kira 2 jam lagi sebelum waktu makan siang, diperkirakan Steven akan pulang dari tempat kerjaan nya.
"Angelica tidak mungkin masuk ke rumah itu, kalau Steven tidak ada", pikir Angelica dalam hatinya.
"Biarlah aku duduk disini saja menunggu kedatangan Steven pulang dari tempat kerjaan", Angelica menambahi.
"Pak maaf, boleh saya menunggu disini sebentar, sampai Steven pulang dari tempat kerjaannya?, karena saya hanya perlu urusannya kepada Steven!", Angelica bertanya kepada pemilik warung, pak Dedi.
"Oh, silahkan Bu", ucap pak Dedi ramah.
__ADS_1
"Oh ya, saya mau pesan lontong sayur pakai telor, minumnya teh manis hangat ya, pak", pesan Angelica kepada pemilik warung penjual sarapan, Angelica ingin duduk di warung sambil menunggu kedatangan Steven.