Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#31. Angelica hamil


__ADS_3

Sudah tiga bulan lebih Steven dan Angelica berumah tangga, hubungan mereka baik-baik saja, Angelica selalu melayani Steven baik secara batin maupun mengenai kebutuhan makan dan pakaian dan membereskan segala keperluan Steven,


Steven senang mempunyai istri seperti Angelica, Angelica selalu sopan dalam menanggapi Steven,


walaupun Steven terkadang kasar dan mau membentak Angelica, tetapi Angelica mampu meluluhkan hati Steven.


Karena Angelica yang selalu mengalah, Steven jadi tersadar sendiri, "Kok aku kasar banget ya sama Angelica, apa kesalahan Angelica, Angelica selalu mengalah dan menuruti apa kata Steven", pikir Steven di benaknya nya.


Untuk meminta maaf pada Angelica Steven hanya bisa memeluknya dan mengecup keningnya, entah mengapa perkataan maaf sangat sulit keluar dari bibir Steven,


tetapi agaknya Angelica mengerti perasaan Steven, makanya Angelica selalu hormat dan patuh kepada Steven, "Sebenarnya Steven orangnya baik, cuma kalau diluar kendali terkadang kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya itu bukanlah sesungguhnya dari hati Steven, itu hanya emosi sesaat Steven saja", pikir Angelica didalam hatinya.


Angelica juga istri yang hemat, tidak suka membeli makanan siap saji, sebisa mungkin Angelica selalu menyempatkan diri untuk memasak sarapan pagi, sebelum berangkat ke sekolah.


***


Suatu pagi


"Steve bangun" Angelica membangun kan Steven dengan berbisik pelan di telinga Steven sambil mengecup kening Steven dengan penuh kasih sayang dan kemesraan.


"Ada apa Angel" tanya Steven malas, karena rasa ngantuk nya masih sangat berat, sehingga membuka matanya pun Steven tidak bisa.


"Aku mau pergi berangkat ke sekolah, sarapan ada di meja makan ya, untuk makan siang juga ada, tidak usah menunggu ku untuk makan siang, mungkin jam 2siang aku baru sampai di rumah" bisik Angelica di telinga Steven dengan lembut.


"Baiklah" jawab Steven masih menutup matanya.


"Aku berangkat kerja dulu ya" pamit angelica pada Steven.


"Iya, hati-hati dijalan, jangan ngebut dan buru-buru" Steven memberi nasihat.


"Baiklah" ucap Angelica kembali mencium kening Steven.


Hari-hari Angelica semakin berwarna setelah menikah dengan Steven, sebelum menikah dengan Steven, Angelica selalu telat bangun dan telat pergi ke sekolah.

__ADS_1


Sekarang setelah menikah, walaupun pekerjaan nya semakin bertambah karena harus memasak dan terkadang harus mencuci, Angelica sanggup melakukan itu dengan ikhlas dan senang hati.


Setelah beberapa menit kemudian Steven pun bangun, dan segera menuju meja makan untuk sarapan, karena perutnya sangat kelaparan.


Di meja makan Steven ada melihat sepucuk kertas bertuliskan "Makan yang banyak ya sayang, walaupun aku tidak menemani makan pagi mu, aku selalu ada disamping kamu loh sayang" tulis Angelica dengan tulisan penuh warna-warna dari pensil krayon.


Steven tersenyum membaca tulisan itu, semakin semangat Steven makan paginya, bahkan sampai tambah.


Untuk menghargai Angelica Steven pun mencuci piringnya sendiri, "masak untuk mencuci piringku saja harus Angelica, pikir nya di benaknya.


Steven senang dengan kemesraan-kemesraan kecil yang dilakukan Angelica.


Setelah Steven makan pagi dan mandi pagi, Steven segera bergegas pergi ke tempat proyek nya.


Tepat jam 2siang Angelica pulang dari sekolah dan langsung makan siang karena perutnya begitu keroncongan, kalau pagi hanya bisa sarapan pagi secukupnya saja, karena sudah keburu waktu untuk segera pergi ke sekolah.


Dimeja makan Angelica melihat balasan dari kertas yang ditulisnya untuk Steven. Sekarang kata-kata dalam kertas itu disambung Steven dengan menambah kata-kata " Terimakasih sayang untuk sarapan paginya, sarapan paginya enak".


Angelica sangat senang Steven mau menanggapi nya dan melihat piring kotor tidak ada.


Sebelum Steven pulang dari proyek Angelica langsung mengerjakan tugas dari sekolah, karna kalau Steven sudah di rumah, Angelica mau fokus menemani Steven bukan sibuk mengurusi pekerjaan sekolah nya.


***


Alarm berbunyi, waktu nya untuk melakukan rutinitas sehari-hari, yaitu memasak dan mencuci pakaian dan membersihkan rumah.


Tidak seperti biasanya Angelica begitu malas untuk bangun pagi, kepala pusing, terasa lemas dan ingin muntah.


Angelica mencoba membangunkan Steven. "Sayang, bangun dong, aku lemas banget


, kenapa ya, kok rasanya pusing, mual dan ingin muntah seperti tidak bersemangat" ucap Angelica dengan lemas dan tidak bergairah.


"Memangnya kamu makan apa?, apa mungkin kamu salah makan!,. atau masuk angin barang kali" Steven mencoba menebak-nebak.

__ADS_1


"Tidak tahu sayang, aku tidak ada makan di luar, aku hanya makan, apa yang kumasak di rumah, masuk angin tidak mungkin deh, aku tidak pernah begadang rasanya " ucap Angelica mantap.


Steven ingat, Dikta pun pernah merasakan seperti ini, "Apa mungkin Angelica hamil" pikir nya penuh ketakutan, Steven mencoba menepis dan membuang segala prasangka nya. Tetapi Steven pun perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Angelica.


"Apa mungkin kamu hamil?" tanya Steven pelan.


"Apa hamil, kalau aku hamil begitu senangnya hatiku, mudah-mudahan benar seperti yang kamu katakan sayang" ucap Angelica senang.


"Coba kamu beli test pack di apotek, alat untuk mengetahui apa benar kamu positif hamil" Steven mencoba memberikan solusi.


"Baiklah, aku akan pergi membelinya sebentar ke apotek yang ada di seberang jalan mawar" Angelica langsung buru-buru membelinya, karena tidak sabar akan hasil testnya, Angelica berharap semoga benar-benar positif hamil.


Tidak menunggu lama, Angelica langsung tiba di rumah.


"Sayang ini alatnya, aku test dulu ya ke kamar mandi?" Angelica langsung pergi ke kamar mandi dengan wajah harap-harap cemas, "Kalau positif hamil, aku akan senang luar biasa, bagaimana kalau hasil nya negatif, aku pasti sakit hati dan sulit menerima kenyataan", pikir Angelica bergejolak didalam hatinya.


"Sudah lah, bagaimana pun harus semangat, walaupun hasil nya tidak sesuai harapan" Angelica menyemangati dirinya.


Angelica menampung air seninya dan segera mencelupkan testpack itu kedalam air seni tersebut.


Beberapa menit kemudian, pergerakan grafik terjadi pada alat testpack tersebut, dan ternyata hasilnya garis 2, Angelica senang luar biasa, Angelica pun langsung ke luar dari kamar mandi dan segera menghampiri Steven .


" Sayang, coba tebak, hasilnya apa coba, negatif atau positif?" tanya Angelica mencoba mencandai Steven.


Steven lagi tidak ingin becanda, Steven langsung keras menanyakan "Jangan main-main dong, hasilnya apa positif atau negatif" Steven langsung melotot.


Angelica bingung dengan ekspresi Steven, "Mau tahu hasilnya kok marah begitu, seperti tidak senang aku hamil", pikir Angelica bingung.


"Aku hamil sayang" ucap Angelica ekspresi biasa, penasaran dengan ekspresi Steven selanjutnya.


"Apa hamil, kenapa bisa begitu" ucap Steven uring-uringan.


"Lho, bukannya kamu tidak senang aku hamil, maksud kamu hubungan intim yang kita lakukan adalah untuk memuaskan nafsumu saja?" tanya Angelica sangat marah. Steven tidak pernah melihat Angelica marah seperti itu, Steven pun kembali melunak, tidak mau Angelica curiga terhadapnya dan bertanya banyak.

__ADS_1


"Oh tidak sayang, aku senang kok, aku hanya panik, kabar ini begitu tiba-tiba" ucap Steven sedikit tenang,


__ADS_2