Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#46. Kenzo pintar menurut


__ADS_3

Kring.....


Bell sekolah berbunyi dengan kencang, seluruh anak berlarian untuk keluar ruangan karena di ruang tunggu telah menunggu orang tua yang akan menjemput anak-anaknya.


Steven sudah mengantisipasi hal itu sebelum Bell sekolah berbunyi, Steven sudah berdiri di depan ruangan kelas Kenzo, sebelumnya Steven tadi melambai-lambaikan tangannya ke arah Kenzo, Kenzo senang sekali melihat kehadiran Steven menunggui nya pulang sekolah.


Begitu Bell berbunyi, satu persatu siswa diarahkan keluar ruangan, Steven sudah melihat Kenzo dan melambaikan tangan nya, begitu juga kenzo melihat kehadiran Steven, langsung berlari ke arah Steven dan memeluk erat Steven.


"Bagaimana sekolahnya Kenzo?, menyenangkan?" tanya Steven lembut dan sambil tersenyum.


"Se--nang" Kenzo menjawab dengan raut wajah yang riang gembira.


"Baguslah kalau begitu" balas Steven dengan pelukan kecil terhadap Kenzo.


"Sebentar ya, Kenzo, mari ikut papa, papa ingin menemui guru Novi dulu" Steven berjalan masuk kembali ke ruangan Kenzo.


tok...tok ....


Steven mengetuk pintu.


"Iya, silahkan masuk" ucap suara dibalik pintu.


Steven masuk dengan pelan sambil membuka pintu.


"Selamat siang Bu" tanya Steven dengan ramah.


"Selamat siang, Pak" ucap guru Novi dengan bingung, ada apa orangtua muridnya datang menemui nya, "kesalahan apa yang telah aku perbuat", pikir guru Novi kebingungan.


"Maaf Bu, mengganggu waktunya, saya orang tua Kenzo, ingin tahu pelajaran Kenzo hari ini apa ya Bu, saya lihat Kenzo senang sekali,


maklum anak saya keterbelakangan mental, jadi apabila disekolah dia merasa senang, saya ingin tahu, dan ingin menerapkan nya di rumah, agar Kenzo bisa bahagia dan merasa di perhatikan, bila kita merespon kegembiraannya" ucap Steven memberitahu guru Novi


Mendengar ucapan Steven, bukan mengenai pengaduan yang negatif, guru Novi pun lega.


"Oh, begitu ya pak, iya pak, hari ini Kenzo merasa senang sekali, karena kegiatan hari ini menyanyi 'topi saya bundar', sepertinya Kenzo senang bernyanyi pak, Kenzo sambil melompat-lompat tadi mengikuti gerakan menyanyi tersebut dengan kegirangan" jawab guru Novi antusias.


"Oh iya, Kenzo juga tadi pintar tidak menggangu temannya, tidak merebut mainan temannya, Kenzo sudah mau bergabung dengan teman-teman nya dan mau berbagi mainan dan bekal makanan nya kepada temannya, iya kan Kenzo" guru Novi menambahi dan memuji Kenzo sambil tersenyum lebar


"Oh begitu ya Bu, saya senang sekali mendengar kebaikan dan perubahan Kenzo Bu, saya juga akan bernyanyi bersamanya untuk menyatukan lagu itu, agar Kenzo bisa hapal lagu tersebut, terimakasih banyak Bu, atas waktunya, kami permisi dulu" pamit Steven kepada guru Novi dengan senyum lebar.


Steven mengarahkan Kenzo untuk ikut pamit kepada guru Novi, membawa Kenzo mendekati guru Novi


"ayo, Steven permisi kepada guru Novi" Steven mengarahkan Kenzo untuk mencium tangan guru Novi.

__ADS_1


"Per--mi--si--bu" ucap Kenzo mencium tangan guru Novi.


Steven dan Kenzo pun berbalik badan untuk keluar ruangan sekolah menuju parkiran yang lumayan jauh letaknya, Steven mengajak Kenzo bernyanyi


"Topi saya bundar..


bundar topi saya..


kalau tidak bundar..


bukan topi saya...


leddum... leddum..ledddumm la..la..la..


leddum...kedddumm..leddummm


la..la..la..


bundar topi saya....


Kenzo mengikuti lagu tersebut dengan penuh riang gembira sambil sesekali melompat-lompat sambil Steven memegang tangan Kenzo berjalan terus menuju tempat parkir.


Akhirnya sampailah mereka di tempat parkir, Steven membuka pintu mengarahkan Kenzo untuk masuk kedalam mobil, Kenzo pun menurut dengan patuh.


brem....


"sekarang kita pulang, let's go" ucap Steven sambil menatap Kenzo dari kaca spion nya, sambil mengepalkan tangan kanannya lalu mengangkat dan mengayunkan kencang.


"pu--lang" Kenzo meniru gerakan Steven, dengan mengepalkan tangan kanannya mengangkat lalu mengayunkan kencang.


Bermaksud memberi hadiah kepada Kenzo, karena Steven mengapresiasi sifat Kenzo yang hari ini sudah pintar bisa diarahkan, Steven mengajak Kenzo makan es cream.


Mereka pun berhenti di depan. warung lesehan yang menjual berbagai jenis es cream aneka rasa.


"Sekarang kita makan es cream" ucap Steven dengan sedikit berteriak dan senyuman yang melebar.


"Ho--re es--klim" ucap Kenzo senang sambil menghentak-hentakkan kakinya dan bertepuk tangan riang.


"Kenzo mau rasa apa?" tanya Steven lembut sambil membelai lembut rambut Kenzo.


"co--klat" Kenzo menunjuk-nunjuk kearah gambar pajangan es cream di depan etalase.


Pramusaji datang menghampiri meja Steven "mau pesan rasa apa pak" tanya nya ramah.

__ADS_1


"rasa coklat 2" Steven mengangkat jarinya berjumlah 2.


Tidak menunggu terlalu lama pesanan Steven pun muncul, es cream tersaji dalam gelas yang lebar, dan berbagai topping, ada taburan seres, coklat chip dan beberapa astor coklat dan memakai sendok.


"Ini untuk Kenzo" ucap Steven sambil meletakkan gelas es cream di depan Kenzo.


"Dan ini untuk papa" Steven meletakkan es cream satunya lagi di depannya.


"Ayo makan" Steven menyendok sesuap ke mulutnya.


"Mmmm...enak" ucap Steven dengan ekspresi sambil menutup sebentar matanya dan tersenyum.


Kenzo pun turut menirukan apa yang barusan di perbuat Steven,


"Mmmmm...enak" balas Kenzo.


"Kenapa papa membawa Kenzo kesini?" tanya Steven


Kenzo geleng-geleng kepala, tidak mengerti kenapa Steven mengajaknya makan es cream.


"Karena, hari ini Kenzo pintar, mulai dari bangun pagi, mandi sendiri, pakai baju sendiri, dan makan sendiri, bahkan sampai di sekolah,


mau bernyanyi bersama teman-teman yang lain, tidak menggangu teman, mau berbagi mainan dan bekal makanan, pokok nya semua hal-hal yang baik yang Kenzo lakukan hari ini papa senang" Steven memuji Kenzo dan mengacungkan jempolnya kepada Kenzo.


Kenzo sangat senang di puji terus-terusan, kalau sudah di puji, Kenzo akan senyum-senyum sendiri, dan bahkan semakin mau menuruti apa yang diperintahkan oleh steven.


Steven dan Kenzo akhirnya sampai di rumah dengan senyum gembira, turun dari mobil pun selalu tersenyum dan gembira.


Mendengar suara mesin mobil, Dikta langsung keluar menemui Steven da Kenzo.


Begitu membuka pintu mobil, Kenzo langsung ke luar pintu dan turun membawa bungkusan plastik berisi es cream, Kenzo langsung menyerahkan satu persatu di bagi kepada Dikta, Heni dan adiknya Merry.


Kenzo senang sekali membaginya satu persatu.


Dikta bertanya kepada Steven.


"Ada apa ini bang, dalam rangka apa ini, bagi-bagi es cream" tanya Dikta penasaran dan ingin tahu.


" Tadi itu aku mengajak Steven ke warung khusus menjual es cream, karena satu harian ini Kenzo pintar, baik dan penurut, bahkan sampai disekolah, tidak menggangu teman, mau berbaur sama temannya dan berbagi mainan dan bekal makanan nya.


Aku bermaksud mau mengapresiasi tindakannya, agar Kenzo semakin giat dan bersemangat untuk melakukan nya setiap hari" Steven memberi tahu.


Dikta pun manggut-manggut tanda setuju dan mendukung bahwa pemberian apresiasi dan hadiah kecil pun sanggup memberi perubahan besar buat kenzo.

__ADS_1


__ADS_2