Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#60. Bus Angelica mengalami kecelakaan.


__ADS_3

Hari ini adalah rencana pengambilan tiket untuk berangkat ke Tanjung Karang, Harga tiket lumayan mahal, maklum diperjalanan selama 3 hari 2 malam, dan bus yang ditumpangi adalah full AC, Agar tidak jenuh dan lelah selama perjalanan.


Dengan ruang ber AC, maka akan bisa full beristirahat dengan tenang, tidak ada cerita yang namanya panas dan gerah.


Tiket sudah di tangan, berarti Angelica sah akan berangkat besok ke Tanjung Karang, seluruh perlengkapan pakaian dan perlengkapan makanan ringan tidak lupa dibawa serta.


Tibalah waktunya bagi Angelica bersiap-siap untuk berangkat ke Tanjung Karang. Angelica pamit kepada Linda dan Vina yang akan menjaga Gemilang selama berada di Tanjung Karang.


Tidak lupa pada Gemilang, Angelica pamit dan terus menciuminya "Mama pamit pergi sebentar meninggalkan mu ya, sayang. Jangan nakal sama nenek dan bibi", Angelica pamit pada Gemilang sambil mencium pipi nya.


"Ma, Kak, titip Gemilang ya, doakan Angel, lancar dan aman dalam perjalanan dan apa yang di rencanakan terkabul, Angel pamit pergi, Ma, Kak", Angelica menciumi tangan Linda dan Vina.


"Hati-hati di jalan Angel", ucap Linda lembut dan penuh harap, kiranya tujuan Angelica berhasil dengan cara baik-baik.


Angelica langsung balik badan dan segera masuk kedalam mobil jemput yang akan mengantar nya ke terminal bus.


Beberapa menit kemudian, Sampailah Angelica di terminal bus. Bus menuju kota Tanjung Karang sudah bersiap-siap untuk berangkat, seluruh penumpang sudah naik dan masuk ke dalam bus. Segera mencocokkan no bangku yang tertera pada tiket dan segera mendudukinya.


Lumayan strategis tempat yang diduduki Angelica saat ini, maklum jauh-jauh hari Angelica sudah memesan tiket, dan pemesan pertama masih di perbolehkan memilih tempat sesuai keinginannya.


Angelica memilih duduk dekat jendela dengan posisi di belakang supir. Maklum kalau duduk paling belakang akan terasa goyang dan ingin muntah apalagi kalau melewati jalan berliku-liku.


Beruntung teman sebangku Angelica adalah perempuan jadi ada teman berbicara sehingga perjalanan selama 3 hari tidak membosankan.


"Hai saya Lenni", sapanya dengan ramah dan lembut sambil mengeluarkan senyum yang begitu manis.


"Saya Angelica", jawab Angelica dengan tidak kalah ramah dan lembut sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Syukurlah bisa dapat teman duduk perempuan, jadi bisa ngobrol enak dan leluasa", ucap Lenni sambil tertawa kecil, Angelica pun ikut tertawa kecil, dalam hatinya memuji Lenni yang ramah dan mudah tertawa.


"Mau kemana?", tanya Angelica mencoba membuka percakapan "Siapa tahu satu arah jadi bisa ada teman", pikir Angelica dalam benaknya.


"Mau ke tempat saudara di Tanjung Karang", jawab Lenni membalas pertanyaan Angelica.


"Sudah pernah ke Tanjung Karang sebelumnya?", Angelica menambahi.


"Belum pernah, ini pertama kali ke Tanjung Karang, Saya berencana ingin mencari pekerjaan", ucap Lenni mengutarakan maksud kedatangan nya ke Tanjung Karang.


"Kamu mau mencari pekerjaan, maaf kalau boleh tahu umur kamu berapa tahun?", tanya Angelica penasaran, Angelica pikir Lenni adalah seumuran dengannya.


"Saya berumur 19 tahun baru tamat SMA tahun ini", ucap Lenni membalas pertanyaan Angelica.


"Oh, maaf. Soalnya wajah kamu boros banget, saya pikir tadi kita sebaya, dan kamu sudah berumah tangga", ucap Angelica bercanda, Angelica berani becanda karena Angelica seperti nya ramah dan suka tertawa.


"Iya kata orang memang begitu, muka ku Boros, mungkin karena badanku besar dan gendut ya?", ucap Lenni membenarkan pernyataan Angelica.


Angelica pun mencoba menghibur Lenni, agar tidak merasa minder dan sakit hati di bilang muka boros, "Kamu cantik kok, ramah lagi", ucap Angelica menghibur.


"Jadi kamu ingin ke Tanjung Karang ingin mencari pekerjaan, dan berencana tinggal di tempat saudara!, kalau boleh tahu saudara kamu beralamat di mana?", tanya Angelica ingin tahu.


"Jalan Budi Utomo", jawab Lenni langsung.


"Tidak satu arah", pikir Angelica kecewa.


"Kakak tinggal di mana?", tanya Lenni balik, karena tidak enak juga kalau langsung diaman.

__ADS_1


"Kakak bukan orang sini, kakak juga mencari seseorang, alamatnya di jalan Soetomo, kakak juga tidak tahu itu di mana", ucap Angelica pelan.


"Kalau boleh tahu, kamu juga kan belum pernah ke alamat yang kamu tuju, bagaimana caranya kamu akan mencari alamatnya?", tanya Angelica ingin tahu, penasaran Lenni begitu yakin dan tidak merasa takut, walaupun tidak tahu alamat nya.


"Nanti kita kan diturunin di terminal. Kita tanya saja kepada orang-orang alamat tersebut atau kita naik taksi online, mereka kan sudah punya aplikasi, tinggal masukin alamatnya ke aplikasi, maka melalui aplikasi akan di tunjuk masuk ke jalan mana, supir taksi mungkin saja sudah tahu nama jalannya, sedangkan kita kan tidak tahu nama jalannya", Lenni menjelaskan panjang lebar.


Angelica hanya manggut-manggut, "Beruntung sekali punya teman berbicara, bisa berbagi pengetahuan bila ada yang kurang di pahami", pikir Angelica dalam hatinya.


1 malam berlalu dalam perjalanan menuju Tanjung Karang, "Tinggal 1 setengah hari lagi", pikir Angelica tersenyum di dalam hatinya, tidak sabar rasanya ingin cepat sampai tujuan dan apa yang diharapkan dan direncanakan cepat selesai urusannya.


Angelica mencoba menutup matanya untuk sebentar terpejam, sejak tadi pagi hingga dini hari ini Angelica belum ada tertidur, berkali-kali Angelica mencoba untuk menutup matanya dan mengosongkan pikiran nya, agar bisa terlelap, tetap saja tidak bisa.


Padahal Lenni begitu lelap tertidur, bahkan sampai mengeluarkan air liur dengan mulut terbuka, terkadang kepalanya bergerak ke arah Angelica, dan Angelica mencoba memperbaiki posisi tidur Lenni.


Terkadang bus melaju dengan kencang dan mengerem secara mendadak, ketika di jalanan yang berkelok-kelok seluruh penumpang hampir terjatuh dari tempat duduknya, karena bus melaju terlalu kencang.


Penumpang terkadang mengingatkan "Hati-hati bang supir, tidak usah buru-buru, santai saja", ucap para orang tua salah satu dari penumpang.


Pak supir hanya senyum-senyum lebar sambil bercanda "Biar cepat sampai!", jawabnya asal.


"Cepat sampai sih iya, tetapi kalau tidak selamat, adanya sampai kuburan", jawab salah satu dari penumpang dengan ketus.


"Iih gimana sih pak supir ini, tidak ada sayang-sayangnya sama nyawa sendiri, bawa kendaraan kencang-kencang, padahal jalanan becek dan licin, semalaman hujan deras", omel salah satu penumpang yang ada di depan bangku Angelica.


Angelica hanya diam saja, Angelica berdoa dalam hatinya, kiranya selamat dan lancar sampai tujuan, begitu juga hingga sampai ke rumah menemui Gemilang, Linda, ibunya dan Vina kakaknya.


Busst tiba-tiba bus terbentur kencang ke depan dan terguling, karena tergelincir, banyak penumpang yang sampai terpelanting ke bangku depan, pandangan Angelica gelap, dan tidak ingat lagi kejadian selanjutnya.

__ADS_1


Angelica membuka matanya, sakit seluruh tubuhnya, kakinya agak perih di gerakkan. Angelica bingung, melihat ke sekeliling ternyata Angelica ada di rumah sakit, Angelica tidak tahu kronologi nya kenapa bisa ada di rumah sakit.


__ADS_2