
Angelica segera bergegas meninggalkan kamarnya menuju lobby, dan ingin melihat kedatangan taksi online yang sudah di pesannya tadi, sebelum keluar dari kamarnya.
Muncul mobil hitam dengan plat sesuai yang tertera pada aplikasi pada layar handphone nya.
Angelica pun menghampiri taksi tersebut "Ibu Angelica?", tanya supir taksi menyakinkan kalau Angelica adalah pemesan taksi yang sedang dibawanya.
Angelica langsung mengangguk "Benar pak", ucap Angelica tersenyum ramah. Lalu segera naik dan masuk kedalam taksi.
"Kantor lurah setempat ya, Pak!", Angelica mengarahkan.
"Baik Bu", langsung melajukan taksinya dengan perlahan-lahan.
Tidak menunggu lama tiba lah Angelica di kantor lurah setempat.
Angelica masuk dan bertanya pada salah satu pegawai yang lewat di depan Angelica.
"Selamat pagi, Pak", sapa Angelica ramah dan tersenyum.
"Selamat pagi juga, Bu!, ada yang bisa saya bantu?", sapa salah satu petugas kantor lurah dengan ramah dan tersenyum, Pak Beni. Nama itu ada pada name tag yang ada pada pakaian dinas yang dikenakannya.
"Pak, saya mau bertanya, agak bingung sih memulainya dari mana!", jawab Angelica malu-malu.
"Tanya saja, Bu. Tidak apa-apa kok, ibu bebas dan gratis menanyakan apa saja", ucap pak Beni serius sambil tersenyum.
" Saya mau bertanya tentang salah satu warga bapak yang tinggalnya di Jalan Soetomo Gang Sopoyono 34 kelurahan Indra kasih kecamatan Tanjung Karang selatan Kabupaten Hilir mudik. Ini salah satu warga di Kelurahan ini kan pak?", tanya Angelica memberitahu.
"Benar, Bu. Ada apa Bu?", setelah memperhatikan alamat yang diberitahukan Angelica. Pak Beni memantapkan benar keluarga Steven adalah warga di kelurahan tersebut.
"Bukankah, warga yang notabene sudah lama tinggal di daerah tersebut harus melapor dan memberikan kartu keluarga pada petugas pemerintah setempat?", ucap Angelica mengintrogasi Pak Beni.
"Harus dan wajib, Bu", ucap Pak Beni tegas.
"Saya mau tahu warga bapak yang bernama Steven yang tinggal di Jalan Soetomo Gang Sopoyono 34 kelurahan Indra kasih kecamatan Tanjung Karang selatan Kabupaten Hilir mudik. Apakah mereka memberikan kartu keluarganya?", tanya Angelica ingin tahu.
__ADS_1
"Kebetulan saya sendiri yang mendatangi keluarga tesebut untuk meminta kartu keluarga nya.
Pertama saya datangi katanya kartu keluarganya tinggal di kampung dan tidak bisa cepat mengambilnya karena tidak bisa meninggalkan istrinya yang hamil tua.
Jadi ada sebulan kemudian mereka menyerahkan kartu keluarga mereka kepada saya", ucap Pak Beni yakin.
Angelica jadi pesimis, dan menduga "Apakah Steven yang telah membohonginya, bahwa Dikta adalah adik kandungnya, memang Angelica tidak mengenal Steven sejak kecil. Kalau Steven mempunyai kartu keluarga berati Dikta adalah istri sah Steven".
Tetapi Angelica ingin membuktikan kebimbangan nya, dan mengetahui fakta sebenarnya. Angelica kembali bertanya kepada Pak Beni.
"Pak, boleh kah bapak menunjukkan kartu keluarga, yang diberikan Steven?", Angelica memohon.
"Sebentar ya, Bu. Coba saya periksa dan saya cek dulu", Pak Beni meninggalkan Angelica menuju ruangan tempat menyimpan berkas-berkas.
Tidak lama kemudian, Pak Beni datang membawa selembar kertas menunjukkan kartu keluarga yang di minta Angelica.
"Ini kartu keluarga yang diberikan Steven", pak Beni menyerahkan Kartu K
eluarga itu kepada Angelica.
Bukan main terkejutnya Angelica, karena nama yang tertulis pada kartu keluarga sebagai istri Steven adalah Angelica.
Dengan 2 orang anak mereka yang bernama Kenzo dan Merry, Heni sebagai ibu kandung yang menjadi tanggungjawab Steven. Nama Dikta tidak ada pada kartu keluarga tersebut.
"Apa maksudnya ini", Angelica tidak habis pikir.
Untuk memastikan keyakinan Angelica, Mengapa jadi nama Angelica yang tertera sebagai istri Steven. Angelica ingin meminta bukti atau berkas pendukung untuk mensahkan dan mengeluarkan kartu keluarga.
"Apakah sesungguhnya nama Dikta adalah Angelica?", Angelica tidak mau berpikiran negatif.
"Pak, Bukan kah untuk mengurus kartu keluarga harus membutuhkan surat nikah sah dari pasangan suami-istri?", tanya Angelica ingin tahu.
"Benar Bu", ucap pak Beni.
__ADS_1
"Boleh tidak, Pak!, saya lihat surat nikah yang diberikan Steven kepada bapak", Angelica memohon.
"Surat nikah tidak diberikan kepada saya, mungkin Pak Steven memberikan surat nikah kepada petugas yang ada di kantor desa setempat atau menyuruh Pak RT setempat.
Tetapi berkas tetap di simpan di kantor kelurahan. Sebentar saya cek dan periksa dulu ya, Bu", ucap Pak Beni meninggalkan Angelica menuju ruangan tempat menyimpan segala berkas.
Karena memang penyimpanan berkasnya di dasarkan per RT. Jadi Pak Beni mudah menemukan berkasnya.
"Ini surat nikahnya pak Steven, Bu", Pak Beni menyerahkan surat nikah itu kepada Angelica.
Angelica tersentak dan terkejut hampir jatuh, karena surat nikah yang di tunjukkan Pak Beni kepada Angelica adalah surat pernikahan dirinya dengan Steven.
Angelica Yakin sekali kalau surat nikah itu miliknya karena Surat nikah itu tercetak sesuai tanggal pernikahan nya, Angelica ingat sekali tanggal berapa ia nikah. Dan daerah di laksanakan pernikahan itu adalah di Medan. Saksi yang menandatangani pernikahan nya juga Angelica ingat sekali namanya.
Ini adalah Surat Pernikahanku dengan Steven. Steven telah memalsukan datanya kepada petugas pemerintah setempat.
Pantas saja Steven mengambil surat pernikahan nya, agar Steven tidak diusir dari kampung itu. Karena tidak ada satu lembaga yang mensahkan pernikahan sedarah atau pernikahan saudara kandung.
Sekarang Angelica yakin bahwa Dikta adalah adik kandung Steven, Angelica sudah menemukan dimana surat nikahnya. "Tetapi bagaimana caranya meminta surat nikah ini?", pikir Angelica dalam hatinya.
"Pak, Nama Angelica yang tertulis pada kartu keluarga sebagai istri Steven ini adalah saya pak, saya yang bernama Angelica. Bukan perempuan yang dikatakan istri yang berada di rumah Steven sekarang. Perempuan itu bernama Dikta. Dikta adalah adik kandung Steven.
Steven telah merencanakan jauh-jauh hari untuk menikah kepada saya, untuk mendapatkan surat nikah ini. Karena Surat nikah ini sebagai syarat dalam mengurus Kartu Keluarga", ucap Angelica memberitahukan secara panjang lebar.
"Bagaimana sih maksudnya, Bu. Mengapa jadi ribet begini. Apa ibu bisa membuktikan kalau Dikta dan Steven adalah saudara kandung?", ucap Pak Beni tegas kepada Angelica.
"Surat nikah itu, Pak. Itu adalah surat nikah antara saya dan Steven. Saya ingat sekali tanggal pernikahan kami, Lokasi tempat pernikahan kami itu didaerah saya, dan saksi pernikahan kami pun saudara dekat saya.
Ini Foto pernikahan kami pak, Angelica baru ingat ada foto pernikahan Antara Steven dan Angelica yang disimpan didalam handphonenya.
Selama ini Angelica tidak menunjukkan foto pernikahan nya karena foto pun bisa diedit. Takut Angelica malah dipikir orang- orang telah berbohong dan memalsukan foto pernikahan nya.
Pak Beni menarik nafas panjang, tidak menyangka zaman sekarang. "Zaman modern begini masih saja orang melakukan pernikahan sedarah, seperti tidak ada lagi perempuan yang cantik-cantik di luar sana", Pak Beni miris memikirkan masalah Steven.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, Bu. Sekarang mari kita ke rumah kediaman keluarga Steven karena pernikahan mereka tidak sah, pernikahan terlarang", ucap Pak Beni mengarahkan Angelica.