
Kenzo terus menangis dan mengurung diri di dalam kamar nya, tidak rela ditinggal Steven, Kenzo ingin sekali tinggal bersama Steven.
Terus saja Kenzo menangis di balik selimutnya, terkadang marah-marah melempari apa saja: termasuk semua bantal, buku-buku dari atas meja belajarnya, dan pakaian dari dalam lemarinya.
Hingga akhirnya karena terus-menerus menangis sampai kelelahan dan mata yang membengkak, Kenzo akhirnya bisa terlelap dan tidur.
Terkadang Kenzo terbangun di tengah malam, mengingat Steven sudah tidak ada lagi di rumah dan kondisi kamar yang berserakan. Kenzo kembali menangis, hingga subuh, barulah Kenzo kembali bisa terlelap tidur.
Kring...... kring.....
Suara alarm berdering.
Kenzo merasa lemas dan tidak berdaya. Matanya masih terasa berat, Kenzo tidak ingin bangun.
Sepuluh menit kemudian alarmnya kembali berdering.
Kring......kring....
Tidak ingin terganggu lagi tidurnya Kenzo segera menonaktifkan alarmnya dan kembali melanjutkan tidurnya.
Tidak ada semangat dan niatnya untuk pergi ke sekolah. Kenzo terus rebahan diatas tempat tidur nya.
Kenzo juga merasa Dikta dan Heni pun belum bangun, "Pasti mereka malas bangun karena sedih atas masalah kemarin", pikir Kenzo dalam hati karena suara beraktifitas di dapur bisa kedengaran dari dalam kamar Kenzo.
Dikta juga merasakan hal yang sama dengan Kenzo, tidak bersemangat. Separuh nafas Dikta terasa hilang, mengingat Steven tidak akan datang lagi menemuinya dan tidak akan berhubungan suami-istri lagi dengan Steven.
Tidak ada sedikit pun terlintas dipikiran Dikta kalau hari ini Kenzo akan pergi ke sekolah, Dikta hanya memikirkan dirinya sendiri.
Alarm di kamar Heni berdering, Heni ingat kalau hari ini Kenzo akan pergi ke sekolah. Heni bingung bagaimana Kenzo pergi ke sekolah?, Heni tidak tahu alamat sekolah Kenzo dimana, hanya Steven selama ini yang mengantar Kenzo pergi sekolah.
Heni segera menghubungi Steven, ingin menanyakan bagaimana dengan sekolah Kenzo, apakah Kenzo akan berhenti bersekolah atau akan lanjut bersekolah Heni merasa bingung.
Tut.... tut....tut ...
__ADS_1
Telepon tidak diangkat, kembali Heni mencoba menghubungi
Tut.....tut ....tut.....
Tetap saja telepon tidak diangkat
Heni pun segera menutup teleponnya.
"Biar lah hari ini Kenzo tidak usah pergi dulu ke sekolah", pikir Heni dalam hatinya. Perasaan Heni tidak enak, Heni ingin memeriksa kondisi Kenzo, karena semalam Kenzo nangis dan sedih karena di tinggal Steven. "Baiklah aku memeriksa kamar Kenzo, kalau Kenzo masih sedih dan menangis aku akan menghibur nya", pikir Heni dalam hati. Heni pun segera pergi untuk menemui Kenzo di kamar nya.
Heni langsung membuka pintu kamar Kenzo, ternyata di kunci. Tidak biasanya Kenzo mengunci kamar, Heni takut Kenzo kenapa-kenapa. Heni langsung mengetuk pintu "Kenzo.... Kenzo...buka pintu dong, Kenzo... Kenzo", teriak Heni sambil mengetuk.
"Dari suaranya seperti nya itu Heni", pikir kenzo dalam benaknya, sehingga Kenzo langsung membukakan pintu, tapi langsung balik ke tempat tidur rebahan dan menutup kepalanya dengan selimut.
Heni tahu kalau Kenzo tidak sedang baik-baik saja. Heni melihat kamar Kenzo begitu berantakan, buku-buku dan pakaian berserakan semua dilantai.
Kenzo masih marah, sehingga Kenzo melampiaskan nya dengan membuang segala apa yang bisa dibuangnya. Heni berusaha membujuk Kenzo.
Kenzo langsung bersemangat dan segera membuka selimutnya "Ken--zo -ma--u -nek!", ucap Kenzo bersemangat dan tersenyum lebar.
"Sebenarnya tadi nenek sudah berusaha menelepon nya, tetapi tidak diangkat. Nenek tadinya mau menanyakan bagaimana Kenzo bersekolah.
Mungkin Steven sedang sibuk sehingga tidak bisa mengangkat handphone nya. Bagaimana kalau kita membereskan kamar Kenzo dulu, setelah beres kita coba menelepon Steven lagi nanti?", bujuk Heni.
Kenzo pun dengan penuh semangat langsung beranjak dari tempat tidurnya. Dan segera merapikan semua yang berserakan di lantai.
Melihat Kenzo begitu antusias, Heni pun senang. Kenzo bisa bersemangat lagi.
"Su--dah be--res, nek!", tagih Kenzo kepada Heni.
"Oh iya benar, sudah beres. Baiklah nenek akan mencoba lagi untuk menghubungi Steven, ya" Heni menepati janjinya.
Tut...Tut ..Tut...
__ADS_1
Telepon tidak diangkat, Heni bermaksud mencoba menghubungi kembali.
Tut....Tut...Tut...
"Halo, ma. Gimana kabar mama dan semuanya, sehat?", tanya Steven ingin tahu.
"Sehat Steve, kamu gimana. Tinggal dimana sekarang?", tanya Heni penasaran dan ingin tahu.
"Steven tinggal serumah dengan teman satu proyek Steven, ma. Mama tidak usah menghawatirkan Steven, Steven baik-baik saja kok", ucap Steven menyakinkan Heni.
"Begini Steve, tadi itu mama mencoba menghubungi kamu. Bagaimana sekolahnya Kenzo, apakah masih lanjut bersekolah?, tetapi mama tidak tahu alamat nya, bila Kenzo masih tetap bersekolah", ucap Heni memberitahu permasalahan nya.
"Bu, Kenzo biarlah tetap bersekolah!, Kalau Kenzo tidak sekolah, Kenzo akan stress dan sedih. Karena Kenzo sangat senang bersekolah bertemu dengan gurunya dan teman-temannya.
Kalau untuk kendala mengantarnya, ibu antar saja dari rumah jam 06:00. Nanti di simpang perempatan Jalan Soetomo dan Imam Bonjol. Steven menungggu di perempatan itu, ma!", Steven memberi solusi.
"Baiklah kalau begitu, Oh iya. Kenzo ingin ketemu kamu boleh?. Kami datang ke simpang empat jalan Soetomo dan Imam Bonjol, kamu segera menunggu di lokasi tersebut, agar kami segera berangkat ke lokasi itu. Artinya titik temu kita di perempatan tersebut", Heni memberitahu.
"Baiklah nanti sore kita akan ketemu, saat ini Steven sibuk, ma. Nanti Steven telepon lagi agar memastikan bahwa pertemuan kita jadi, sehingga mama boleh siap-siap untuk berangkat ke perempatan tersebut ", ucap Steven bersemangat.
"Baiklah kalau begitu. Sebaiknya kamu usahakan lah Steve, Karna mama tadi merayu Kenzo. Dengan mengatakan akan menelepon mu dan menyuruh kamu datang pada tempat tertentu yang dijadikan sebagai titik temu.
Karna semalaman ini Kenzo selalu menangis dan tidak bersemangat untuk bangun. Setelah mama janjikan akan bertemu dengan mu, barulah Kenzo mau di bujuk", pinta Heni membujuk Steven.
"Ok. ok ma, Steven akan usahakan Nanti", Steven menyakinkan Heni.
"Papa Steven bersedia untuk menemui Kenzo katanya, tetapi nanti sore setelah papa pulang kerja, tidak apa-apa kan?. sekarang Kenzo makan pagi dulu dan segera mandi. Nenek mau memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah dulu", Heni memberi pengertian.
"Ken--zo -ma--u -ban--tu ne--nek i-ya", ucap Kenzo bersemangat sambil melompat-lompat.
"Apa! Kenzo mau membantu nenek beres-beres. Boleh-boleh saja, tetapi selesai Kenzo makan dan mandi ya!", Heni memberi syarat.
Kenzo pun manggut-manggut dengan ekspresi penuh kegirangan dan segera pergi ke meja makan untuk makan pagi dan segera bergegas ke kamar mandi untuk mandi.
__ADS_1