Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#42. Bisnis kelas les Angelica makin berkembang


__ADS_3

Sudah hampir setahun Angelica menjalani hidup tanpa Steven, Steven tidak pernah kontak dan menghubungi Angelica, bahkan Steven juga tidak pernah transfer atau mengirim untuk keperluan susu Gemilang.


Angelica hanya bisa pasrah, untungnya masalah ketidakhadiran Steven di tengah-tengah keluarga kecil Angelica, tidak terlalu membuat Angelica pusing,


karena Angelica sibuk membuat les kelas belajar di rumah Angelica, lumayan banyak anak-anak yang diajarkan Angelica dari kelas 1-6. kelas 1- kelas 2 kebanyakan diajarkan cara membaca dan berhitung, kelas 3 - kelas 6, kebanyakan sudah memakai rumus dan trik.


Untungnya Angelica merupakan tamatan dari profesi keguruan, jadi untuk pendekatan terhadap anak-anak, Angelica termasuk dekat, Angelica juga sabar menghadapi anak yang IQ nya rendah.


Rata-rata orang tua dari anak lesnya suka dan puas dengan hasil yang dicapai anak muridnya, karena metode pengajaran yang diterapkan Angelica berdasarkan strategi dan cara cepat, sehingga anak muridnya cepat menangkap dan segera paham dengan yang diajarkan Angelica.


Terkadang orang tua lesnya juga mau memberikan tarif uang lesnya dengan jumlah yang berlebih, dan semakin hari jumlah anak muridnya semakin bertambah, tidak ingin mengecewakan orang tua muridnya,


Angelica menggaji beberapa guru, untuk mengajar les di rumah Angelica, karena Angelica tidak sanggup sendiri menghandle nya, tetapi tentunya tidak mengurangi kualitas dari anak muridnya,


Syukur pundi-pundi keuangan Angelica meningkat, Angelica tidak ambil pusing, walaupun Steven tidak menafkahinya, Angelica sudah pasrah dan tidak mengharapkan lagi kehadiran Steven.


***


Suatu hari di hari Minggu.


Hari Minggu adalah hari kemerdekaan buat Angelica, karena hari Minggu kelas lesnya libur, Angelica memperbanyak waktunya dengan Gemilang anak semata wayangnya dan bersama Linda, Angelica menyuruh Angelica istirahat.


"Ma, mama pergilah istirahat, biar saja Angelica yang mengerjakan semua pekerjaan rumah termasuk mengasuh Gemilang, sekali-kali mama pun perlu istirahat" Angelica menyarankan.


"Tidak apa-apa Angel, mama juga kerja tidak memaksa kan diri kok, artinya pelan-pelan mama kerjakan" ucap Linda pelan, karena terkadang ada anak yang minta minum, jadi cangkir yang disediakan habis, maka Linda bolak balik mencucinya.

__ADS_1


"Sudahlah kita bahas yang lain saja, kamu itu ya, terlalu sungkan sama mama, maksud kamu mama harus tiduran terus?, bisa sakit semua badan mama nanti" Linda merasa tidak apa-apa melakukan pekerjaan rumah.


" Oh iya, sejauh ini, usaha les di rumah berjalan dengan baik dan lancar, apa memang menguntungkan kah, setelah kamu mengambil beberapa guru?" tanya Linda ingin tahu.


"Angelica sangat bersyukur ma, usaha les di rumah ini bisa berkembang dan berjalan dengan baik, setelah mengambil beberapa guru pun, Angelica merasa masih menguntungkan, mama tidak usah khawatir" Angelica menyakinkan Linda.


"Syukurlah kalau begitu, kamu pun tidak kesusahan lagi menutupi segala kebutuhan rumah tangga, ibu juga sangat berharap kegiatan les ini bisa berkembang dan lebih maju lagi" Linda berharap.


"Itulah ma, kalau siswanya bertambah, tidak muat, dan jadwal kelasnya juga sudah terisi semua, ma" Angelica bingung.


"Kalau siswa bertambah kita harus sewa gedung, seperti ruko gitu dong, Angel " ucap Linda seadanya.


"Benar, mama benar, Angel tidak kepikiran tadinya, kita harus sewa ruko!, bisa juga sekalian tempat tinggal kita nantinya, karena kalau bolak-balik rumah-ruko, repot dan capek, lebih baik sekalian tempat tinggal saja" Angelica bersemangat.


"Coba besok Angel, tanya saja ruko-ruko yang ada dekat sini, berapa biaya sewanya, ma, kebetulan rumah kontrakan Angel ini hampir habis satu tahun, satu tahun lagi yang masih hak kita akan Angel sewakan kepada orang lain, karena kan Steven membayar kontrakan ini untuk 2 tahun ke depan" Angelica memberitahu.


"Iya Angel, kamu tanya saja berapa biaya sewa ruko, nanti kan kamu bisa hitung-hitung berapa selisih dari pendapatan yang kamu dapat dikurangi berapa pengeluaran yang kamu keluarkan, apa menguntungkan atau malah rugi" Linda memberi saran.


"Iya ma, nanti kalau misal biaya rukonya bisa disepakati, Angel juga akan menambah kelas untuk anak SMP dan SMA Bu, selama ini kan ini masih yang anak SD dan masih bidang studi matematika, kita tambah lagi untuk semua bidang studi, nanti gurunya bisa Angel cari dari sekolah Angel, kalau mengenai guru, itu urusannya gampang" Angelica semangat dan optimis untuk menambah kelas untuk siswa SMP dan SMA.


"Terserah kamu saja Angel, yang pasti kamu yang lebih tahu apa-apa yang lebih diperlukan dan dilaksanakan " Linda mensupport Angelica.


"Iya ma, doain ya ma, bisnis ini bisa lancar dan berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan kita" Angelica sangat berharap bisnisnya bisa lebih berkembang lagi.


"Amin, mama selalu mendoakan yang terbaik buat kamu Angel, intinya kamu jangan merasa hebat dan tetap rendah hati, tidak sombong dan selalu jaga hubungan baik, antara siswa, orang tua dan guru-guru. Kerjasama itu penting dan jangan meremehkan orang lain, selalu lah menjadi orang yang pengertian" Linda menasihati, mengingatkan dan memberi beberapa wejangan kepada Angelica.

__ADS_1


"Iya ma, itu pasti" sambil mengacungkan jempolnya tanda menyetujui segala perkataan Linda itu benar.


"Oh iya ini sudah hampir siang, sampai lupa makan pagi kita, ayo kita makan pagi, pantesan perut mama begitu keroncongan sekali" Linda memegangi perutnya.


Angelica hanya tersenyum dan tertawa kecil, segera mengambil piring-piring dan menu untuk disendok dan diisi di dalam piring, akhirnya mereka pun makan dengan lahap.


"Hari ini kan hari Minggu, lebih baik Angelica sekarang saja menanyakan ruko nya, besok malah Angelica sangat repot dan tidak sempat" Angelica mengingat-ingat bahwa besok tidak sempat untuk menanyakan biaya sewa ruko tersebut.


"Iya, lebih baik kamu menanyakannya sekarang saja, lebih cepat lebih baik, mana tahu orang pun ada yang ingin sewa ruko, malah kita terlambat nanti" Linda memberitahu.


"Baiklah kalau begitu, Angel berangkat dulu ya ma" Angelica pamit, dan segera mengeluarkan sepeda motornya ke luar, kalau malam sepeda motor Angel dimasukkan ke dalam rumah, maklum rumah Angelica tidak ada teras dan pagar, takut nanti di curi maling.


Angelica menyalakan mesin mobil dan segera melaju keretanya sambil pamit pada Linda, ibunya "Angel pergi dulu ya ma" Linda segera membalas "Iya hati-hati di jalan Angel".


***


Sesampainya ditempat ruko, kebetulan ada no telepon yang tercantum pada dinding ruko, dan Angelica langsung menelepon pemilik ruko.


Tut...Tut...Tut...


"Halo " jawab pemilik ruko.


"Halo Pak, ini saya Angel, mau tanya ruko bapak, biaya sewa pertahun berapa pak?" tanya Angelica kepada pemilik ruko.


"Ibu mau menyewa ruko?, sebentar saya datang kesitu, posisi ibu sedang di ruko kan?, saya datang kesitu ya Bu, rumah saya ada di belakang ruko kok" pemilik ruko segera menutup teleponnya hendak datang menemui Angelica.

__ADS_1


__ADS_2