Perkawinan Sedarah Suamiku

Perkawinan Sedarah Suamiku
#81. Momen pertama kali pertemuan mereka, seperti terulang kembali.


__ADS_3

Steven berjalan dua simpang ke depan dari arah kontrakan lama, sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Ibu Sandi. "Bimbingan belajar Angelica", Steven membaca plangkat yang terbuat dari besi yang dipajang di depan Ruko milik Angelica.


Steven dengan langkah pelan berjalan ke arah resepsionis. Mencoba mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan, yang akan dilontarkan nya kepada resepsionis dan Angelica nanti ketika bertemu.


Sampailah Steven di depan resepsionis, "Selamat pagi Bu, Benar Ruko ini milik Ibu Angelica?", tanya Steven memulai pertanyaannya.


"Benar, ada apa pak mencari Ibu Angelica", tanya pegawai resepsionis ingin tahu.


"Saya Steven, Ibu Angelica adalah teman saya, boleh saya ketemu dengan nya?", tanya Steven setelah memperkenalkan dirinya.


"Ibu Angelica baru datang, dan akan segera mengajar Pak!", ucap pegawai resepsionis memberitahu jadwal kegiatan Angelica.


"Oh begitu ya, Berapa lama Ibu Angelica selesai mengajar?, atau boleh kah Ibu memberitahu kepada Ibu Angelica?. Setelah dia mengajar nanti, saya Steven ingin bertemu dengan Ibu Angelica!", Steven memohon kepada pegawai resepsionis.


"Ibu Angelica akan selesai mengajar pada satu setengah jam kemudian, Pak. Baiklah saya akan memberitahukan bahwa bapak ingin bertemu dengan Ibu Angelica ", pegawai resepsionis menyakinkan Steven.


Steven pun segera mengambil tempat untuk duduk menunggu Angelica selesai mengajar.


Ada beberapa kursi disediakan di sekitar meja resepsionis bagi para tamu yang sedang datang berkunjung.


Sesungguhnya Steven merasa bosan dan jenuh menunggu, tetapi demi untuk bertemu Angelica, Steven ikhlas dan mau berkorban untuk melakukan apa saja.


Satu setengah jam berlalu, Angelica tidak kunjung datang menemui Steven. Steven kembali menjumpai pegawai resepsionis.


"Bu, mengapa Angelica belum turun?, padahal ini sudah lewat satu setengah jam berlalu!", tanya Steven sedikit kesal.


"Oh maaf Pak, karena tadi saya begitu sibuk. Saya lupa menyampaikan nya kepada Ibu Angelica. Eeh itu Pak, Ibu Angelica baru saja turun dan ingin segera Pergi ke sekolah!", ucap pegawai resepsionis spontan menunjuk ke arah Angelica. Karena melihat Angelica hendak keluar Ruko pergi ke sekolah.


Spontan Steven langsung berbalik badan dan segera mengejar Angelica yang sudah keluar Ruko.


Dengan secepat kilat Steven menggapai lengan Angelica karena sekilas telah melihat wajah Angelica.


"Angel", Steven menarik lengan Angelica.


"Steven!, mengapa kamu di sini?", Angelica heran melihat Steven.


"Angel, boleh kita bicara sebentar?", Steven menarik lengan Angelica mengajaknya duduk di bangku.

__ADS_1


"Aku mau mengajar Steve, aku tidak ada waktu", Angelica menolak.


"Sebentar saja, Angel. Kumohon!", Steven terus memaksa.


"Tidak bisa Steve, aku harus ke sekolah. Karena hari ini ada kegiatan ulangan, aku tidak mungkin tidak hadir", Angelica menyakinkan Steven.


"Kalau begitu, bawa serta aku ke sekolah. Aku rela menunggu mu ke sekolah setelah kamu pulang dari sekolah", Steven terus memohon.


"Aku buru-buru Steve, aku mengendarai sepeda motor. Naik taksi takut tidak keburu, karena ini waktunya memang sudah mepet", Angelica memberi alasan.


Steven menarik lengan Angelica menuju parkiran sepeda motor, "Yang mana sepeda motor kamu, ayo naik!, aku yang akan mengendarai nya kamu duduk di belakang, aku akan membonceng mu!", Steven mendesak Angelica.


"Steve, jangan membuat gunjingan bagi orang lain, orang-orang akan bertanya-tanya karena kamu tidak pernah terlihat disini", Angelica menolak.


"Memangnya kenapa, kamu masih menjadi istri sah aku. Ayolah kamu sudah hampir terlambat kan?", Steven mengingatkan Angelica.


Mau tidak mau terpaksa Angelica menuruti perkataan Steven, karena memang waktu sudah mepet, jadwal ujian di sekolah segera di mulai. Angelica terpaksa duduk di boncengan.


"Sekolah mu masih di sekolah yang dulu kan?, Aku masih ingat kok, jalan menuju sekolah kamu. Kamu pegangan ya, karena kita akan melaju dengan kecepatan yang agak tinggi. Oh iya, jam berapa kamu masuk, agar aku bisa mengatur kecepatan ku", Steven memberitahu Angelica.


"Jangan gila kamu Steve, aku tidak mau berpegangan kepada mu!, tidak usah berkendara dengan kecepatan tinggi, pelan-pelan saja. Jam 10:30, ulangan harus dimulai, artinya hanya 20 menit waktu yang kita butuhkan ", Angelica sedikit kesal dan mengancam untuk tidak mau di bonceng.


Steven pun segera melajukan sepeda motornya dengan kecepatan rendah. "Wah, benar. Lebih baik mengendarai nya dengan kecepatan rendah.


Agar aku semakin lama dekat dengan kamu, dan kita bisa bercerita panjang lebar. Seperti mengulang ketika kita bertemu pertama kali bersepeda dari lapangan menuju rumah kosan aku", Steven mengingatkan kenangan Steven dan Angelica ketika pertama kali bertemu.


"Benar, dulu aku sangat senang dibonceng saat itu. Aku terus memikirkan momen itu", pikir Angelica sambil tersenyum mengingat momen tersebut.


Angelica terlihat tidak luluh di hadapan Steven "Tidak usah pelan-pelan, laju agak kencang saja, aku sudah hampir terlambat ini.


Lagian aku sudah melupakan momen itu, aku tidak suka memikirkan kenangan bersamamu.


Aku sudah menguburnya dalam-dalam. Kalau aku mengingat nya membuat aku menyesal telah bertemu dengan kamu", Angelica menjawab dengan ketus dan sedikit marah.


Steven terdiam dan merasa kalau Angelica masih sangat marah kepadanya.


Steven tidak lantas menyerah dan memaklumi kemarahan Angelica, wajar saja Angelica masih marah kepadanya. Karena telah meninggalkannya selama bertahun-tahun tanpa kabar berita.

__ADS_1


Steven melaju dengan agak kencang, Angelica repleks memeluk kencang pinggang Steven. Angelica merasa begitu nyaman dan menikmati kebersamaan nya dengan Steven.


Bau parfum Steven yang dipakai nya saat ini, sungguh mengingatkan Angelica terhadap bau parfum yang dikenakan Steven saat pertama kali bertemu.


Sesungguhnya perasaan Angelica belum berubah terhadap Steven. Angelica masih menyayangi dan mencintai Steven.


Angelica bukan tipe yang dengan mudahnya melupakan laki-laki yang dicintai nya. Sama seperti ketika Steven hilang kontak dengan Angelica selama 3 tahun.


Angelica terus berharap dan menunggu suatu saat Steven akan melamarnya. Walaupun Linda, ibunya Angelica, dan Vina kakaknya Angelica, menasihati agar melupakan Steven.


Tetapi Angelica terus yakin kalau Steven akan melamar nya, baginya Steven adalah orang yang bertanggungjawab dan Steven juga mencintai Angelica. Angelica bisa tahu Steven mencintai ketika Steven cemburu bila melihat Angelica dekat dengan teman pria Angelica.


Angelica terus memeluk pinggang Steven dan semakin memeluknya dengan erat ketika Steven melaju dengan kecepatan tinggi, sambil memejamkan matanya Angelica rindu sekali momen berpelukan dengan Steven.


"Angel, waktu kita mepet hanya tersisa 10 menit lagi, aku akan menambah kecepatan ku, berpegangan dengan kuat, ya!", Steven pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini tahu Angelica memeluknya dengan sangat kencang.


Steven melaju kan sepeda motor dengan sangat kencang sehingga membuat Angelica memeluk Steven dengan kencang dan penuh ketakutan "Steve, hati-hati Steve, aku takut", Angelica mengencangkan pelukannya.


Steven merasa nyaman dan bahagia, karena Angelica merasa kalau Steven adalah pelindungnya.


Bremm..siit.


Sepeda motor di rem, Steven dan Angelica tiba disekolah dengan waktu kurang 5menit, dimulainya ulangan.


Angelica segera merapi-rapikan rambutnya yang berantakan karena ditiup angin saat berkendara. Steven ikut merapikan rambut Angelica, menyelibkan beberapa helai rambut ke belakang telinga yang tadinya menutupi wajah Angelica sambil berucap,


"Kamu tetap cantik Angel seperti yang dulu".


Angelica langsung berbalik meninggalkan Steven di parkiran menuju ruang kelasnya, melangkah setengah berlari. Sambil Steven berucap "Aku menunggu mu Angel di parkiran!", Steven berteriak kencang. Angelica terus berjalan meninggalkan Steven tidak menghiraukan teriakan Steven.


Pas banget waktunya Angelica. Ketika Angelica sampai di ruangan kelasnya, bel dimulai ulangan langsung berbunyi.


Setelah Angelica selesai membagi soal bagi seluruh siswanya Angelica duduk di bangkunya, tanpa menghiraukan lagi siswanya yang mencontek dan meminta bantuan teman.


Angelica terus tersenyum bahagia, mengingat momen hari ini, begitu menyenangkan, sehingga rindu yang teramat sangat pun terobati.


"Aduh, mengapa aku jadi terus memikirkan Steven sih", pikir nya dalam benaknya.

__ADS_1


"Tidak... tidak...aku tidak boleh memikirkan Steven, bagaimana kalau Steven membohongi aku lagi", pikiran Angelica terus bergejolak dan takut kalau Steven akan membohonginya lagi.


__ADS_2