
Karena proses melahirkan Angelica masih lama, dokter menyarankan untuk jalan-jalan, maka Steven pun mengajak Angelica keliling taman yang ada di rumah sakit tersebut,
Kebetulan rumah sakit tersebut adalah bekas hotel, fasilitas yang ada di rumah sakit tersebut, terbilang mewah dan menyenangkan,
selain ada taman, rumah sakit tersebut memiliki kolam renang, lumayan banyak pengunjung dari keluarga pasien.
"Seharusnya memang fasilitas rumah sakit harus menyenangkan, karena namanya menjenguk orang sakit, atau keluarga kita dalam keadaan sakit otomatis kondisi mental anggota keluarga pasti down dan stress, dengan adanya fasilitas tersebut, setidaknya kondisi keluarga pasien bisa bersemangat dan lebih fresh", pikir Angelica dalam hati.
Steven mengajak berkeliling taman dan kolam renang, duduk-duduk disamping kolam renang, yang memang tersedia tempat duduk dan meja, sambil menikmati makanan, minuman dan melihat-lihat orang yang sedang berenang dan menjalankan terapi.
Tidak terasa sudah hampir 4 jam Steven menemani Angelica, Steven pun menyarankan untuk kembali ke kamar pasien, diadakan pemeriksaan lagi, ternyata Angelica sudah buka 6.
Angelica tidak di perbolehkan lagi untuk berjalan-jalan, tinggal menunggu tanda-tanda melahirkan berikutnya.
Tidak lama kemudian, Angelica merintih nyeri pada perutnya, dan ada perasaan ingin buang air besar, segera Steven mengonfirmasikan ke suster atas tanda tersebut.
"Suster" panggil Steven .
Suster pun menghampiri Steven "Ada apa pak" tanyanya sopan.
"Istri saya, ingin buang air besar, suster" ucap Steven panik.
"Oh tidak apa-apa bu, memang seperti itu tanda-tanda nya, nanti kalau ada perasaan ingin buang air besar lagi, tarik nafas dalam-dalam, tahan dan selanjutnya buang pelan-pelan.
Jangan diedankan dipaksa mau buang air besar ya bu, nanti ibu kehabisan tenaga, dan bentuk kepala anaknya juga bisa jadi lonjong, karena keluar masuk, keluar masuk, nanti kalau sudah waktunya baru boleh mengedan dengan panjang ya Bu, sabar saja, nanti kalau tiba saatnya pasti diarahkan" ucap suster memberikan arahan dan penjelasan.
Steven dan Angelica manggut-manggut bersamaan"Iya sus" ucap mereka.
Setelah Dua jam kemudian hasrat buang air besar Angelica makin sering dan beraturan, dan karena tidak tertahankan lagi, Angelica teriak " Suster benaran ini, aku pengen buang air besar" ucap Angelica tidak tertahankan lagi dan langsung mengedan.
Suster berdatangan mendekati Angelica dan memperhatikan bagian ******** Angelica,
teriak salah satu suster "Benar, ibunya mau melahirkan, kepalanya sudah kelihatan, cepat-cepat" teriaknya memanggil suster yang lain untuk membantunya dalam proses melahirkan Angelica.
"Ayo Bu, terus, terus, edan yang panjang, lagi ,lagi " teriak suster itu mengarahkan Angelica.
Angelica dengan sekuat tenaga sambil berpegangan pada Steven, Steven terus menyemangati Angelica " Ayo sayang, yang panjang ngedannya, ayo pasti bisa, kamu pasti bisa sayang, ayo..." Steven memberi semangat dan dorongan.
__ADS_1
"iiiiih.....iiiihhhhjkkkk" Angelica mengedan panjang.
"Oe.....oe.....oe...." tangis bayi Angelica sekencang-kencangnya.
Angelica tersenyum bahagia, akhirnya selesai juga proses melahirkannya,
sekarang Angelica telah menjadi seorang ibu, begitu juga Steven "kamu sudah jadi ayah, sayang" ucap Angelica tersenyum bahagia kepada Steven.
Steven pun tersenyum bahagia melihat anaknya dan perjuangan Angelica yang begitu berat dan bersusah payah dengan taruhan nyawa, hidup atau mati, Steven meneteskan air matanya. "selamat ya sayang, bayinya laki-laki, sehat, tampan" ucap Steven tersenyum manis kepada Angelica.
"Sama-sama sayang" balas Angelica.
"Kita namakan siapa nanti anak kita, sayang" tanya Angelica.
Panggil saja namanya "Gemilang" jawab Steven.
"Artinya apa sayang" tanya Angelica ingin tahu.
"Agar dia nanti menjadi anak yang gemilang, tidak ada cacat dan kejahatan, harus gemilang" ucap Steven mantap.
"Baiklah, berarti sah ya, nama anak kita adalah gemilang" Angelica setuju dan mantaf membuat nama anaknya yang baru lahir bernama "gemilang"
Steven pun segera ingin pergi dan meninggalkan Angelica selamanya, setelah mencium kening Angelica dan mencium anaknya yang baru lahir, sebenarnya Steven merasa berat hati, tetapi Steven harus pasrah menuruti apa yang telah disepakatinya dengan Heni dan istrinya Dikta.
Steven tidak mau lagi menambah masalah, cukuplah masalah nya hanya satu, ya hidup bersama Dikta dan kedua anaknya.
"Angelica, sebentar aku permisi keluar sebentar ya, nanti aku panggil kan ibu dan kakak mu, agar bisa menunggui kamu dan menjaga kamu" ucap Steven pamit dan memberikan berbagai alasan.
"Tapi kamu datang lagi kan?" tanya Angelica balik.
"Iya, aku nanti datang lagi, tetapi mungkin agak lama, biar kakak dan ibumu saja yang menunggui mu ya, nanti aku menyuruh mereka supaya datang ke rumah sakit ini" Steven berbohong.
Steven akhirnya pergi meninggalkan Angelica, sebelumnya memberi tahu ibu dan kakak Angelica untuk datang ke rumah sakit, karena Angelica sudah melahirkan.
Tut...Tut...Steven menghubungi ibu Angelica.
"Halo" ucap Linda diujung telepon
__ADS_1
"Halo Bu, ini Steven, Steven mau memberitahu ibu, kalau Angelica sudah melahirkan, ibu segera datang ya ke rumah sakit ----, secepatnya ya Bu, karena aku lagi ada keperluan penting diluar, nanti tidak ada yang menjaga Angelica di rumah sakit kalau ibu lama datangnya" ucap Steven memaksa.
Mengetahui Putri nya sudah melahirkan, bukan main senangnya perasaan Linda saat ini, Linda pun segera berkemas dan berangkat ke rumah sakit yang diarahkan Steven.
Sebelum nya Linda terlebih dahulu menelepon Veni, kakak Angelica.
Tut...Tut ..
"Halo" ucap Veni.
"Ven, adik kamu Angelica sudah melahirkan, sekarang berada di rumah sakit ---, nanti sepulang kerja kamu datang ya" ucap Linda.
"Ok Bu, nanti Veni datang ke rumah sakit untuk menengok Angelica" Veni memastikan.
Angelica sudah dimasukkan ke kamar pasien, Linda sudah 3jam menunggui Angelica, tetapi Steven belum muncul batang hidungnya.
"Kemana Steven Angel?, mengapa lama sekali datang ke mari?" tanya Linda bingung.
"Tidak tahu ma, tadi Steven bilang mau keluar hanya sebentar, ada keperluan penting katanya" ucap Angelica Sebenarnya.
"Tapi ini sudah 3 jam ibu disini, tetapi Steven belum juga muncul" Linda bingung dan resah.
"Tidak tahu Bu, sudahlah kita tunggu saja lah, mungkin memang ada keperluan penting, atau Steven sedang tertidur pulas di rumah karena kecapean, memangnya ibu mau kemana, ibu mau pergi ninggalin Angelica sendirian disini?" ucap Angelica sedih.
"Bukan seperti itu maksud ibu, ibu hanya bingung Steven pergi, lama sekali pulang nya, seperti tidak sayang istri dan anaknya" jawab Linda kesal.
"Sudahlah Bu, mungkin saja Steven tidur dirumah karena kecapean, karena kami datang ke rumah sakit ini sejak jam 8 pagi, Steven juga sudah menemani Angel jalan-jalan ke sana kemari, agar Angel mudah dan gampang melahirkan" Angelica memberi pengertian kepada Linda.
Linda hanya diam saja. Tidak lama kemudian.
tok..tok.. "masuk " ucap Angelica
Veni masuk "Hai Angelica, hai Bu" sapa Veni, sambil menyerahkan bungkusan plastik berisi martabak, agar bisa dinikmati pengobat jenuh.
"Selamat ya, sekarang kamu sudah jadi ibu" ucap Veni sambil memeluk Angelica
"Makasih kak, kakak juga sekarang jadi bibi" balas Angelica tersenyum.
__ADS_1
"Ibu pikir tadi Steven" ucap Linda ketus.
Veni dan Angelica saling bertatapan.