
Kring....kring ..
Bunyi suara alarm weker berbunyi, menandakan sekarang Pukul 05:30.
Dengan penuh semangat Kenzo bangun dari tempat tidurnya, langsung sigap merapikan tempat tidurnya, menyusun dan menata letak bantal petak dan bantal gulingnya, termasuk melipat rapi kembali selimut yang sebelumnya berantakan karena dipakai semalamam untuk menghangatkan tubuh kecilnya.
Setelah semua sudah tertata rapi, Kenzo tersenyum dan mengapresiasi hasilnya dengan mengacungkan jempolnya, tanda hasil yang telah dikerjakannya bagus dan mantaf.
Selanjutnya Kenzo ingin mandi, Kenzo telah meletakkan seragamnya diatas tempat tidur,
Kemarin ketika Heni selesai menyetrika baju seragam Kenzo, bermaksud ingin menyusunnya di dalam lemari, sekalian Heni ingin melatih kemandirian Kenzo, seperti yang diarahkan Steven,
Heni berkata kepada Kenzo "Kenzo, ini seragam sekolah untuk dipakai besok, nenek letakkan di dalam lemari, ya?, sebelum mandi nanti di letakkan di atas tempat tidur, ya?, jangan lupa" pesan Heni kepada Kenzo.
"I--ya" balas Kenzo lembut.
Kenzo pun segera masuk kamar mandi, membasahi seluruh tubuhnya, sesekali dia meringis karena kedinginan "iiihhhh" maklum masih pukul 05:40,
karena sekolah wajib melakukan baris berbaris tepat pukul 07:00, lama perjalanan dari rumah Kenzo-sekolah menghabiskan waktu selama tiga puluh menit, artinya sebelum 06:30 Kenzo sudah harus berangkat ke sekolah agar tidak terlambat,
Steven selalu melatih Kenzo untuk wajib mandi pagi, sarapan pagi dan berangkat harus tepat jam, berangkat sekolah wajib pukul 06:20, maka kegiatan mandi, berpakaian, sarapan tidak perlu berlama-lama di lakukan.
Karena Kenzo sudah terbiasa, kegiatan itu semua dilakukan tepat waktu. Pada pukul 06:00 Kenzo sudah ada di meja makan untuk sarapan pagi.
Dikta bangun keluar dari kamarnya, bertemu Kenzo di meja makan,
"Pa--gi ma-" sapa Kenzo lembut.
"mmmm pagi juga" jawab Dikta ketus, lalu Dikta duduk di meja makan, bermaksud ingin makan roti selai, karena kelaparan.
Kenzo langsung buru-buru menyelesaikan makannya, sehingga belepotan, dan mengotori seragamnya, mungkin terlalu takut kepada Dikta, dan ingin segera membangunkan Steven, agar segera berangkat karena waktu sudah menunjukkan pukul.06:10,
"Gimana sih kamu makannya, lihat tu pakaian kamu jadi kotor" ucap Dikta marah-marah dengan suara membentak dengan kasar membersihkan, tumpahan susu di seragam Kenzo dengan tisu.
Kenzo jadi panik dan berteriak-teriak dan menumpahkan sisa susunya diatas meja makan.
__ADS_1
Dikta semakin murka, "Dasar anak bandal, diarahkan untuk bagus nggak ngerti-ngerti, sana kamu pergi sama papa mu, sakit kepalaku melihat kamu di sini" ucap Dikta kasar,
Kenzo akhirnya berlari ke kamar Steven, sebelumnya menjatuhkan gelas ke lantai, sehingga suasana pagi menjadi ribut, karena Dikta selalu membesar-besarkan masalah dengan berteriak-teriak "aaahhhh" teriak Dikta.
"Pa, Pa--pa" Kenzo menggoyang-goyangkan tubuh Steven, agar Steven segera bangun dari tidurnya.
Steven pun bangun dengan terkejut.
"Aduh sudah jam berapa sekarang, aduh mama kok tidak bangunin papa ya, alarm tadi sepertinya tidak berbunyi, sehingga membuat papa tidak bisa bangun tepat waktu, maafin papa ya sudah telat bangun, Ok papa ganti baju dulu, Kenzo tunggu disini ya" Steven menyadari kesalahannya, Kenzo pun kembali tenang.
Steven segera bergegas ke kamar mandi, dan segera mengganti pakaiannya, tidak butuh waktu lama, karena Steven tahu pasti ini sudah telat, karena Kenzo pun membangunkan Steven dalam keadaan berseragam sekolah, artinya sudah siap untuk berangkat ke sekolah.
"Ok kita berangkat ya" ucap Steven, Kenzo menundukkan kepalanya dengan tidak bersemangat, biasanya Kenzo ceria untuk berangkat ke sekolah.
Kenzo mengikuti Steven dari belakang dengan ketakutan.
"Jangan sembunyi kamu anak nakal" ucap Dikta ingin memukul Kenzo, karena Kenzo telah menjatuhkan gelas ke lantai, sehingga membuat Dikta harus repot-repot untuk membersihkan pecahan kaca.
"Apaan sih kamu" segera menahan tangan Dikta, agar tidak mengenai Kenzo.
"Aku tahu, pasti kamu yang memancing emosi Kenzo, iya kan" ucap Steven dengan nada meninggi.
"Sudahlah, capek berdebat sama kamu, adanya malah tidak selesai-selesai,
mendingan kami segera berangkat sekolah, nanti kenzo terlambat, ini sudah pukul 06:35, kami sudah telat ini, harusnya pukul 06:20" ucap Steven terburu-buru bergegas untuk mengambil kunci mobil.
Dan segera mengeluarkan mobil dari garasi, Kenzo membuka pintu pagar, setelah mesin mobil di nyalakan dan siap untuk berangkat, kembali kenzo menutup pintu pagar, karena Dikta tidak mau keluar mengantar Steven dan Kenzo.
Diperjalanan Kenzo hanya diam tidak seperti biasanya dengan semangat dan ceria.
Steven mencoba mencari tahu, apa penyebab Kenzo diam saja tidak seperti biasanya selalu senyum-senyum.
"Ken--zo, kenapa tidak bersemangat?" tanya Steven lembut.
"Ken--zo ja--hat, bi--kin ma--ma ke--sal" ucap Kenzo sedih.
__ADS_1
"Sudahlah tidak usah dipikirin, nanti setelah Kenzo pulang sekolah, kenzo minta maaf sama mama ya" bujuk Steven
"Sekarang semangat dong, mana senyumnya, senyum dong" perintah steven pada Kenzo, akhirnya kenzo bisa tersenyum, walaupun sedikit dipaksakan.
Karena waktu sudah hampir terlambat, Steven tidak ada waktu untuk bertanya panjang lebar kepada kenzo, Steven langsung buru-buru mengantar Kenzo tepat di depan kelas nya.
"Kamu belajar yang semangat ya, masalah di rumah jangan dibawa-bawa ke sekolah, lupain itu masalah di rumah, ayo semangat, senyum dong, jangan pasang muka kayak jeruk purut dong" Steven mencandai Kenzo sambil menyemangati nya, kenzo pun kembali tersenyum.
"Papa pamit ya, jangan kemana-mana sebelum papa datang ya, tungguin papa disini" Steven mengingatkan Kenzo.
Steven kembali ke rumah.
Tidak mau ribut dan mendengar pembelaan Dikta, Steven langsung memeriksa cctv yang ada di ruang makan.
Awalnya Kenzo makan sendiri di meja makan dengan tenang dan santai, datang Dikta duduk makan di hadapan Kenzo, sambil komat-kamit.
Entah apa yang dikatakan Dikta, tidak terdengar di cctv.
Kenzo jadi buru-buru makannya dan hendak bergegas meninggalkan meja makan, sambil berdiri kenzo meneguk susunya,
akhirnya Dikta berteriak, marah-marah, akhirnya Kenzo menjatuhkan gelas di meja, karena Dikta asik terus marah-marah akhirnya sambil berlalu hendak masuk ke kamar Steven, Kenzo sengaja membanting gelas ke lantai.
Berulang-ulang Steven melihat cctv tersebut, dengan mencocokkan kejadian yang sebenarnya,
sebelum berangkat tadi, Steven memperhatikan ada tumpahan susu pada baju seragam Kenzo,
Steven memperhatikan kembali cctv, dan mengambil kesimpulan, karena Dikta asik ngomel, Kenzo jadi makan terburu-buru,
bermaksud ingin cepat-cepat meninggalkan Dikta, Kenzo pun minum sambil berdiri, akhirnya susu tumpah diseragam Kenzo,
di cctv terlihat Dikta mengelap tumpahan susu diseragam Kenzo, karena Dikta terus marah-marah akhirnya Kenzo panik dan berteriak sehingga menumpahkan sisa susu di meja makan,
Dikta semakin murka, dan Kenzo membanting kan gelas ke lantai dan segera berlalu meninggalkan Dikta menuju kamar Steven.
Steven menghampiri Dikta dengan membawa bukti cctv, Sebenarnya Steven tidak ingin mengungkit kejadian tadi pagi, malas ribut, karena Dikta akan terus membela diri.
__ADS_1
Tetapi karena Dikta masih saja tidak terima dan selalu mengungkit agar Kenzo dititipkan saja ke panti asuhan, Steven pun marah.